Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

SUATU LEMBAH

Engkau berkelana dalam samudra nan membiru
Dimana dua dunia berjumpa antara samudra dan langit biru
Ku tak tapaki perjalanan ini tanpa untaian
Andaikan waktu ini menjadi manusia, pintaku pertemukan kami
Hasrat ini berkelana dalam pertemuan dunia itu.
ingin ku buka jiwaku yang masih terpenjara dengan alun-alun dunia, jejak-jejak penikaman
Aku menantimu di lembahku nan hijau, wanginya kuasai daratan. Disana semua orang hidup berwajah setia, murah senyum dan jiwa-jiwa dipenuhi dengan sentuhan kalik
Relakan kami bertemu dalam lembahku agar dikau diurapi kehidupan abadi. Aku tahu duniamu memang baik tapi kelak akan jadi api pemusna kehidupan para jiwa-jiwa
Selidiki diriku bila salah, tanyakan pada angin lembah
Hembusanya ku hirup setiap duka membawa senyum
Landasan penuh dengan wangian tumbuhan nan hijau
dalam jiwaku sudah tak berdaya untuk melupakamu berpalinglah
Masihkah kau ingat dunia dulu, kita bersama canda sampai riak-riakmu buat aku di kejar pusaka kerajaan ini
Ketika aku jatuh menghembus napas, engkau terjatuh dengan uraiaan air mata membasahi bumiku
Kesuburan lembah ini karena airmatamu
kini kami rindu engkau kembali dalam pelukanya
Semua makin sadar ada salah yang mereka perbuat
Samudra dan langit biru kini telah menyatu dalam satu suara
Mereka dalam perjalanan menuju lembah
Kini aku hendak perluas Kasih, setia, komitmen, keiklasan, kemurnian dan keaguangan
Semua ku perluas seperti luasnya samudra dan panjangnya lagit yan akan ku tanam di lembahku
Kami akan kuasai dunia tanpa zaman
Wajahnya rupa-rupa lembah hijau dipagari tiang2 emas
Wajah hunian itu bagai kerajaan yang memiliki menara2
Setiap bumbunganya berdiri malaikat2 selalu tiupkan serulingnya, melagukan kehidupan orang lembah...
Aku ingin jadi orang lembah itu....
‪#‎puncak‬ tuebaga#

By. Natan Tebai

Kamis, 14 Agustus 2014

puisi : Tangisan Alam Papua

    Disana ada tangisan
 Merindukan sang Pangeran
Untuk membebaskannya.
Sambil  bertanya siapakah sang pangeran,
Yang  akan datang membebaskanku,
menghentikan tanggisanku dengan,
segalah beban  di pundaku.
Penguasa meliter,
penguasa kapitalis, dan
penguasa  imperealis,telah menguasaiku
Mereka menguras dan menyakitiku,  Kapankah berakir semua penderitaanku ini 
 Mereka membuatku Tak berdaya
dimanakah keadilan mereka,
 kemenanganku disembunyikan oleh mereka
saya hanya bermandi bergumuran darah
yang selalu tumpah dan membasahiku,
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisa hanya pembunuhan
Ingatlah aku wahai....
generasih penerus Bangsa papua barat, satukan barisan di pagi hari
 bangkitlah bersama semagat Pagimu ,walaupun kamu terbebani,
katakan dengan semagat pagi LAWAN.
Kawan....

Jangan hanyanlah terdiam di sudut kebimbangan 
untuk menuntut hak kebebasan, menuju perubahan.

Bangsa Papua Barat.

                       Oleh: melvin Boy's