Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Keuskupan Timika Gelar Porseni Bas Ke-3 di Deiyai, Kenni Ikomouw Berikan Bantuan Beras 2 Ton



DEIYAI- Mantan Anggota DPRD Kabupaten Paniai, Kenni Ikomouw memberikan bantuan beras, kepada 7 stasih di Paroki Waghete. Kenni Ikomouw disambut atusias dan waitai dari umat di 7 stasi yang sedang dalam persiapan pembangunan rumah honai untuk persiapan Porseni Bas Ke-3 Keuskupan Timika yang dilaksanakan pada 20 s/d 29 Juni di Kampung Timipotu, Deiyai. 

Pada kesempatan itu, Kenni Ikomou mengatakan,  apa yang saya bantu bukan Kenni yang bantu tapi, atas Doa Umat maka Tuhan yang punya segalanya berikan melalui saya untuk bantun Umat Tuhan di Deiyai.

Oleh karenanya, Kata Ikomouw, Gereja Katholik Yagu, Kigou, Okomo, Waghete 2, Mugouda, Yaba, Meiyepa Waghete,  masing-masing mendapatkan  25-25 Karung. 

Salah satu Pengurus Stasi Simon Kirene, Okomo, Yulianus Pekei,  mengatakan, Kami sangat-sangat berterimakasih kepada Pak Kenni. Sudah membantu kami, juga meringankan beban yang kami sedang rasakan, “Ujarnya.

Kebaikan Pak nanti Tuhan akan membalasa lebih dari apa yang Bapak bantu, “Kata Yulianus sambil tangis.

Usai itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Deiyai itu diantar dengan Waita oleh ratusan umat, Pantauan media TAPANews.com,  Rabu, (10/60 siang tadi. (Jekson Ikomouw)

Sabtu, 30 Mei 2015

OKNUM TNI ANIYAIYA , SISWA SMK N 1 TIGI DI DEIYAI PAPUA


ALPIUS MOTE, siswa SMA N 1 Tigi.
Ia tembak oleh Brigade Mobil (Brimob) Polda
Papua  ketika pulang sekolah di Deiyai Tahun 2013 lalu.
FOTO:ILS
DEIYAI, Tiga Oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tugas di kem PT. Dewa Kresna di Kampung Ipoke, Deiyai Papua, melakukan penganiyaan, Yundra Pekei (18 Thn), yang baru saja lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tigi, Jurusan Peternakan,  Jumat, (29/5), di Kampung Woyoukita Deiyai Papua, siang kemarin.

Ini Kronologisnya
Sekitar Pukul 01.00 WIT, siang kemarin. Usai kerja di rumah, saya menuju ke kebun untuk menjemput mama saya.  Ketika di jalan Raya di Kampung Woyoukita, saya lihat sebuah tuk tengki sedang mengambil air. Saat itu, tidak ada seorang pun yang ada disekitar situ. Hanya  dalam truk tengki itu ditumpangi tiga orang, dua orang ada gantung senjata, sedangkan  yang satunya sopir truk .

Kemudian saya mengatakan, “Kamu ambil air belum pernah bayar, dari yang sebelumnya hingga sekarang. Oleh karena itu, kamu harus bayar.

Mereka membatah, “Kami sudah bayar, “Ujar TNI yang pegang Senjata itu.
Lalu saya ngotong mereka lagi,  “Cepat bayar, kamu ambil air itu. tetapi mereka membatah dan melakukan pemukulan terhadp saya, “Tengdang saya. Usai itu, mereka mengeluarkan tembakan sekitar satu kali.

Saya menyembunyikan diri di bawah kolon jembatan kali Woyoukita  tapi mereka ngotong saya keluar dari dalam gorong-gorong, “We cepat-cepat ko keluar dari dalam, “Kata Yundar, meniru  ucap oknum TNI itu.
Kemudian saya dipaksa naik truk tengki. Secara paksa saya dinaikkan dalam truk tengki air bersih. Dari dalam truk mereka sembunyi diriku dibawah kaki mereka.

Saat itu, Lanjutnya, saya berpikir, saya tidak bikin masalah apa-apa, saya hanya tuntut hak saya sebagai pemilik air bersih.

Kedua oknum TNI itu pukul saya dari atas truk hingga tiba di Kem PT. Dewa Kresna di Kampung Ipoke.
Kemudian, saya dimasukan dalam sebuah kolam. Kolam itu di bikin dari alat berat (Bajak-Red) saya diminta untuk masuk dalam kolam itu. Saya direndam, sambil di pukul. Yang mealakukan pemukulan saat itu, sekitar belasan oknum anggota TNI yang jaga di Kem PT. Dewa Kresna melakukan pemukulan.

Mereka (Oknum TNI-Red) Pukul saya sambil ketawa. Usai itu, saya disuruh naik dari Kolam. Mereka dorong-dorong saya, sambil ketawa. Kemudian, “Saya disuruh Koporol. Jalam Babi. Jalan Ular, bahkan berbagai macam cara yang mereka lakukan kepada saya.

Selain itu, Mereka mandikan tubuhku dengan becek. Saya mulai menggigil kerena kedinginan. Mereka berikan makan, saya makan tapi tubuhku masih saja trasa kedinginan.

Kemudian, mereka minta tunjukan jari tangan saya. Mereka pulang saya di sepuluh jari tangan, sambil bergantian.

Usai itu, saya diberikan uang, lalu di pulangkan sekitar Pukul 06.00 WIT sore. Mereka minta saya untuk diantar tapi saya menolaknya.

“Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan. Karena saya tidak tahu merokok, makan pinang, dan komsumsi minuman beralkohol. Walapu mereka (TNI-Red) pukul saya, tidak rasa sakit, bahkan tidak ada apa pada tubuh saya, “ Jelas,Yundar Pekei, usai menjelaskan Kronologis kepada Wartawan,  siang tadi, depan Kantor Koramil Deiyai.

Semantar itu, Saksi dari Tempat Kejadian Peristiwa,Yulianus Pekei, menjelaskan, Kemarin siang, saya menggunakan motor. Ketika melintas Jalan Kampung Woyoukita, saya lihat truk tengki sedang ambil air. Ketika mengarahkan pandangku ke  kanan saya lihat baju jaket yang sering kenakan Sdr. Yundar, saya curigai, dengan bunyi tembakan tadi. 

Saya berhenti, lalu pantau-pantau dekat kali. Kemudian, saya diancam dan ditodong dengan senjata lazar panjang oleh satu satu oknum aparat yang lagi ambil Air bersih. Kemudian, saya pura-pura menuju ke arah kampung Obaibago.

Ketika Truk tengki meninggalkan tempat, saya bersama Agus mengejar dari belakan. Di Kampung Moma, saya panggil 10 orang pemuda. Kami mulai cek di beberapa kem perusahan yang ada, sekitar Pukul 05.00 WIT Sore.

Ketika tiba Kem PT. Dewa di Kampung Ipoke, Mobil Tengki yang tadi itu ada situ. Kemudian, 5 Pemuda tunggu di sebelah jalan, sedangkan kami lima lain masuk untuk cek Kem PT. Dewa.

Kata Agus Pekei, kami mulai masuk tanya mereka, tapi  bilang tidak disini. Namun, meninggalkan Kem PT. Dewa di Kampung Ipoke, Distrik Tigi Timur Kabupaten Deiyai Papua.
Demikian jelas korban dan saksi kepada media  ini, Sabtu, (30/5) singan tadi, dari depan Kantor Koramil Deiyai.

Dari tempat yang sama, Keluarga korban, Manu Pekei, menegaskan, Kami minta jangan berulang lagi mengambil air bersih tanpa seijin pihak pemilik. Kalau Pemerintah silakan mengambil, karena mereka sudah bayar hak ulayat, dan sementara sedang bikin bak untuk air bersih di wilayah Deiyai. 

“Kami tidak mau lihat lagi truk tengki air bersih yang parkir. Dari perusahan mana pun kami menolak tegas.
Apabila dikemudian hari terjadi hal yang sama. Perusahan tersebut harus angkat kaki dari Deiyai. “Kami mau itu hidup aman dan damai, “Tegas keluarga korban itu, ketika diminta keterangan. (JI)

Rabu, 14 Januari 2015

Kapolda Papua: 51 Pos Dibangun di Utikini, TPN-PB: Jangan Brutal Warga Sipil !

Timika, SuNews - Kamis, (15/1/15). Disepanjang Kali Kabur Kampung Utikini, Kepolisian Daerah Papua mendirikan 51 Pos pengamanan guna mencegah, Ayub Agus Waker, kembali ke area Tembagapura.  

Kepada suaraindependen Kepolda Papua, Irjen Pol. Drs Yotje Mende, SH, M. Hum, mengatakan, mendirikan pos Polisi tersebut, untuk mengamankan keselamatan masyarakat. 

Lanjutnya, berdasarkan hasil perbincangan dengan para saksi, mereka mengaku bawah sering diancam oleh kelompok Ayub Waker yang membawah senjata api. Oleh karnanya, Jika Para pendulangan gelap  ini mau masuk,  mereka akan berhadapan dengan hukum.

“Pos-pos kita bangun mulai dari atas hingga Kampung Utikini ada 51 titik, “Kata Kapolda Papua, disela konferensi pers, Rabu, (14/1/15), di  hotel Rimba Papua, Timika.

Oleh sebab itu, Dengan adanya  area pendulangan dimanfaatkan oleh Kelompok kriminal Bersenjata (KKB) sebagai panyadang dana dan makanan. Oleh sebab itu,  pos pengamanan dibangun.

Sementara itu, Ayub Agus Waker, banta, Dijuluki Kelompok Pengacau Keamanan (KPK),  Kelompok Kriminal bersenjata dan lain-lain.

“Kami bukan KPK, KKB, dan lain-lain, tetapi kami adalah Tentara Nasional Pembebasan Papau Barat (TNPPB) yang memperjuangan hak penetuan nasib sendiri bagi rakyat bangsa Papua Barat secara berdaulat. Selama ini, kami  beroperasi di wilayah Tembagapura,” Tulis, Ayub Waker, diliris www.komnas-tnpb.net
.
Semua dilakukan atas instruksi pimpinan kami, Jenderal. Goliat Tabuni.
Lanjutnya, Senjata yang dirampas anggota saya, tidak dikembalikan. Dengan senjata tersebut, akan kami lawan militer Indonesia dan PT.Freeport hingga Papua merdeka secara utuh.

“Kami minta militer Indonesia, stop tangkap dan brutal masyarakat sipil, serta stop bakar rumah warga sipil. Jika militer Indonesia berani lawan kami Tentara Papua Barat, kami tunggu dilapangan.

Jika melihat realita selama ini, Militer Indonesia membunuh dan menangkap warga sipil yang bukan bagian dari kami.

“Jangan main sembarang, harus lawan tentara dengan tentara bukan dengan rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa.

Selain itu, Presiden Repubulik Indonesia, Ir.Joko Widodo, segara bebaskan ratusan warga sipil yang ditangkap militer Indonesia. (JI)

Wilem Wandik: Pembangunan Manusia Prioritas Utama Di Puncak Papua

Bupati Kabupaten Puncak Papua. FOTO: ILS
Timika, SuInden – Kami sudah anggarkan dana  25 Miryad Rupiah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Puncak Papua. Hal itu disampaikan, Bupati Kabupatan Puncak Papua, Willem Wandik, S.Sos kepada suaraindependen saat konferensi pers, Rabu, (14/0/15) di hotel Rimba Papua, Timika.

Menurut, Wandik, Kami sudah membiayai beberapa pelajar dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi.

“Perbulan kami berikan beasiswa Rp. 600.000. Bahkan, Lanjutnya, adapun mahasiswa yang direkomendasi untuk kulia di kampus-kampus terunggul, sepertinya: Universitas Gaya Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), serta beberapa kampus lainnya di Indonesia.

Selain itu, Bupati Wandik, rencananya akan kirim pelajar di Institut Surya di Tanggeran.

Dalam proses ini, kami punya target. Ketika mereka menyesaikan pendidikan mereka akan  menjadi pemimpin di daerah, “Ujarnya.

“Pembangunan manusia sangat penting dari pembangunan lain, di Papua dan khusunya di Kabupaten kami, “Tegas Wandik.

Oleh karnanya, saya menyampaikan kepada seluruh pelajar asal Kabupaten Puncak, mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi “Jangan terlibat konsumsi minuman beralkhol, dan berbagai negatif lainnya. (SI/JI)

Senin, 12 Januari 2015

Kapolda Papua: TNI/Polri Siap Perang, Ayub Waker: TPNPB Tunggu Di Lapangan, “Stop Ganggu Warga Sipil !

Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende, saat memberika keterangan Pers. FOTO: Ils
Timika, SuIndenpen - Selasa, (13/1/15), Terkait insiden penembakan yang terjadi di area operasi perusahan tambang milik Amerika, Kamis, (1/1/15) lalu, hingga menewaskan 2 anggota Brimob dan 1 security PT.Freepord Indonesia itu. Kapolda Papua ancam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang beroperasi di wilayah Tembagapura untuk perang, jika tidak tunduk kepada NKRI. Demikian kata, Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende, disela-sela konferensi pers, di Hotel Rimba Papua, Senin,(12/1/15), Timika Papua.

Kepala Kepolisian daerah Papua (Kapolda), Irjen Pol Yotje Mende, mengatakan, Mereka keras kepala. Kami berprinsip kejar mereka, kemanapun mereka berada. Tiada hari tanpa melepaskan dan mengajar mereka.


“Saya juga akan memutuskan logistik, dan atau Pemasok-pemasok makanan kepada kelompok-kelompok kriminal ini di bantaran sungai. 

Lanjutnya, Saya kasih untimatum kepada pendulangan-pendulangan gelap yang ada di bantaran sungai, dan aktivitasnya harus dihentikan.

Sekarang mereka mau kerja sama dengan kita atau mau kerja sama dengan mereka yang mau memisahkan diri dari NKRI.

Sering kita baca di website itu, sudah ada pengibarkan bendera perang oleh kelompok kriminal ini. 

“Saya dengan panglima akan siapkan pasukan untuk perang, “Katanya.

Menurtunya, Saya minta putuskan hubungan dengan mereka. Kalau ingga kita akan operasi di sebantaran sungai. “Operasi bukan hanya di Utikini saja tapi beberapa daerah lainnya juga, “Katanya. 

Sementara itu, Panglima Komandan Daerah Pertahanan (PANGKODAP) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Brigadir jenderal, Ayub Agus Waker, mengatakan, Militer indonesia mau perang dengan TPNPB, kami siap perang dan tutup PT. Freeport Indonesia.

“Militer Indonesia jika mau berhadapan, harus berhadap dengan militer Papua. Tentara dengan tentara, bukan dengan warga sipil, “Tegasnya, dilansir dari website www.komnas-tpnpb.net, edisi: (11/1/15) lalu.

TNPPB KODAP Tembagapura siap perang, jika militer Indonesia ingin melakukan perang. Daerah perang  akan diadakan di Tembagapura, tapi jangan ganggu warga sipil.

Menurutnya, Undangan perang ini telah dikeluarkan ke Ilaga, Timika, dan Intan Jaya juga di beberapa markas lainnya di daerah pegunungan.

Oleh karnanya, kami minta Pemerintah Indonesia, kepada Ir. Joko Widodo, bahwa; Sampaikan ke aparat TNI/Polri untuk tidak mengganggu masyarakat sipil yang beraktivitas.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Bara siap bertanggung jawab terkait penembakan terhadap 1 militer Indonesia dan 1 Security dan perampasan 2 pucuk senjata api.

“Senjata tersebut, Kami tidak akan kembalikan senjata. Kami gunakan senjata itu, untuk melawan militer Indonesia. 

Kami tetap berjuang untuk penetuan nasib sendiri bagi bangsa dan rakyat Papua barat melalui pemilihan bebas referendum sampai Papua merdeka dan berdaulat penuh.

TPNPB Pimpinan Brigjend, Ayub Waker,  menolak tegas upaya dialog dengan pemerintah Indonesia yang dilakukan pemerintah Indonesia di Papua.

Namun. Lanjutnya, “Kami siap perang dan siap tutup tutup PT.Freepord Indonesia di Papua. Lajutnya, Jika militer Indonesia ingin perang dengan TPNPB di Temabagapura, anggota saya siap dan akan tunggu di lapangan. Demikian, pernyataan Ayub Agus Waker, melalui keterangan tertulis di website resmi. (SI/JI)

Jumat, 09 Januari 2015

BUPATI MIMIKA HENTIKAN OPERASI PERUSAHAN GELAP

Bupati saat berada dilokasi galian C melakukan sidak dan penghentian mendadak operasi pengambilan material galian C - Foto : Saldi Hermanto Bupati saat berada dilokasi galian C melakukan sidak dan penghentian mendadak operasi pengambilan material galian C - Foto : Saldi Hermanto

 
TIMIKA – Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE menyita tiga buah  kunci excavator yang sedang beroperasi mengangkut material pasir di dua lokasi galian C dan sekaligus diperhentikan, di Jalan Hasanuddin, dekat lokasi Irigasi, Sabtu, (6/12/14) lalu.

Guna menindaklanjuti apa yang sudah pernah disampaikan Bupati Mimika terkait galian C yang masih beroperasi dan bertebaran di dalam kota Timika sehingga merusak lingkungan, maka tanpa direncanakan dan tidak diketahui pihak-pihak terkait, Bupati Mimika melakukan sidak mendadak dengan mendatangi dua lokasi galian C. 

Kedatangan Bupati pada lokasi galian C pertama yang berlokasi disekitaran Irigasi, akhirnya menyita dua buah kunci excavator yang saat itu sedang beroperasi mengangkut material di area galian C. Lokasi berikutnya yang juga tidak jauh dari lokasi pertama, Bupati kembali menyita sebuah kunci eksavator yang juga sedang beroperasi mangangkut material pasir.

Kedatangan Bupati dilokasi-lokasi galian C yang hanya dikawal oleh ajudan beserta sejumlah wartawan yang melakukan peliputan, sedangkan pihak terkait seperti Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Mimika, tidak ikut terlibat dalam inspeksimendadak itu.

Saat diwawancarai usai melakukan sidak, Bupati menegaskan terkait apa yang telah ia sampaikan kepada kepala Dinas Pertambangan beberapa bulan lalu bahwa ia sudah menyampaikan. Namun hingga saat ini masih banyak galian C yang bertebaran dan beroperasi, sehingga merusak lingkungan.

“Saya bilang Kepala Dinas tolong stop itu semua galian C, karena kita punya daerah ini bukan daerah yang lubang-lubang dan hancur, ini tidak boleh. Tapi ternyata dia bermain juga.Galian C itu masih buka dimana-mana,” tegas Bupati.
Dengan tidak menghiraukan apa yang tidak disampaikan Bupati untuk menghentikan operasi galian C, maka Bupati terpaksa mengambil tiga buah kunci alat berat excavator pada saat melakukan sidak di dua lokasiitu. Selanjutnya Bupati menjelaskan, kunci yang diambilnya bermaksud agar pemilik alat berat mendatangi dirinya di kantor Bupati, sekaligus bersama kepala Dinas Pertambangan dan pejabatnya yang membuat ijin pengoperasian galian C yang hingga kini masih beroperasi.

“Pemilik alat berat datang ambil kunci sama saya di kantor Bupati, supaya saya mau ketemu sama kontraktor itu. Termasuk sama-sama dengan Kepala Dinas, Pa Yumte, dengan Pak Soumilena yang keluarkan ijin,” jelas Bupati.

Saat ini, Bupati baru mengunjungi dua lokasi galian C.Namun kata Bupati, dalam waktu yang akan datang, ia pastikan akan mendatangi lokasi galian C yang lainnya.Bahkan hal yang sama pun akan ia lakukan, yaitu mengambil kunci alat berat yang beroperasi mengambil meterial galian C. 

“Saya akan cek itu dimana ada galian C dansaya akan cabut kunci-kuncinya,” katanya tegas.

Selanjutnya, jika alat berat yang digunakan pengusaha galian C untuk pengambilan material, maka kontraktor yang memiliki alat berat tersebut akan di blacklist oleh Bupati.Bupatisecarategas mengatakan,akan mengeluarkan kontraktor tersebut dari Timika karena sudah membantu merusak lingkungan di Mimika.

“Umpamanya alat-alat berat itu punya kontraktor besar, saya akan blacklist itu kontraktor. Dia tidak boleh ada usaha disinidan lebih baik perusahaan itu keluar,” tegasnya.

Tindakan ini diambil Bupati bukan karena berniat menghalangi aktivitas para sopir truk untuk mencari nafkah, namun apa yang sudah dilakukan bukan pada tempatnya. Sehingga Bupati berharap, para sopir truk pengangkut material galian C dapat mengambil material pada lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah daerah, bukannya didalam kota sehingga merusak lingkungan.

“Saya juga mengerti mereka kerja untuk pembangunan, tapi caranya bukan begitu. Ada tempat yang bisa kita ambil. Jadi bukannya saya larang sopir-sopir tadi cari uang atau cari makan. Cuma caranya itu tidak seperti itu,” terang Bupati.

Bupati kembali menerangkan kalau dua bulan lalu telah memanggil pihak Freeport dan Dinas Pertambangan untuk duduk bicara guna mengatasi hal ini. Dari situlah, sehingga adanya pembicaraan mengenai lokasi pengambilan galian C mulai dari mile 34 hingga mile 32. Jadi, Freeport diharap dapat mengetahui soal ini, karena terkait material merupakan hal yang dapat menunjang pembangunan di Mimika. Freeport diminta untuk tidak berlama-lama memberikan jawaban atau akses pengambilan galian C pada lokasi yang dimaksudkan.

“Freeport juga jangan lama-lama untuk ijinkan masuk. Jadi dengan ini saya harap, bagi yang bersangkutan seperti Freeport, itu dengar juga.Jangan dengar tapi pura-pura tidak tahu,” tandasnya.(Saldi Hermanto/SP)