Tampilkan postingan dengan label papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label papua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Mudika Dekenat Paniai Akan Gelar Porseni Bas Ke-3 di Waghete



DEIYAI - Dekenat Paniai akan melaksanakan Porseni Bas yang akan mulai pada 20-29 Juni mendatang. Porseni Bas ke-3 ini dihadiri delapan Paroki di Keuskupan Timika. Demikian kata Ketua Panitia Bas, Leander Adii, kepada Tapanews.com, Kamis, (11/6) ketika di wawancara siang tadi.

Pada Porseni Bas Ke-3 akan melaksanakan beberapa agenda, Pertama;  Olah Iman, pisik, bating, menigkatkat bakat dan minat. Kedua; menjual hasil-hasil karya seperti Noken hasil rajutan Pemuda Katholik, bahkan Panah dan lain-lain, “Jelasnya.

Perserta yang akan hadir pada pelaksanaan Porseni Bas  sebanyak 1250 dari Delapan Paroki di Keuskupan Timika, dari masing-masing paroki akan hadir 153 orang.

“Pelaksanaan ini di dukung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai, dengan diberikan Dana sebesar Rp. 60.000.000.00-. Selain itu, ada Bantuan lain berupa Beras sekiatr 2 Ton lebih dari Pak Kenni Ikomouw.

“Kami Penitia Pelaksanaan Bas Ke-3 di Keuskupan Timika mengharap, bahwa; Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik hingga puncak finis. 

Bahkan, Kata Leander, Semoga dengan dilaksanakan  pekan ini, menjadi berkat bagi Umat Tuhan di Keuskupan Timika. (Jekson Ikomou)

Keuskupan Timika Gelar Porseni Bas Ke-3 di Deiyai, Kenni Ikomouw Berikan Bantuan Beras 2 Ton



DEIYAI- Mantan Anggota DPRD Kabupaten Paniai, Kenni Ikomouw memberikan bantuan beras, kepada 7 stasih di Paroki Waghete. Kenni Ikomouw disambut atusias dan waitai dari umat di 7 stasi yang sedang dalam persiapan pembangunan rumah honai untuk persiapan Porseni Bas Ke-3 Keuskupan Timika yang dilaksanakan pada 20 s/d 29 Juni di Kampung Timipotu, Deiyai. 

Pada kesempatan itu, Kenni Ikomou mengatakan,  apa yang saya bantu bukan Kenni yang bantu tapi, atas Doa Umat maka Tuhan yang punya segalanya berikan melalui saya untuk bantun Umat Tuhan di Deiyai.

Oleh karenanya, Kata Ikomouw, Gereja Katholik Yagu, Kigou, Okomo, Waghete 2, Mugouda, Yaba, Meiyepa Waghete,  masing-masing mendapatkan  25-25 Karung. 

Salah satu Pengurus Stasi Simon Kirene, Okomo, Yulianus Pekei,  mengatakan, Kami sangat-sangat berterimakasih kepada Pak Kenni. Sudah membantu kami, juga meringankan beban yang kami sedang rasakan, “Ujarnya.

Kebaikan Pak nanti Tuhan akan membalasa lebih dari apa yang Bapak bantu, “Kata Yulianus sambil tangis.

Usai itu, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Deiyai itu diantar dengan Waita oleh ratusan umat, Pantauan media TAPANews.com,  Rabu, (10/60 siang tadi. (Jekson Ikomouw)

Kelulusan 100%, Siswa SMP YPPK Waghete Gelar Konvoi


Hasil Ujian 100% , Siswa/I SMP YPPK Waghete Gelar Konvoi. Dua Orang Mama Papua asal Deiyai Pimpim
Konvoi Diwarnai Ayungkan ASI. (FOTO:Jekson Ikomou)

 DEIYAI - Ratusan Siswa/I Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPPK Waghete gelar Konvoi ketika dinyataan lulus 100% pada ujian Nasional tingkat SMP yang digelar, 4-7 Mei lalu. 

Sambil yel-yel keliling kota Waghete. Ratusan siswa/I di pimpin dua mama Papua asal Deiyai sambil  ayungkan ASI (Ama Gaidaii), Kepsek SMP YPPK dipikul oleh siswa. Mereka melintasi jalan Yaba. Pantauan wartawan TAPANews.com disela-sela konvoi, Rabu, (10/6) siang tadi.

Salah satu Siswi yang baru saja Lulus, Dessi Dogopia, mengatakan, Kami sangat bersyukur sebab sekolah mendapat hasil sangat memuaskan.

Kami menggelar pawai ini sebagai bentuk kebanggaan bagi Sekolah kami dan seluruh guru yang setia mengabdi sejak kami duduk di bangku SMP kelas 1 s/d 3 dan akhirnya kelulusan 100% diperoleh tahun ajaran 2014/2015. (Jekson Ikomouw)

Sabtu, 30 Mei 2015

OKNUM TNI ANIYAIYA , SISWA SMK N 1 TIGI DI DEIYAI PAPUA


ALPIUS MOTE, siswa SMA N 1 Tigi.
Ia tembak oleh Brigade Mobil (Brimob) Polda
Papua  ketika pulang sekolah di Deiyai Tahun 2013 lalu.
FOTO:ILS
DEIYAI, Tiga Oknum Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tugas di kem PT. Dewa Kresna di Kampung Ipoke, Deiyai Papua, melakukan penganiyaan, Yundra Pekei (18 Thn), yang baru saja lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tigi, Jurusan Peternakan,  Jumat, (29/5), di Kampung Woyoukita Deiyai Papua, siang kemarin.

Ini Kronologisnya
Sekitar Pukul 01.00 WIT, siang kemarin. Usai kerja di rumah, saya menuju ke kebun untuk menjemput mama saya.  Ketika di jalan Raya di Kampung Woyoukita, saya lihat sebuah tuk tengki sedang mengambil air. Saat itu, tidak ada seorang pun yang ada disekitar situ. Hanya  dalam truk tengki itu ditumpangi tiga orang, dua orang ada gantung senjata, sedangkan  yang satunya sopir truk .

Kemudian saya mengatakan, “Kamu ambil air belum pernah bayar, dari yang sebelumnya hingga sekarang. Oleh karena itu, kamu harus bayar.

Mereka membatah, “Kami sudah bayar, “Ujar TNI yang pegang Senjata itu.
Lalu saya ngotong mereka lagi,  “Cepat bayar, kamu ambil air itu. tetapi mereka membatah dan melakukan pemukulan terhadp saya, “Tengdang saya. Usai itu, mereka mengeluarkan tembakan sekitar satu kali.

Saya menyembunyikan diri di bawah kolon jembatan kali Woyoukita  tapi mereka ngotong saya keluar dari dalam gorong-gorong, “We cepat-cepat ko keluar dari dalam, “Kata Yundar, meniru  ucap oknum TNI itu.
Kemudian saya dipaksa naik truk tengki. Secara paksa saya dinaikkan dalam truk tengki air bersih. Dari dalam truk mereka sembunyi diriku dibawah kaki mereka.

Saat itu, Lanjutnya, saya berpikir, saya tidak bikin masalah apa-apa, saya hanya tuntut hak saya sebagai pemilik air bersih.

Kedua oknum TNI itu pukul saya dari atas truk hingga tiba di Kem PT. Dewa Kresna di Kampung Ipoke.
Kemudian, saya dimasukan dalam sebuah kolam. Kolam itu di bikin dari alat berat (Bajak-Red) saya diminta untuk masuk dalam kolam itu. Saya direndam, sambil di pukul. Yang mealakukan pemukulan saat itu, sekitar belasan oknum anggota TNI yang jaga di Kem PT. Dewa Kresna melakukan pemukulan.

Mereka (Oknum TNI-Red) Pukul saya sambil ketawa. Usai itu, saya disuruh naik dari Kolam. Mereka dorong-dorong saya, sambil ketawa. Kemudian, “Saya disuruh Koporol. Jalam Babi. Jalan Ular, bahkan berbagai macam cara yang mereka lakukan kepada saya.

Selain itu, Mereka mandikan tubuhku dengan becek. Saya mulai menggigil kerena kedinginan. Mereka berikan makan, saya makan tapi tubuhku masih saja trasa kedinginan.

Kemudian, mereka minta tunjukan jari tangan saya. Mereka pulang saya di sepuluh jari tangan, sambil bergantian.

Usai itu, saya diberikan uang, lalu di pulangkan sekitar Pukul 06.00 WIT sore. Mereka minta saya untuk diantar tapi saya menolaknya.

“Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan. Karena saya tidak tahu merokok, makan pinang, dan komsumsi minuman beralkohol. Walapu mereka (TNI-Red) pukul saya, tidak rasa sakit, bahkan tidak ada apa pada tubuh saya, “ Jelas,Yundar Pekei, usai menjelaskan Kronologis kepada Wartawan,  siang tadi, depan Kantor Koramil Deiyai.

Semantar itu, Saksi dari Tempat Kejadian Peristiwa,Yulianus Pekei, menjelaskan, Kemarin siang, saya menggunakan motor. Ketika melintas Jalan Kampung Woyoukita, saya lihat truk tengki sedang ambil air. Ketika mengarahkan pandangku ke  kanan saya lihat baju jaket yang sering kenakan Sdr. Yundar, saya curigai, dengan bunyi tembakan tadi. 

Saya berhenti, lalu pantau-pantau dekat kali. Kemudian, saya diancam dan ditodong dengan senjata lazar panjang oleh satu satu oknum aparat yang lagi ambil Air bersih. Kemudian, saya pura-pura menuju ke arah kampung Obaibago.

Ketika Truk tengki meninggalkan tempat, saya bersama Agus mengejar dari belakan. Di Kampung Moma, saya panggil 10 orang pemuda. Kami mulai cek di beberapa kem perusahan yang ada, sekitar Pukul 05.00 WIT Sore.

Ketika tiba Kem PT. Dewa di Kampung Ipoke, Mobil Tengki yang tadi itu ada situ. Kemudian, 5 Pemuda tunggu di sebelah jalan, sedangkan kami lima lain masuk untuk cek Kem PT. Dewa.

Kata Agus Pekei, kami mulai masuk tanya mereka, tapi  bilang tidak disini. Namun, meninggalkan Kem PT. Dewa di Kampung Ipoke, Distrik Tigi Timur Kabupaten Deiyai Papua.
Demikian jelas korban dan saksi kepada media  ini, Sabtu, (30/5) singan tadi, dari depan Kantor Koramil Deiyai.

Dari tempat yang sama, Keluarga korban, Manu Pekei, menegaskan, Kami minta jangan berulang lagi mengambil air bersih tanpa seijin pihak pemilik. Kalau Pemerintah silakan mengambil, karena mereka sudah bayar hak ulayat, dan sementara sedang bikin bak untuk air bersih di wilayah Deiyai. 

“Kami tidak mau lihat lagi truk tengki air bersih yang parkir. Dari perusahan mana pun kami menolak tegas.
Apabila dikemudian hari terjadi hal yang sama. Perusahan tersebut harus angkat kaki dari Deiyai. “Kami mau itu hidup aman dan damai, “Tegas keluarga korban itu, ketika diminta keterangan. (JI)

Kamis, 21 Mei 2015

SOAL PANIAI BERDARAH, KELUARGA KORBAN MINTA TIM POLDA PAPUA UMUMKAN HASIL INVESTIGASI AWAL

Salah satu slide yang ditampilkan dalam sosialisasi tragedi Paniai Berdarah kepada para pengunjung Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (28/03/2015) oleh Gempa KPH Berapi. Foto: Dok. MS.
OLEH: TINUS PIGAI*)

Paniai - Masyarakat paniai terutama keluarga korban meminta Tim PoldaPapua umumkan hasil investigasi awal kasus paniai 7-8 Desember 2014. Investigasi Awal yang dilakukan tiga hari setelah Pemakaman Mayat Korban kasus paniai oleh Tim Porensik dari polda,Kodam dan Mabes Polri, Semua sisa amunisi yang kena pada korban hidup pihak rumah
sakit pernah menyerahkan dalam bentuk paket kepada Tim Porensik dari Gees House Enarotali tanggal 12 desember 2014, malam .
 Saat itu Tim Porensik mengatakan kami akan memastikan sisa-sisa amunisi milik siapa, dengan menggunakan alat canggi dan janji untuk mengumumkan Hasilnya, tetapi masih belum di umumkan hingga saat ini dan jokowi menilai semakin tinggi sorotang dunia internasional terkait kasus paniai yang selama 2 bulan lebih isunya seakan mati di indonesia terutama di papua. Beberapa minggu lalu Presiden Jokowi meminta Kapolda melalui Kapolri membuka kembali Kasus paniai, atas perintah itu Kapolda bersama Tim turun berupaya melakukan investigasi ulang dan menegosiasi otopsi 2 mayat yang amusi masih dalam tubuhnya, selama dua hari.
Masyarakat paniai terutama keluarga korban menolak keras dengan alasan meminta hasil investigasi awal oleh tim porensik tersebut, saat ini kami menunggu hasil investigasi awal dari Tim Porensik dari Polda,
kodam dan Mabes Polri yang pernah lalukan itu bukan menerima dan memberikan data kasus paniai baik dari saksi maupun korban atau mengijinkan otopsi kepada Tim Polda Papua, jadi masyarakat menolak
karena hasil bisa saja kembali seperti hasil awal yang kami masih tunggu ini, salah satu masyarakat dalam pertemuan bersama Kapolda,Tim, Jajaran DPRD, seluruh Kepala Kampung, Tokoh Masyarakat,Tokoh,
pemuda,Tokoh Agama di kantor Polres 18/05/2015,kemarin. Lanjutnya; semua data dari saksi maupun korban kami serahkan kepada lembaga yang sedang menangani ham di indonesia yakni; Komnas Ham RI dan Tim Polda bisa kordinasinya jika ada kekurangan data, kalau otopsi masyarakat dan keluarga korban sudah menolak total. Kasus ini, Komnas Ham sudah memutuskan statusnya dalam sidang paripurna bahwa kasus paniai adalah sebuah pelanggaran ham berat dan sudah bentuk Tim AdHoc sesuai uu no
26 tahun 2000 tentang pengadilan ham, edikit lagi Tim Adhoc akan turun paniai dan kami menghargai semua kerja keras dari komnas dengan baik selama ini, tandasnya.


Penulis adalah; "Tim Peduli Kemanusiaan Kab Paniai"

HASIL UN, SMAN 2 TIGI MERAHI LIMA BESAR NILAI TERTINGGI DI PROVINSI PAPUA

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tigi
Yanuarius Pigome. FOTO: Jekson Ikomou
DEIYAI, Pelaksanaan Ujian Nasional  tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Inodonesia, Senin, (13/4/15)  lalu. Hasil ujian nasional sudah disampaikan 15 Mei 2015 lalu. Namun, SMAN Negeri 2 Tigi Kabupaten Deiyai berhasil merahi 5 besar nilai tertinggi di tingkat Provinsi Papua. Demikian, kata Yanuarius Pigome S.Sos kepada TAPANEWS.com via seluler, Kamis, (21/5)
siang tadi.

Hasil ujian yang sudah disampaikan pada  bulan April lalu, ada salah satu siswa rahi 3,73. Yang bersangkut masuk lima besar tingkat Provinsi Papua.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang peroleh. Itu merupakan sebuah kebanggaan bagi SMAN 2 Tigi, maka perlu ada dukungan dari pemerintah untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi kepada siswa yang merahi nilai 3,73, “Katanya.
Walaupun, pasilitas pendidikan masih minim, Sekolah  kami mempu merahi keberhasilan yang cukup baik di tingkat Provinsi Papua. Namun, kami harap perlu ada dukungan untuk melengkapi pasilitas pendidikan yang
belum ada. Agar, di tahun berikut mendapatkan hasil yang baik, Üjarnya.

Kami sangat harap, Kata Pigome, Pemerintah Daerah, orang Tua Siswa, dan seluruh masyarakar perlu dukung kami, dengan pasilitas pendidikan dan Doa. Atas dukungan semua komponen, demi mencetak Sumber Daya Manusia yang handal Profesional untuk masa depan bangsa dan daerah.

JACKSON IKOMOUW