Kamis, 04 Desember 2014

Polda Metro Jaya Provokasi Demo Damai Mahasiswa Papua di Jakarta

Seorang  Anggota Brigade Mobil (Brimob) Sedang intimidasi perempuan Papua, saat
aksi demo damai di Jakarta Pusat (FOTO/Sindo)
Jakarat, SUARA INDEPENDEN – Senin, (1/12), Gabungan aparat Kepolisian Polda Metro Jaya, provokasi mahasiswa Papua yang di mediasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), saat  demo damai untuk peringati 1 Desember dan juga mengdukung simposium MSG di Vanuatu, di jalan Thamrin City Bundaran Hotel Indonesia, pekan kemarin.

Pantauan suaraindependen, massa tidak di ijinkan untuk melanjut demo damai di depan Istana Negara. Walaupun surat pemeberitahuan sudah ajukan. Namun beberapa menit kemudian negosiator Aliansi Mahasiswa Papua, Emanuel Gobai, bernegosiasi dengan aparat, akan tetapi pihak kepolisian tidak mengijinkan.

Dalam hal ini, aparat beralasan bawah massa mengenakan pakean bergambar bintang kejora,  Kecuali, membuka pekean, pasti akan ijin untuk aksi di depan istana”.

Kemudian, Aparat mengepung massa. Terjadi saling dorong. Adapun, massa yang dipukuli aparat. Pada tempat yang sama, Anggota Lembaga Bantuan Hukum, Emanuel Gobai pun di pukuli intel, diusai negosiasi.

Selanjutnya,  Ketua Aliansi Mahasiswa Pusat, Jefri Wenda, minta seluruh massa aksi untuk membuka pakean, sesuai dengan permintaan aparat pada negosiasi tadi.

Namun, massa membuka pakean bergambar bintang kejora. Walaupun dibuka pakean, aparat kepolisian tidak mengijinkan, malah dihadang dan pula mendorong mahasiswa Papua.

Seusai itu, Ketua Pusat membacakan pernyataan sikap. (JI/Suara Independen)


Tidak ada komentar: