Engkau berkelana dalam samudra nan membiru
Dimana dua dunia berjumpa antara samudra dan langit biru
Ku tak tapaki perjalanan ini tanpa untaian
Andaikan waktu ini menjadi manusia, pintaku pertemukan kami
Hasrat ini berkelana dalam pertemuan dunia itu.
ingin ku buka jiwaku yang masih terpenjara dengan alun-alun dunia, jejak-jejak penikaman
Aku menantimu di lembahku nan hijau, wanginya kuasai daratan. Disana
semua orang hidup berwajah setia, murah senyum dan jiwa-jiwa dipenuhi
dengan sentuhan kalik
Relakan kami bertemu dalam lembahku agar
dikau diurapi kehidupan abadi. Aku tahu duniamu memang baik tapi kelak
akan jadi api pemusna kehidupan para jiwa-jiwa
Selidiki diriku bila salah, tanyakan pada angin lembah
Hembusanya ku hirup setiap duka membawa senyum
Landasan penuh dengan wangian tumbuhan nan hijau
dalam jiwaku sudah tak berdaya untuk melupakamu berpalinglah
Masihkah kau ingat dunia dulu, kita bersama canda sampai riak-riakmu buat aku di kejar pusaka kerajaan ini
Ketika aku jatuh menghembus napas, engkau terjatuh dengan uraiaan air mata membasahi bumiku
Kesuburan lembah ini karena airmatamu
kini kami rindu engkau kembali dalam pelukanya
Semua makin sadar ada salah yang mereka perbuat
Samudra dan langit biru kini telah menyatu dalam satu suara
Mereka dalam perjalanan menuju lembah
Kini aku hendak perluas Kasih, setia, komitmen, keiklasan, kemurnian dan keaguangan
Semua ku perluas seperti luasnya samudra dan panjangnya lagit yan akan ku tanam di lembahku
Kami akan kuasai dunia tanpa zaman
Wajahnya rupa-rupa lembah hijau dipagari tiang2 emas
Wajah hunian itu bagai kerajaan yang memiliki menara2
Setiap bumbunganya berdiri malaikat2 selalu tiupkan serulingnya, melagukan kehidupan orang lembah...
Aku ingin jadi orang lembah itu....
#puncak tuebaga#
By. Natan Tebai
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 September 2014
Kamis, 14 Agustus 2014
puisi : Tangisan Alam Papua
Disana ada tangisan
Merindukan sang Pangeran
Merindukan sang Pangeran
Untuk membebaskannya.
Sambil bertanya siapakah
sang pangeran,
Yang akan datang
membebaskanku,
menghentikan tanggisanku dengan,
segalah beban di pundaku.
Penguasa
meliter,
penguasa
kapitalis, dan
penguasa
imperealis,telah menguasaiku
Mereka
menguras dan menyakitiku,
Kapankah berakir semua penderitaanku ini
Mereka membuatku Tak berdaya
Mereka membuatku Tak berdaya
dimanakah
keadilan mereka,
kemenanganku disembunyikan oleh mereka
saya
hanya bermandi bergumuran darah
yang selalu tumpah dan membasahiku,
kemerdekaan
telah terjajah
yang
tersisa hanya pembunuhan
Ingatlah aku wahai....
generasih penerus Bangsa papua barat, satukan barisan di pagi hari
bangkitlah bersama semagat Pagimu ,walaupun
kamu terbebani,
katakan
dengan semagat pagi LAWAN.
Kawan....
Jangan hanyanlah terdiam di sudut kebimbangan untuk menuntut hak kebebasan, menuju perubahan.
Jangan hanyanlah terdiam di sudut kebimbangan untuk menuntut hak kebebasan, menuju perubahan.
Bangsa
Papua Barat.
Oleh: melvin Boy's
Langganan:
Postingan (Atom)