Kamis, 21 Mei 2015

SOAL PANIAI BERDARAH, KELUARGA KORBAN MINTA TIM POLDA PAPUA UMUMKAN HASIL INVESTIGASI AWAL

Salah satu slide yang ditampilkan dalam sosialisasi tragedi Paniai Berdarah kepada para pengunjung Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (28/03/2015) oleh Gempa KPH Berapi. Foto: Dok. MS.
OLEH: TINUS PIGAI*)

Paniai - Masyarakat paniai terutama keluarga korban meminta Tim PoldaPapua umumkan hasil investigasi awal kasus paniai 7-8 Desember 2014. Investigasi Awal yang dilakukan tiga hari setelah Pemakaman Mayat Korban kasus paniai oleh Tim Porensik dari polda,Kodam dan Mabes Polri, Semua sisa amunisi yang kena pada korban hidup pihak rumah
sakit pernah menyerahkan dalam bentuk paket kepada Tim Porensik dari Gees House Enarotali tanggal 12 desember 2014, malam .
 Saat itu Tim Porensik mengatakan kami akan memastikan sisa-sisa amunisi milik siapa, dengan menggunakan alat canggi dan janji untuk mengumumkan Hasilnya, tetapi masih belum di umumkan hingga saat ini dan jokowi menilai semakin tinggi sorotang dunia internasional terkait kasus paniai yang selama 2 bulan lebih isunya seakan mati di indonesia terutama di papua. Beberapa minggu lalu Presiden Jokowi meminta Kapolda melalui Kapolri membuka kembali Kasus paniai, atas perintah itu Kapolda bersama Tim turun berupaya melakukan investigasi ulang dan menegosiasi otopsi 2 mayat yang amusi masih dalam tubuhnya, selama dua hari.
Masyarakat paniai terutama keluarga korban menolak keras dengan alasan meminta hasil investigasi awal oleh tim porensik tersebut, saat ini kami menunggu hasil investigasi awal dari Tim Porensik dari Polda,
kodam dan Mabes Polri yang pernah lalukan itu bukan menerima dan memberikan data kasus paniai baik dari saksi maupun korban atau mengijinkan otopsi kepada Tim Polda Papua, jadi masyarakat menolak
karena hasil bisa saja kembali seperti hasil awal yang kami masih tunggu ini, salah satu masyarakat dalam pertemuan bersama Kapolda,Tim, Jajaran DPRD, seluruh Kepala Kampung, Tokoh Masyarakat,Tokoh,
pemuda,Tokoh Agama di kantor Polres 18/05/2015,kemarin. Lanjutnya; semua data dari saksi maupun korban kami serahkan kepada lembaga yang sedang menangani ham di indonesia yakni; Komnas Ham RI dan Tim Polda bisa kordinasinya jika ada kekurangan data, kalau otopsi masyarakat dan keluarga korban sudah menolak total. Kasus ini, Komnas Ham sudah memutuskan statusnya dalam sidang paripurna bahwa kasus paniai adalah sebuah pelanggaran ham berat dan sudah bentuk Tim AdHoc sesuai uu no
26 tahun 2000 tentang pengadilan ham, edikit lagi Tim Adhoc akan turun paniai dan kami menghargai semua kerja keras dari komnas dengan baik selama ini, tandasnya.


Penulis adalah; "Tim Peduli Kemanusiaan Kab Paniai"

HASIL UN, SMAN 2 TIGI MERAHI LIMA BESAR NILAI TERTINGGI DI PROVINSI PAPUA

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tigi
Yanuarius Pigome. FOTO: Jekson Ikomou
DEIYAI, Pelaksanaan Ujian Nasional  tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Inodonesia, Senin, (13/4/15)  lalu. Hasil ujian nasional sudah disampaikan 15 Mei 2015 lalu. Namun, SMAN Negeri 2 Tigi Kabupaten Deiyai berhasil merahi 5 besar nilai tertinggi di tingkat Provinsi Papua. Demikian, kata Yanuarius Pigome S.Sos kepada TAPANEWS.com via seluler, Kamis, (21/5)
siang tadi.

Hasil ujian yang sudah disampaikan pada  bulan April lalu, ada salah satu siswa rahi 3,73. Yang bersangkut masuk lima besar tingkat Provinsi Papua.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang peroleh. Itu merupakan sebuah kebanggaan bagi SMAN 2 Tigi, maka perlu ada dukungan dari pemerintah untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi kepada siswa yang merahi nilai 3,73, “Katanya.
Walaupun, pasilitas pendidikan masih minim, Sekolah  kami mempu merahi keberhasilan yang cukup baik di tingkat Provinsi Papua. Namun, kami harap perlu ada dukungan untuk melengkapi pasilitas pendidikan yang
belum ada. Agar, di tahun berikut mendapatkan hasil yang baik, Üjarnya.

Kami sangat harap, Kata Pigome, Pemerintah Daerah, orang Tua Siswa, dan seluruh masyarakar perlu dukung kami, dengan pasilitas pendidikan dan Doa. Atas dukungan semua komponen, demi mencetak Sumber Daya Manusia yang handal Profesional untuk masa depan bangsa dan daerah.

JACKSON IKOMOUW

Selasa, 14 April 2015

UJIAN NASIONAL, SMA NEGERI 2 TIGI, BERLANGSUNG AMAN TANPA DANA

Yanuarius Pigome S.Sos, Kepala sekolah SMA N 2 Tigi.
(Foto/JI)


PAPUAERT, DEIYAI -  Hari pertama, 115 Siswa/I Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri II Tigi, Kabupaten Deiyai  mengikuti ujian Nasional, tak masalah menyangkut kekuarang soal Ujian. Demikian kata, Kepala Sekolah, Yanuarius Pigome S.Sos kepada media ini, Senin, (13/4/15) siang tadi.

“Masing-masing,  jurusan IPA dan IPS. Kemudian, Tak ada kendala dalam pelaksaan Ujian Nasional di hari pertama.

 Harapan kami, selama Ujian berlangsung dapat digelar dengan baik. Agar di tahun ajaran 2013/2014 mendapat hasil kelulusan dengan baik, Katanya.

Selain, Pengawas Ujian Nasional dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Deiyai, Pilipus Mote, menuturkan, Ujian Nasional tahun 2013/2014 digelar dalam dana sangat terbatas.

“Tahun ini tidak seperti tahun lalu. Sebab, tahun lalu digelar UN secara manual bahkan ada Dana yang sediakan oleh Kementrian Pendidikan, tetapi tahun  ini Ujian Nasional secara onlline juga belum ada dana.
“Kami sangat kesal dengan Kebijakan Mentri pendidikan dan Pengajaran, Republik Indonesia. Yang mana menegaskan pelaksanaan UN secara Olline serta belum ada dana.

 Mestinya, Kementian Pendidikan harus mengalokasikan dana untuk pelaksanaan UN.

Di Kabuapten Deiyai, ada 4 Sekolah Menengah yang melaksanaan ujian Nasional. Masing SMA N 2 Tigi, SMK N I Tigi, SMA YPPGI Gakokebo, dan SMTK Tigi. Katanya.

Jackson Ikomou