Sabtu, 30 Agustus 2014

JACK PEYON PIMPIN IMASEPA BANDUNG

Saat sumpan janji Jabatan. (FOTO/JEKIKOM)
BANDUNG - Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua (IMASEPA) Bandung gelar Musyawara Besar, Sabtu, (30/8). Dihadiri ratusan mahasiswa dan pelajar yang sedang menganyam pendidikan di kota Bandung, Cimahi dan Sumudang, Jawa Barat.

Tema, dalam pelaksaan re-organisasi , “Papua Bersatu”.  

Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua. Bagi yang mencalonkan; Leo O Magai, Ferry Kogeya, dan Jack Peyon.  Namun, suara terunggul, Jack Peyon dengan perolehan 77 (Tujuh puluh tujuh),  Ferry Kogeya, 69 (Enam Puluh Sembilan), Leo O Magai (25)  suara. Dari jumlah pemilih 172. Satu suara dinyataan tidak sah. 

Suara terunggul ditetapkan sebagai, Ketua, berikut Wakil, sedangkan yang selanjutnya, Sekhertaris. 

Seusai pemilihan, dilanjutkan dengan serah terimah jabatan dari kepngurusan lama ke pengurus baru pada kesempatan itu. Pantauan, media suaraindependen disela-sela pelaksanaan pemilihan.

Ketika ditanya media ini, mengenai tema yang diangkat, Ketua Panitia, Simon Petrus Hombahomba, mengatakan, Kami panitia pelaksanaan angkat tema tersebut, sebab, “Sesungguhnya, tanah Papua itu satu. Namun, melalui wadah Imasepa, sangat penting untuk membangun kesatuan dan persatuan bagi mahasiswa Papua. 

Selain itu, Lanjutnya, Pentingnya bangun solidaritas dan siraturahmi, bahkan inkulturasi. Juga wadah ini, dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa serta pelajar yang sedang berpendidikan di tanah Pasundan.

Mengapa tidak digelar Seminar ? ‘Kami terkendala, karena biaya sangat kurang, juga tak ada pihak-pihak yang bantu kami. Dana yang digunakan dalam pelaksaan ini, dihasilkan dari usaha-usaha melalui basar dan turnamen futsal. Demikian, kata Ketua Panitia panitia itu.

Sementara itu, Ketua terpilih Jack Peyon, menyatakan,  berdasarkan visi-misi telah dipaparkan tadi, tentu akan saya upayakan untuk benahi Imasepa yang lebih, “Untuk mewujudkan semuanya itu, penting berperang aktif dari seluruh mahasiswa dan pelajar di Bandung.

Dan yang terkahir, Kata Jack, “Terimakasih banyak ! sudah memberikan mandat kepada kami untuk memimpin Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua. Agar untuk kedepan, Imasepa menjadi organisasi unggul. Serta dapat mencetak sumber daya manusia yang handal dan profesional demi membangun Papua pada masa yang akan datang.


Jackson Ikomouw




Jumat, 29 Agustus 2014

Akar Masalah Papua: Tinjauan Historis

Oleh: Fransisikus IG Bobi*) 

Perlu Saudara-saudara ketahui bahwa Akar Pokok Permasalahan di Papua adalah Bukan Masalah Kesejahteraan tetapi Masalah Sabotase wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia terhadap Belanda.

Yang mana, Papua adalah salah satu wilayah Dekolonisasi yang telah dipersiapkan Belanda untuk Merdeka di kemudian hari seperti beberapa wilayah di daerah Pacific seperti Australia, Papua New Guinea, Fiji, Vanuatu, dll.

Faktor inilah yang menyebabkan sehingga Belanda harus kembali ke West Papua dan Inggris kembali ke Papua New Guinea setelah mengalahkan Jepang melalui Perang Dunia Ke-2 di Kawasan Pacific yang dibawah pimpinan Jenderal Mc. Arthur. Mengapa Belanda ingin kembali juga ke Indonesia?

Itu disebabkan karena Inggris juga telah kembali ke daerah jajahannya seperti Hongkong, Malasya, Australia, Papua New Guinea, Vanuatu, dll. Belanda tak dapat masuk pada waktu itu karena masih ada Penjajah Jepang. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, lalu Belanda berusaha mencoba kembali melalui Agresi Militer Belanda II tetapi gagal karena Indonesia telah dimemerdekakan oleh Jepang dan didaftarkan menjadi anggota PBB yang ke-60.
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut mengakibatkan adanya perlawan yang selalu berjatuhan korban di Papua
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik
atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut
mengakibatkan adanya perlawan yang selalu
berjatuhan korban di Papua
Setelah Indonesia Merdeka, lalu Soekarno melihat bahwa Pulau Emas (Isla Del Oro) yang dikatakan oleh pelaut Spanyol Antonio Del Savera harus kita rebut dari Belanda dan sekalian kita jadikan sebagai Pertahanan NKRI dari arah Timur.

Pulau Emas inilah yang menyebabkan seluruh Bangsa-Bangsa di Dunia termasuk Indonesia ingin merebutnya. Dimanakah pulau emas itu? Pulau Emas itu adalah Papua (West Papua dan East Papua).

Oleh karena itu, Soekarno menggunakan alasan sama-sama daerah Jajahan Belanda jadi itu adalah wilayah Indonesia. Padahal waktu Proklamasi maupun Sumpah Pemuda hanya mencakup wilayah Aceh sampai Maluku.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, kemudian Soekarno melobi ke Perwakilan PBB tahun 1946 tetapi tidak mendapat dukungan karena wilayah Papua (Papua New Guinea dan Papua Barat) lagi dipersiapkan Belanda dan Inggris untuk berdiri sendiri (Merdeka penuh). Tetapi Soekarno tetap berjuang terus dalam Perjanjian Linggar Jati tahun 1946 pada waktu itu juga, dan juga pada Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 di Denhaag Belanda. Di KMB, Indonesia mendapat titik terang karena Belanda berjanji akan diselesaikan 1 tahun kemudia karena daerah Papua Barat (West Papua) masih dalam Status Quo (Daerah Yang Belum Jelas Pemerintahannya)Tetapi setelah satu tahun kemudian (Tahun 1950), justru Belanda tetap dengan Konsistennya untuk mempersiapkan Kemerdekaan Papua sehingga Soekarno tetap geram dan berjuang terus melalui Forum-Forum Internasional seperti Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1950. 

Dan bahkan ke Forum Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB). Tetapi sayang, Soekarno tetap tidak mendapat dukungan juga dari pihak Internasional.

Kemudian pada tanggal 1 Desember 1961, Perwakilan Rakyat Papua Barat yang duduk dalam Niuew Guinea Raad (Seperti MPR Indonesia) memproklamasikan Kemerdekaan Papua secara Defacto (Kenyataan) dan rencana secara Dejure (Hukum) nanti pada tahun 1970. Tetapi hal ini tidak diterima baik oleh Indonesia. Oleh karena itu, Soekarno didesak untuk mengumandangkan TRIKORA (Tri Komando Rakyat) 18 hari kemudian setelah Proklamasi Negara Papua Barat ini, yaitu pada tanggal 19 December 1961.

Kemudian dibentukla Komando Mandala yang dipimpin oleh Major Jenderal Soeharto, untuk melakukan Operasi Penyusupan dan Operasi Mandala ke Papua Barat. TRIKORA telah diumumkan tetapi senjata tak ada karena Australia, Amerika, Inggris, Perancis (Seluruh Sekutu Belanda) tak mau memberikan senjata kepada Indonesia. Akhirnya Soekarno lari ke Rusia dan membeli senjata di sana, tetapi tetap tak mampu melawan Belanda karena peralatan Belanda lebih canggih apalagi diturunkannya kapal Induk Karel Doorman yang telah menenggelamkan kapal Yosudarso.

Akhirnya, Soekarno mencari jalan lain untuk melumpuhkan Belanda di Tanah Papua yaitu melalui Pembentukkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Makanya Belanda terpaksa harus segera meninggalkan Papua karena mendapat tekanan dari rekan sekutunya yaitu Amerika melalui Presiden John. F. Kennedy. (Lihat Surat Presiden Amerika John. F. Kennedy di http://www.freewestpapua.org/docs/kennedyletter.htm).
Kennedy pun diberi jaminan oleh Indonesia untuk menanam Saham di Papua bila daerah tersebut dikuasai oleh Indonesia. Oleh sebab itu, diutuslah mantan DUBES AS di India sebagai penengah antara Indonesia & Belanda yaitu Mr. Elsworht Bunker.

Maka lahirlah usulan yang dikenal yaitu Usulan Bunker, antara lain : Belanda Menyerahkan Administrasi Negara Papua Barat kepada Indonesia melalui suatu badan PBB (Yaitu UNTEA – United Nation Temporary Authority), dan Administrasi Negara Papua akan diatur dan diurus oleh Indonesia hanya selama 25 tahun saja, setelah itu Indonesia akan memberikan Referendum kepada Rakyat Papua untuk Menentukan Nasibnya Sendiri (Apakah tetap dengan Indonesia atau lepas berdiri sendiri).

Dari usul inilah, sehingga melahirkan Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani di Markas Besar PBB pada tanggal 14 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma (Rome Agreement) yang ditandatangani pada tanggal 30 September 1962 di Italia. Yang mana, Perjanjia New York mengurus tentang Proses Peralihan Administrasi Negara Papua dari Belanda ke UNTEA tahun 1962 kemudian diberikan lagi kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Sedangkan Perjanjian Rome yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Referendum atau yang dikenal dengan PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) yang direncanakan pada tahun 1969, dibatalkan saja atau bula perlu dihapuskan.
  2. Indonesia mengatur dan mengurus Papua hanya selama 25 tahun saja, terhitung mulai tanggal 1 Mei 1963.
  3. Hasil PEPERA diterima di muka umum sidang PBB tanpda ada perdebatan.
  4. Amerika berkewajiban untuk menanam Sahan di Papua Barat demi kemajuan daerah tersebut.
  5. Indonesia akan mengirimkan Transmigrasi ke daerah Papua untuk Assimilasi dan Perkembangan Pembangunan.

**************
Oleh sebab itu, Belanda terpaksa meninggalkan Papua pada Oktober 1962 dan diganti oleh Pasukan UNTEA. Selama keberadaan UNTEA di sana (Papua) pun tetap diserang oleh rakyat Papua. Contohnya penyerangan Marka UNTEA di Manokwari pada bulan Februari 1963 yang dipimpin oleh Sergean PVK (Papoea Vrijwilleger Korps) Permenas Ferry Awom dan Papuan Police yang dipimpin oleh Yohanes Jambuani.

Ketika dikumandangkan TRIKORA juga banyak menyebabkan korban rakyat Pribumi Papua yang dibunuh oleh Militer Indonesia. Setelah dikuasai pun juga banyak terjadi Pembunuhan Masal Rakyat Pribumi Papua oleh Indonesia.

Setelah masuknya Indonesia tanggal 1 Mei 1963, Papua langsung diberi Otonomi Khusus oleh Soekarno tetapi dicabut lagi oleh Soeharto tahun 1966 melalui Ketetapan MPRS no.21. Tahun 1966. Pasal 6.

Apalagi menjelang tahun 1965 setelah terjadi penyerang Markas Arfai (Ex. Marka PVK) yang hingga menyebar ke seluruh daerah kepala Burung (Vogel Kop) yaitu Manokwari, Sorong, Ayamaru, Kebar, Saukorem, Sausapor, Makbon, Ransiki, Merdey, Anggi, Menyambou, dll.

Akibat inilah yang menyebabkan hingga penduduk Pribumi Papua telah menjadi berkurang hingga saat ini. Selain itu, masih banyak lagi Operasi-operasi Militer Indonesia lagi yang menewaskan ratusan ribu rakyat Pribumi Papua. Kemudian lebih parah lagi menjelang diadakannya PEPERA tahun 1969 – 1984. Akibatnya banyak Rakyat Papua yang mmemilih untuk melarikan diri ke Luar Negeri.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, turun temurun hingga anak cucu orang Papua pun bahkan menjadi lebih dendam. Apalagi ditambah dengan adanya penyebaran Virus HIV/AIDS di Papua. Itul merupakan salah satu bukti terjadinya Genocide di Papua.

PEPERA pun akhirnya tidak diijinkan oleh Indonesia dan Amerika untuk memilih sesuai mekanisme/prosedur Internasional yang seharusnya Satu Orang Satu Suara (One Man One Voute) tetapi diubah menjadi sistem perwakilan. Dimana dibentuknya Dewan Musyawarah PEPERA (DMP) yang mana pesertanya adalah Tokoh-tokoh Adat Papua yang dipilih dan ditunjuk dibawah penodongan senjata oleh Militer Indonesia melalui Organisasi Inteligen KOSTRAD yang diberi nama OPSUS (Pimpinannya adalah Ali Murtopo).

Makanya Kontrak Kerja PT. Freeport pun ditandatangani pada tahun 1967 ( sebelum Referendum tahun 1969).

Akhirnya Papua Barat berhasil dikuasai oleh Indonesia, dan Pembangunan pun diadakan dengan setengah hati oleh NKRI karena Daerah ini masih tetap berada dalam Status Quo di NKRI. Buktinya, setelah PEPERA pun belum ada Ketetapan MPR atau Undang-Undang yang Mensahkan masuknya Papua ke dalam NKRI. Sedangkan Timor Leste saja disahkan oleh Ketetapan MPR tetapi setelah Merdeka lalu dicabut Ketetapan tersebut.

***************
Demikian hingga saat ini, Papua tak akan pernah tinggal diam di atas Kekayaan Alamnya yang telah diberikan Tuhan Allah.

Penulis adalaha, Mantan Wartawan Pasifik Pos

Rabu, 27 Agustus 2014

Novela Nawipa: Jangan Menilai Saya, Coba Simak Semua Pernyataan

JAKARTA - “Teman-teman facebook  terima kasih untuk semuanya.  Namun saya harap jangan menilai saya karena saya kader Partai Gerinra, akan tetapi coba simak baik semua pernyataan saya yang telah saya sampaikan itu.  Sebab hal tersebut merupakan sebuah proses dari pembodohan politik yang sedang tertanam dan berakar serta bertumbu subur di Papua.

Hal tersebut ditulis, Novela Nawipa. Sabtu, (23/8) lalu, melalui akun pribadi facebooknya, tidak lama ini.

Namun. Lanjutnya, Jangan kita menupuk terus, “Bongkar semua kejahatan politik yang dibikin itu. Oleh karenya, saya berpikir bahwa mari kita bersama-sama mengkritisi semua dana Otonomi Khusus (OTSUS) yang telah bergulir di tanah Papua, tapi nyatanya tidak dinikmati oleh orang Papua, “Status, Ketua DPC Gerinra, Kabuapten Paniai itu. 

Saksi calon Presiden Indonesia nomor urut 1 (satu), Prabowo Subianto. Dari Provinsi Papua, Kabupaten Paniai, Distrik Paniai Timur, Kampung Awabutu itu, menanyakan sejumla poin kepada setiap individu-individu yang selama ini menyoroti penampilan dirinya saat persidangan sengketa Pilpres di Makahmah Konstitusi, yakni;
Apakah kita sudah mendapatkan Pendidikan dan Kesehatan yang baik melalui dana Otsus ? 
Apakah sudah ada pemerataan pembangunam di tanah Papua ?
Apakah dengan beroperasinya PT. Freeport di tanah Papua sudah menjawab semua permasalahan kami ?
Juju kawan-kawan, Saya tidak membenarkan diri saya namun sesungguhnya siapa yang penjilat dan penghianat  ?

“Cukup sudah sampe disisni,  ko dan saya hadapi nasib itu. Tapi,  jangan anak cucu kita mengalami hal yang sama. Jujur, saya bukan mencari sensasi namun minta kebenaran dan keadilan harus ditegakan, “Tukasnya.

Ingat ! Siapapun dia Presidenya tra mungkin menjawab kita punya persoalan, “hanya kitalah yang akan bangkit memimpin di negeri kita sendiri, dimulai dengan keadilan dan kebenaran yang bermartabat.

Mohon maaf !  Jika tingkah dan cara saya berbicara telah menyinggung teman-teman semua. Demikian tulis, Novela, distatus facebooknya.


Jackson Ikomouw

Selasa, 26 Agustus 2014

MILITER INDONESIA MEMBUNUH KETUA KNPB DI SORONG PAPUA

Mayat Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB)
Alm.Martinus Yohame. (FOTO: Steven Peyon)
SORONG- Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, Martinus Yohame dibunuh militer Indonesia, juga ditemukan tak bernyawa. Awalnya “Pada, rabu 20 Agustus malam sekitar 12.00 WIT, Martinus di telpon oknom tak kenal, akhirnya memenuhi panggilan tersebut, dan menggunakan sebuah mobil.

Pada hari yang ke dua keluarga Almarhum mulai lacak keberadaannya.Sampai tidak di temukan. Untuk mengetahui identitasnya, namun Wakil ketua KNPB bersama keluarga menuju ke Polres, dan Komdim 152 sorong, tetapi pihaknya tidak memberikan jawaban. Sehingga keluarga korban pulang kembali ke rumah. 

Dari sejak itu, dirinya  hilang hingga kemarin sore, telah di kabarkan bawah; mayatnya sedang semayamkan di RSUD Kampung baru Kota Sorong, Papua.  Maka hari ini kami keluarga besar KNPB berduka di secretariat KNPB sorong.

"Otak yang melakukan pembunuhan ini, ialah Militer Indonesia yang sedang bertugas di Kota Sorong. Oleh karenya, Kami minta Pemerintah Indonesia dan Aparat Indonesia segera bertanggung jawab atas tindakan pembunuhan yang dilakukan tanpa menghargai hak hidup bagi setiap manusia di Dunia. (Baca: http://kaumindependen.blogspot.com/2014/08/knpb-pusat-penculikan-martinus-yohame.html)

Demikian, Kata Ones Nesta Suhuniap, ketika diminta keterangan oleh wartawan kaumindepnden, Selasa, (27/8)9. Terkait pembunuhan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu, melalu handphone.

Jackson Ikomouw

Sikat Kuwait 6-1, Persipura West Papua ke Semifinal AFC Cup

Persipura team asal Papua Barat, menuju ke Final
ketika mengalahkan team asal Kwait. (FOTO/Ils)
JAYAPURA - Persipura Papua Barat melaju ke semifinal AFC Cup 2014 setelah di leg kedua mencukur juara bertahan Kuwait SC 6-1. Hasil itu juga membuat Tim Mutiara Hitam ini mencatat sejarah setelah menjadi tim pertama di wilayah pasifik yang lolos ke babak tersebut.
Saat menjamu Kuwait SC di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (26/8), Persipura langsung menekan di awal pertandingan. Hasilnya tuan rumah sudah unggul 1-0 setelah Robertino Pugliara menyelesaikan dengan baik umpan dari Bio Paulin di menit ke-2.
Tertinggal 0-1 membuat Kuwait mencoba menekan namun para pemain tampil disiplin meredam serangan lawan. Persipura masih tetap mencoba membuka peluang dan akhirnya bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-43.
Gol tersebut memanfaatkan kecermatan Boaz Solossa setelah menerima umpan Ruben Boaz, Dia menusuk melewati dua pemain belakang lawan dan melepaskan tendangan jarak jauh ke gawang Kuwait setelah kiper Kuwait Musab Al Kandari maju ke depan.
Sebelum turun minum, tuan rumah semakin unggul setelah Pugliara berhasil memanfaatkan umpan Tobo sebelum menaklukkan kiper Al Kandari. Skor 3-0 bagi Persipura bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Persipura belum mengendurkan serangan. Pada menit ke-52, Titus Bonai memperbesar kemenangan Persipura menjadi 4-0 setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang. Kuwait sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 di menit ke-65.
Namun hanya satu menit berselang Robertino mencetak hat-trick di pertandingan ini dan membuat skor menjadi 5-1 lewat sepakan kaki kanannya. Serangan Persipura semakin menjadi-jadi menekan Kuwait yang bermain depan sepuluh pemain di menit ke-68.
Pemain Kuwait F.Al Alreshidi mendapatkan kartu merah setelah menendang perut kiper Persipura. Menjelang akhir laga sontekan kaki kiri Yohanes Ferinando Pahabol saat berhadapan dengan kiper Al kandari membuat Persipura unggul jauh 6-1.
Dengan demikian, Persipura membuat sejarah lolos ke semifinal dengan unggul agregat 8-4 dari Kuwait SC yang merupakan tiga kali juara Piala AFC. Pada leg pertama skuat besutan Jacksen F Tiago ini sempat kalah 2-3 di Kuwait.


Jackson Ikomouw

Minggu, 24 Agustus 2014

Pandangan "Kegoo" di Kalangan Suku Mee, Papua

Oleh: Inatius Fr Bobi*)

Tuan Frans Bobii. (FOTO/Dok)
Papua, Kepercayaan terhadap benda-benda gaib merupakan salah satu tradisi dimasing-masing suku di Papua termasuk suku Mee. Oleh marga-marga yang mendiami pelataran gunung Weyland [Kegata-Makataka], menganggap benda-benda tertentu memiliki kekuatan gaib diluar kekuatan manusia. Matahari, bulan, bintang dan hewan-hewan termasuk kosmos disekitarnya dipandang sebagai pengarah jalan, petunjuk, dan pemberi informasi, [kompas] yang mampu menentukan masa kini, besok dan masa depan mereka.

Hubungan yang jalinan antara manusia dan benda-benda tertentu yang dianggap penyelamat berdasarkan pengalaman yang dirasakan, dialami, dilihat dalam kehidupan sosialnya. Sebabnya dalam proses mempertahankan hidup marga-marga dalam suku Mee memiliki masing-masing kekuatan gaib yang diyakini sebagai dewa penyelamat mereka. Di masa lalu mite “Kego” dipandang sebagai suatu peristiwa pemberi infomasi atas perbuatan yang dicurigai kepada seseorang karena kehilangan barang, kematian seseorang.

Jika seseorang mencuri, atau membunuh seseorang dengan mengunakan jimad, untuk mencari tahu penyebab pelaku atas kematian ataupun kehilangan barang milik orang lain maka kerap kali keluarga almarhum mencari tahu sebab akibat kematian seseorang.

Peristiwa “Kegotai” hanya bisa dilakukan oleh orang khusus [tertentu], yang memiliki hubungan erat dengan benda-benda gaib. Secara harafia’’Kego”memiliki arti pemberi, memberi tahu”, dan Tai artinya melakukan, melaksanakan” merujuk pada gerakan peristiwa tersebut. Maka Kego [benda] adalah suatu peristiwa yang dilakukan guna mendapatkan keterangan atas ketidaktahuan suatu peristiwa, baik kehilangan barang, kematian seseorang.

Biasanya, proses pelaksanaan “Kegotai” oleh orang tertentu mengunakan benda-benda yang didapatkan dari kekuatan gaib atas jalinan tertentu. Penjelasan diatas mendapatkan keterangan bahwa” Kego” menunjukkan benda yang digunakan”sedangkan “Tai” menerangkan atas gerakan yang dilakukan oleh orang yang melakukan peristiwa sacral dimaksud.

Makna yang terkandung dalam proses ini bukan dipandangan sebagai suatu gerakan gargoisme, animism, akan tetapi penghayatan suku yang sudah berkembang, dihayati, diyakini sebagai ciptaan ALLAH [ugatamee,Ugaugamee,]. Karena itu gerakan ini menjadi suatu penghayatan atas kekuatan ALLAh melalui benda kosmos yang diyakininya semenjak zaman Isolemen, zaman Simbiotik hingga zaman Misionaris.

Di kalangan marga-marga suku Mee, paham “Kegotai” merupakan mitos yang dapat memberikan pencerahan dalam kegelapan persoalan bersifat situasional. Ada beberapa jenis “Kegotai” dikalangan suku Mee, diantaranya, Meeyiwi, Tinoubay,[tunibay], Baupana, Duwaikomauga, Pekataumai, Matokatuwai, Bobauga, Matokatuway, Bogauga, Yuweda, Bobauga, dan masih ada yang lain. Berbagai jimaat yang dimiliki akan memberikan suatu pandangan kearah masa depan guna menentukan siapa yang bersalah.

Sejumlah jenis jimaat ini akan bertindak sebagai rambu-rambu untuk memastikan siapa yang mencuri atau membunuh atas suatu masalah. Jika jimaat yang dilakukan itu tidak kena sasaran kepada siapa yang ditujukan maka akan dilakukan pencabutan kembali. Upaya mencabut kembali adat [jimat] yang di lepas kepada orang yang dituduh, maka harus mengumpulkan materi dan kesiapan mental, misalnya, uang, hewan korban, bahkan jimat yang berkelas tinggi harus menyerahkan seorang gadis perawan.

KNPB PUSAT: PENCULIKAN MARTINUS YOHAME, “PEMERINTAH INDONESIA SEGERAH BERTANGGUNG JAWAB !

“Badan Intelijen Negara (BIN) dan Militer Indonesia adalah actor utama yang melakukan penculikan terhadap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) saat menggelar
Konfrensi PERS, di depan Kantor Wali Kota Sorong.
FOTO:Ones.
JAYAPURA - “Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, segerah tanggung jawab, soal hilangnya Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong, Martinus Yohame, sejak 20 agustus 2014 lalu, yang hingga kini belum ditemukan. Demikian. Kata Sekhertaris Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Ones Nesta Suhuniap. Melalui ketarangan tertulis yang diterima media ini.  Senin, (24/8) pagi tadi,

Sebelum kejadian, Martinus Yohame bersama pengurus KNPB Sorong, menggelar konfrensi press di deepan kantor Wali Kota Sorong, sekitar pukul 15.00 WPB. Penyataan yang dilontar pada saat konfrensi pers ialah penolakan mengenai Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di tanah Papua, serta menolak Illegal Logging yang sedang beroperasi di seluruh tanah Papua, “Jelas Ones, Senin.

Bahkan, Menurut Ones, sempat juga dapat telfon dari pihak-pihak yang tidak dikenal. “Oleh karenya,  kami menduga bawah Aktor utama yang melakukan tindakan tersebut ialah, Badan Intelejen Negara dan Aparat Militer Indonesia, untuk mengamankan kedatangan SBY sebab sebelmnya,  KNPB menolak kedatangan Presiden Rebuplik Indonesia. “Tulisnya.

Sebelum kejadian, seluruh satuan Militer Indonesia bersiaga  di Papua terutama di Sorong dan  Raja Ampat siaga 1, Sejak  dari tanggal 1 Agustus hingga 23 Agustus 2014.
 
Kami mohon, Tutur Ones, Dari semua pihak advokasi Hak Asasi Manusia ditingkat Nasional maupun internasional, dan aktivis Ham, serta Komisi Ham internasional bahwa, “segera mendesak kepada Presiden Indonesia untuk  mengembalikan Ketua KNPB Wilayah Sorong dengan keadaan baik. 
Sementara itu, pihak Intelkam Polres Sorong mengatakan, Kami akan cari sama-sama. Sebab, selama ini keamanan semua di jaga ketat oleh TNI, “Jangan sampai Ketua ikut terlibat dalam kegiatan di Waisai Kabupaten Raja Ampat” Ujarnya Intelkam polres sorong kota.

Selain itu,  KODIM juga mengatakan hal yang serupa, “Kami selama ini ingin mau ketemu dengan Martinus Yohame karena kami membawa uang dari Jakarta untuk memberikan kepada KNPB tapi kami belum ketemu dengan KNPB” Ujarnya


Ini pernyataan dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat. terkait penculikan.

Namun, Berhubung dengan penculikan Ketua KNPB wilayah Sorong, maka kami KNPB menyampaikan sikap sebagai berikut :
Satu;  Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Gubernur Irian Jaya Barat (IJB) Gubernur Papua Kepala BIN , Pangdam Cendrawasih, Polda Papua segera bertanggung Jawab atas penculikan Ketua KNPB Wilayah Sorong MARTIMUS YOHAME;
Kedua; Kami seluruh Pengurus dan KNPB wilayah sorong sampai merauke mendesak kepada Pangdam Polda Paua Kepala Bin Kopasus Segera kembalikan Ketua KNPB Wilayah Sorong Martinus Yohame sebelum tanggal 1 September 2014;
Ketiga: Aparat TNI/POLRI, BIN, KOPASUS dan Intelejen Indonesia segera hetikan penculikan, Penagkapan, Teror Intimindasi Terhadap Seluruh Aktivis KNPB sorong sampai Merauke;
Ke-Empat; Mendesak Kapolres dan Dandim wilayah Sorong segera bertanggung Jawab dan kembalikan Ketua KNPB wilayah sorong;
Dan yang Ke-Lima; Mendesak Kepada Amesti Internasional, KOMNAS HAM Pusat dan Papua dan lembaga kemanusiaan lainya segera lakukan penjelidikan terhadap Penculikan Ketua KNPB wilayah Sorong Martinus Yohame.

Kelima pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekhertaris 1 (Satu) Komite Nasional Papua Barat (KNPB) 


Jackson Ikomouw



Penderita Diare mencapai 70-an, di RSUD Abepura, Papua

FOTO:ILS, Penderta Diare
JAYAPURA - Sejak dua pekan lalu dari Kamis (21/8)-Jumat (22/8) jumlah pasien diare balita dan anak yang datang dan dirawat di RSUD Abepura, Jayapura, Papua, mencapai 70 orang. Sebelumnya, cuma 30 pasien

Lanjutnya, Tempat tidur lipat ekstra terus kami buka sampai 20 unit, sehingga jumlah pasien diperkirakan sekitar 70 orang lebih," Demikian, kata dr. Lilya Wildhanie, di Jayapura, pada minggu (24/8) siang tadi. Kepada media ini, via handphone.

Kemudian, 10 tempat tidur lipat dibuka lagi," ujarnya.  “Meski demikian, kata dia, pihaknya terus berupaya agar mengobati pasien secara baik. Sebagian pasien diperbolehkan pulang karena sudah tidak lagi buang air dan muntah setelah minum obat dan tidak dehidrasi setelah cairan dipasang.

Jackson Ikomouw

Bebaskan, Wartawan Internasional dan Rakyat Sipil di Laya Jaya Papua

JAYAPURA – “Hentikan segala macam stigmatisasi kepada warga sipil di Kabupaten Jayawijaya. Juga segera bebaskan,  Kepala Suku Besar Lani Jaya, Areki Wanimbo bersama tiga warga sipil,  serta dua wartawan asal prancis yang ditangkap pada 6 Agustus 2014 lalu. Demikian kata Pastor John Jonge melalui keterangan tertulis yang diterima media ini.  Minggu (24/8) .

Menurut, Pastor Jhon, Tindakan polisi itu tidak sesuai prosedur hukum sebagaimana yang ditetapkan dalam, KUHAP Pasal 18 ayat (1). Penangkapan dilakukan tanpa surat tugas, surat penangkapan, dan surat penggeledahan.

“Tindakan tersebut, terbukti melanggar, KUHAP Pasal 18 ayat (1), “Katanya.

Selain itu, Lanjutnya, empat warga sipil tersebut masih diperiksa dan diinterogasi serta masih di bawah tekanan pihak kepolisian. 

Namun.  Ini merupakan suatu bentuk teror terhadap masyarakat kami dan telah menimbulkan ketakutan bagi Masyarakat Pegunungan Tengah, Papua dan Wamena secara khusus,” ungkap Pater John lagi. 
“Oleh karenanya, hentikan segala bentuk tindakan kekerasan terhadap warga sipil, dan wartawan Internasional sebab tindakan kepolisian diluar prosudur hukum.
Sementara itu, Aktivis dari  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) gelar mimbar bebas, di Alun-alun  Utara, Kota Jogyakarta, Minggu, (24/8) malam tadi.  Untuk menyikapai tindakan aparat militer Indonesia terhadap wartawan warga negara Prancis. 
Mahasiswa Papua di Kota Jogyakarta, menuntuk 3 (tiga) tuntutan kepada Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yodhoyona, yakni:  Pertama; Bebaskan Thomas Dandois dan Valentine Bourrat Tanpa syarat. Kedua;  Mencabut larangan terhadap wartawan asing untuk meliputi di Papua sejak 1963 hingga sekarang. Ketiga; Berikan kebebasan bagi Jurnalis Internasional untuk hadir di Papua
Demikian, tegas Kordinator mimbar bebas, Sony Dogopia, saat aksi di alung-alung utara Kota Gedeg. Pantauan media kaumindependen, disela-sela itu. 


Jackson Ikomouw


Kamis, 21 Agustus 2014

DKPP: KPU Dogiay Terbukti Melanggar Kode Etik Pemilu

http://i.ytimg.com/vi/ns_j3QoGTSo/0.jpg
Ketua KPU Dogiay, Didimus Dogomo. (FOTO:ILS)
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Dogiay Provinsi Papua, terbukti melanggar kode etik dalam penyelenggara pemilu. Akhirnya Majelis DKPP memutuskan, Ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum akan dipecat.

Dimana disebutkan, setiap pihak, termasuk negara, tidak boleh menghalangi, membatasi, dan menghapuskan hak-hak konstitusional seorang warga negara pun, karena yang demikian itu melanggar hak-hak asasi warga negara. Hal tersebut, menurut majelis hakim DKPP telah diatur dalam Pasal 43 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Hakim berpendapat, setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih (rights to vote and right to be candidate), yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Ketua dan anggota KPU Dogiyai dianggap tidak menjalankan rekomendasi Panwaslu Dogiyai.Yakni, tidak melakukan penghitungan dan pengumutan suara di dua distrik, Mapia Tengah dan Mapiai Barat.

Ketua dan anggota KPU juga dianggap kegagalan dalam mendistribusikan logistik Pemilu atau tidak tepat sasaran dan tepat waktu, namun menyebabkan hilangnya hak pilih masyarakat.

“Memutuskan mengabulkan seluruhnya pengaduan pengadu Bawaslu Provinsi Papua terhadap teradu ketua dan anggota KPU Dogiyai,” Demikian kata anggota majelis hakim DKPP, Nur Hidayat Sardini ketika membacakan putusan di ruang sidang Kementerian agama, Jakarta, Kamis (21/8). Siang tadi.

“Bahwa terhadap gagalnya penggunaan hak memilih tersebut, sudah sepantasnya apabila Teradu Ketua dan Anggota KPU Dogiyai dikenakan sanksi berupa pemberhentian tetap,” ujar Sardini.
Ketua KPU Dogiyai yang diberhentikan tetap itu bernama Didimus Dogomo, dan anggotanya, Yohanes Iyai, Ev Emanuel Keiyai, Yulianus Agapa, dan Palfianus Kegou.

Selasa, 19 Agustus 2014

Minta Data Penghuni, TNI dan Intel Datangi Asrama C 39 Kota Bandung

Laporan: Jackson Ikomouw*)

Ini Satu Anggota TNI dan Dua Intel, yang datang
di Asrama Ciloa 39 Bandung, Jawa Barat.
(FOTO: SI/Jackson Ikomouw)

BANDUNG - Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpakaian lengkap dan 2 (Dua) oknom berpakaian preman, mendatangi asrama Ciloa 39 Bandung Jawa Barat. Pada, Rabu, (20/8/14). Pukul 8.37 pagi tadi.

Ketika ditanya. Salah satu dari mereka, mengatakan, “Kami datang kesini untuk minta data penghuni, “Kata seorang anggota, yang bernama Sugianto.

Saya balik bertanya: Untuk apa kalian minta data? “Guna mengantisipasi soal munculnya ISIS di Indonesia, “Kata, Paitua Gendut yang berpakaian Loreng itu.

Dimandatkan dari siapa ? Oleh Pak Koramil serta Pemerintah Kota Bandung. Kemudian, saya mengatakan, Apakah, warga lain atau penghuni di kontrakan sekitar sini diminta data mereka atau tidak ? Tra jawab pertanyaan saya, bikin kaiya orang mono saja.

Namun, saya mengatakan, Pak Danramel, sudah sampaikan saat pentas Band, pada 17 Agustus malam kemarin. Beliau juga minta warga disini untuk pasang balio. Sebagai bukti penolakan terhadap kehadiran ISIS di Kota Bandung, “Ujar saya.

Ini TNI, Bernama Sugianto. (FOTO: SI/JI)
“Oke baik Pak, entar saya ke Kantor Koramil, untuk memastikan kedatangan kalian. Bahkan, saya  bicara langsung dengan Pak Koramil. Pada kesempatan itu, diminta foto bersama, mereka tolak. Kemudian, mereka pulang dengan menggunakan motor yang dikendarai. 

Sementar itu, Adik saya yang berinisial SK mengatakan, “Siang kemarin, Pukul 2.00. Ada dua orang anggota, mendatangi Asrama Ciloa minta data penghuni, “Katanya.

SK bilang, kepada kedua anggota tersebut, bawah “Saya baru datang kulia, namun belum tahu soal data penghuni disini. 

Namun. Lanjutnya, Karena saya biasa panggil mereka “Abang” saja. Oleh sebab itu, nama-nama mereka saya belum saya belum tahu.

Kemudian, Anggota yang bernama Sugianto kembali tanya, Sudah ada surat pindah? Saya menjawab, soal itu saya belum tahu, “Kata adik-ku.

Hal serupa juga, sedang atau/sudah terjadi di beberapa Kontrakan dan Asrama Mahasiswa Papua di Bandung serta seluruh Mahsiswa Papua yang sedang menganyam pendidikan di Jawa dan bali.

Pada, Senin, (18/8). OTK mendatangi asrama Fak-Fak di Dago. Oknom tersebut bilang, saya Mahasiswa Merauke, nama saya Dody, tinggal di Cilaki. 

Mengaku dirinya bernama Dody itu, mengatakan, “saya datang kesini untuk minta Proposal Panitia musyawara besar Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua (IMASEPA) untuk mau diajukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, “Ujar Ketua Panitia, sambil menyiru kata oknom yang mengaku Dody itu. “Wahh, Saya heran dari mana, Dia bisa tahu no hp saya herang, “Katanya.

Selain itu, di Kontrakan Mambramo dan Lani Jaya di Kota Bandung pun, Intel terus Pantau aktivitas Perkulihan para penghuni. Bahkan perna masuk kontrakan mereka.

Minggu, 17 Agustus 2014

Pelayanan, Untuk Memberkati Bangsa-Bangsa.




Oleh: Nelly Theresia Tebai *)

Suatu ketika saya mendatangi sebuah Mal. Mal itu bernama "Matahari", terletak di jatung Kota Jayapura, Papua. Dari sekian ratus pelanggang, salah satunya Ialah saya. Ketika menginjakkan kaki di pintu masuk, Roh Kudus berfirman untuk melayani para pegawai di Mal itu. Namun, saya mintah kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan kesempatan untuk dapat melayani para Karyawan dan Karyawati di Mal itu.

Namun, Tuhan menjawab “Doaku”. Sebab, anak angkat-ku, kebetulan sedang kerja dan/atau melayani para pelanggang tersebut.

 “Saya sangat Mengucap Syukur kepada Tuhan !!

Sekarang, sudah menjalan 2 (Dua) tahun, dapat melayani para karyawan dan karyawati di toko Matahari kota Jayapura.

Oleh karenanya, Kita perlu ketahui bawah; Hari hari ini Tuhan. Maka Tuhan mau kita menjadi alatNya. Bukan hanya pelayanan di waktu hari Sabat atau hari Minggu. Akan tetapi juga, setiap hari. “Kita menjadi saksi-saksi bagi-Nya.

Dalam Injil Lukas 10:19, berkata. “Karena sesungguhnya aku telah memberikan kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan aku.
Tuhan sudah melengkapi setiap kita dengan Kuasa Roh Kudus dan mengaruniakan Roh keberanian bukan roh ketakutan .

“Puji Tuhan lewat pelayanan ini hampir karyawan karyawati sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat dalam pribadi-pribadi mereka, juga dalam aktivitas hidup.

Dari tempat tersebut, ratusan jiwa diselamatkan. Puji Tuhan, karena karyawan dan karyawati yang say pelayanan mereka menjadi saksi bagi orang lain .
Setiap kali ibadah Tuhan beritahukan agar mereka tetap bersinar bagi Kristus. Sesuai dengan nama tokoh “Matahari”. Untuk setiap hari mereka dipanggil agar dapat bersinar bagi banyak orang mulai dari Papua hingga ke bangsa-bangsa lain. Nama Yesus disanjung tinggi hingga akhir zaman.

Kamis, 14 Agustus 2014

puisi : Tangisan Alam Papua

    Disana ada tangisan
 Merindukan sang Pangeran
Untuk membebaskannya.
Sambil  bertanya siapakah sang pangeran,
Yang  akan datang membebaskanku,
menghentikan tanggisanku dengan,
segalah beban  di pundaku.
Penguasa meliter,
penguasa kapitalis, dan
penguasa  imperealis,telah menguasaiku
Mereka menguras dan menyakitiku,  Kapankah berakir semua penderitaanku ini 
 Mereka membuatku Tak berdaya
dimanakah keadilan mereka,
 kemenanganku disembunyikan oleh mereka
saya hanya bermandi bergumuran darah
yang selalu tumpah dan membasahiku,
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisa hanya pembunuhan
Ingatlah aku wahai....
generasih penerus Bangsa papua barat, satukan barisan di pagi hari
 bangkitlah bersama semagat Pagimu ,walaupun kamu terbebani,
katakan dengan semagat pagi LAWAN.
Kawan....

Jangan hanyanlah terdiam di sudut kebimbangan 
untuk menuntut hak kebebasan, menuju perubahan.

Bangsa Papua Barat.

                       Oleh: melvin Boy's

Kamis, 07 Agustus 2014

Duamo island has its own uniqueness

Pulau Duamo Memiliki Keunikan Tersendiri

By. Jackson Ikomouw*)

Duamo Island. There is a lake amid TIGI, Deiyai ​​District, Papua Province. There are many fish fishing community. There is also a picnic in December. There was even a cave, and the cave bird nest in the wallet. The potential in this island very attractive to visitors. The visitors usually use boats to reach even seedbok to the island. The island is not Jahu mother Deiyai ​​District Municipality, Waghete. 

Of the many unique stored on the island, one of the most unique on this island is the rhyme of the Lord Jesus and Mary. "Trick to see: Just taru coin one hundred dollars in front of the statue, will itself will appear as statues of Jesus and Mary. 

Statue of Jesus and Mary on the island it is not made ​​by man but has existed since time immemorial, and it is natural. As well, the front of this island, there is a similar stone human face. 

Then, when the season Gurami, the Society held a place of game fishing. They often use baits that are lumit life. Not only that, there is also a picnic even in December, they took B2, noodles, and other daily necessities, and this time I was eleven years old we ever get there. 

It's the story: 
Story Experience Into Duamo Island, "Yeii..Yeii Anukai Adii Maga yee, Ani Uwoo Teuwinoo / Teninenoo! 

At that time, Mando Mote, Fredi Pekei, Ales Mote, Jekson Tekege, Jekson Ikomou Jairus Mote, Orgenes Pekei, Hosea Gobai and Melianus Pekei. We had headed Duamo, in December. We aim for a picnic. Initially we prepare, Rice, Noodles, B2. Etc.. But we headed off the end of a long field Waghete about seven o'clock in the morning. Using a mama-owned parahu Jekson Tekege 

When the circumstances of Lake Tigi, no shady water waves. I shared Orgenes dimintah to row a boat, then I am willing. Arriving mid, because I asked you for Jekson tired Tekege to replace me eventually jekson Tekege willing. Then about eight o'clock we reached the island safely Duamo state. 

We started the movement cook, we eat together after cooking. Shortly we eat, Orgenes Pekei, say, Kowakeii kou biyopa kouya Eniya tougaikai, he said it was to frighten frighten us, because he has experience mennjangkau to Duamo island. 

Orgenes said, "Ikiyaekina kouko Biyopa kouya yamakiyake taiI, eniya nidoteka! When he said that, my heart began to thud-thud-bath tub. But with my fear B2 menaru piece in the corner stone beside me. Orgenes said again, "Keito keike eniyakoo mobu tekai pigaika, Yamaki inoma okeiko ebee ibokaa! the mando beads and other kawan2 also manaru B2 in the corner stone. 

After we ate, Orgenes said, "now we all showered, I want a shower so tra! Then as soon as we opened pakean for bathing, swimming our competing. When our current preoccupation bath, B2 which had us fighting the corner of the stone, he went to take the meal in front of us. It was my emotions ... ..saya skalii said, "Ehh Akii dimibeu Kete, ko kou eniya yamakegai noooo! "Nooo kowakeii Kigadoo heart," he says. 

Mando began to say, "Be..be..be Kowakeii, Mee gadoo ko, ko koudani beu noo !! ..teman-friend lainpun very emotional with Orgenes attitude at that time. 

After that we invite Orgenes streets in the cave, we started early entry, Orgenes said, "Kowakeii Tuba / meenoo Meee gopai kaa noo noo Yamouwiipage ... Owapa Uwii. 

Jairus Mote said, "Beuu..beuu makooo kowakeii, puyapuga noo, noo kou Auwaa domii yenoo koo / MeeBadoo komo kou !! I started very scared, because it was dark in the cave. 

Then we went back to where we cook before, but we prepare all of our stuff down before, when the waves hit the rocks Area Duamo island, and we were swung parahu .. 

Fredi Pekei said, "Kowakeii Ukiya Iboo koo, inikee uwoo uwinakaa! 
Mando: "Bee akiwedagatee, wedaki peukiii heheheheheheeh! 
Fredi: "Beukipakoo, ikiyaa coma koo neukita !! 
Melianus: "akiwedagate, aniyaa keikipigaa 
Jekson Ikomou: "enakaa neukii! 
Jairus, Ales, Orgenes, and Jekson Tekege, we laugh ... 

Later, Alex and Orgenes started rowing boat, but the boat we were riding started mengombang around by the waves. 

My heart started bukbak, "Sunggu, I was so scared, tra say anything at that time. Our Parahu almost tergelam, Mando, Melianus, Jekson Tekege, Fredi, hosea, and I started to cry 
Jekson tekge: Yeii..Yeii Anukai Adii Maga yee, "Ani Uwoo Teuwinoo / Teninenoo !!!!!!!! 
Hosea Gobai: "Yii ... yi ... .Anukaii waeee magiyokaa Duamo megaiii, Aniya kouko paniyai peku noo ko beu !!!! 
Mando: KOwakeii, waiko Okomo yatougaa woniyaiikeii teneukiyaa ... Koukoo iniikee uwoo uwipage nooo !! 
Melianus Pekei, said, "Kowakii gitaa teneukeii ko, wo yatoo okomo tawani noo? 

At that time, Fredi Pekei, subject to Pray, to ask for help to God. If I, just waita course, Yuu Yuuuu..Yuuu ..! In fact, in my heart very frightened by the magnitude of the waves. 

Jairus, Orgenes, and Ales, just laugh, "peu wedako hehehhehehe yokaidoo keee, tikimeitoo enaaaheheheheheh !!! 

Furthermore, Alex and Orgenes not medayung parahu, then we were stranded at the mouth of the times Okomokebo. After arriving at times Okomo, we calmed down and there is no fear anymore. Fredi Pekei, claiming under, I was praying so we survived. 

Jairus said, "Makii second Klasis hehehehehheheheheheh, Akiya tebayam tegee kouya heheheheini crate tegee !!! we all participate ketawan with Jairus words. 

Sunggu Waves on Lake Tigi, severe very severe skali..sunggu skali ... now I can pour with ketawan, then I lost my mind. 

From this story, unfortunately there is a dead world, some of which are still living / breathing. 

You are already dead, as long as the road on the side of God Almighty