Rabu, 30 April 2014

INI PERNYATAAN SIKAP, ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) KOMITE KOTA BANDUNG

Unjuk rasa AMP di Gedung Sate (Foto: Oris/Okezone)
Unjuk rasa AMP di Gedung Sate (Foto: Oris/Okezone)
Amerika serikan dan Indonesia melalui PBB telah memainkan  peran Politik di atas tanah papua, rakyat papua yang masih memiliki Hak untuk Menentukan nasibnya sebagai bangsa yang merdeka. Namun karena kepentingan amerika dan Indonesia sehingga pada 1 mei 1963 administrasi Papua di masukan secarah paksa Oleh Indonesia.
 
Berbagai operasi militer dilancarkan oleh Indonesia untuk menumpas gerakan prokemerdekaan rakyat Papua.
 
Setelah wilayah Papua dimasukan secara paksa lewat manipulasi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) oleh Indonesia tahun 1969, wilayah Papua dijadikan wilayah jajahan. Indonesia mulai memperketat wilayah Papua dengan berbagai operasi sapu bersih terhadap gerakan perlawanan rakyat Papua yang tidak menghendaki kehadiran Indonesia di Papua.
 
Hari ini 1 mei 2014, tepat 51 Tahun, Indonesia masih saja menunjukan watak kolonialisnya terhadap rakyat Papua. Berbagai peristiwa kejahatan terhadap kemanusiaan terus terjadi di Papua, hutan dan tanah-tanah adat dijadikan lahan jarahan bagi investasi perusahaan-perusahaan Multy National Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis.
 
Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh aparat negara (TNI-Polri) dengan melarang adanya kebebasan berekspresi bagi rakyat Papua didepan umum serta penangkapan disertai penganiayaan terhadap aktivis-aktivis  Papua.
 
Bertepatan dengan 51 tahun yang menjadi hari aneksasi papua ke dalam Indonesia. Maka, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), "menuntut atau mendesak"  Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segerah;
 
Pertama; Berikan kebebasan dan Hak Menetukan nasib sendiri sebagai solusi Demokrasi bagi rakyat Papua Barat.
 
Kedua; Menutub dan menghentikan aktifitas eksploitasi semua perusahan MNC milik negara-negara Imperialis. Serpertinya: Freeport, BP, LNG Tangguh, Medco, Corindo, dan lain-lain.
 
Ketiga: Menarik militer Indonesia (TNI/POLRI) organik dan non-organik dari seluruh tanah Papua. Demi menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan di tanah Papua.
 
Keempat; Kami dari AMP mengucapkan terimakah atas dukungan Diplomat Free West Papua Campaign yang telah membuka Kantor Free West Papua Campaign di Australia.
 
Tuntutan yang Kelima; Serta, Aliansi Mahasiswa Papua juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat Australia yang telah mendukung Free West Papua Campign. Maka, Kantor Free West Papua Campign secara resmi di buka.
 
 
Pernyataan sikap dari Aliansi Mahasiswa Papua di bacakan, oleh; Ferry Kogeya, Tepatnya di depan Gedung Sate, jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat. Kamis, (1/5/15) Siang tadi.
 
 
 

Tidak ada komentar: