Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

"Selintas Mulainya Gereja Kemah Injil"

Oleh: Darius Nawipa*)

VisiGereja Kemah Injil (Kingmi) berawal dari Visi Dr. Albert Benyamin Simpson,pendiri The Christian and Missionary Alliance (C&MA). Albert BenyaminSimpson seorang keturunan Skotlandia, lahir pada tahun 1843 di Kanada dandibaptis di Gereja Presbiterian Kanada ketika ia masih bayi. Pada tahun 1865,Benyamin ditahbiskan menjadi Pendeta Gereja Presbiterian tersebut.

PelayananAlbert Benyamin Simpson dan Rumah Ibadat ”KEMAH”

Di New York, para gelandangan, peminta-minta, pemabuk, pelacur, dan penganggur– sering tampak berkeliaran di sekitar gedung-gedung gereja yang mewah. Simpsonmerasa prihatin melihat mereka dan juga beberapa lingkungan di kota besar itu,yang penduduknya tidak pernah mengunjungi gereja mana pun. Simpson memberitakanInjil kepada mereka dan berhasil memenangkan beberapa orang di antaranya.Ketika ia mengusulkan kepada Badan Pengurus Jemaat, agar sekitar 100 orangkristen baru ini diterima sebagai anggota resmi, usulnya itu ditolak. Alasanyang diberikan adalah bahwa orang-orang kristen baru ini berasal dari golonganmasyarakat rendah. Simpson mulai menyadari betapa sulitnya mencapai orangbanyak kalau ia tetap berada di gerejanya. Setelah bergumul dalam doa selamasatu minggu, Simpson akhirnya memutuskan untuk meminta izin keluar darikeanggotaan gerejanya dan menjadi penginjil lepas. Simpson berpisah denganmereka dengan penuh pengertian. Kemudian Simpson memberitahukan maksudnya,bahwa ia ingin membuka pos penginjilan di antara orang-orang yang di luarjangkauan gereja itu. Ia menyewa sebuah ruangan di salah satu balai pertemuanyang letaknya mudah dijangkau oleh orang banyak.


AlbertBenyamin Simpson adalah seorang pelayan Tuhan yang dipakai Allah secara luarbiasa, sangat terbukti dari hasil pelayanannya di dalam jemaat-jemaat yangpernah digembalakannya. Namun hal itu tidak menjadikannya sombong. Simpson samasekali tidak ingin dikenal sebagai pendiri sebuah gereja baru. KeputusanSimpson untuk menjadi seorang penginjil lepas pun sungguh merupakan suatulangkah iman. Dalam waktu delapan (8) tahun, Simpson dan para pengikutnya dapatmembangun sebuah tempat permanen sebagai rumah ibadat mereka. Uniknya rumahibadat ini diberi nama TABERNACLE atau KEMAH.

Asal-UsulNama KEMAH INJIL : Albert Benyamin Simpson membangun gedung gereja, tempatberibadat dengan memakai pola pembangunan seperti Kemah Sembahyang yangdidirikan oleh Musa di padang gurun (Keluaran 25-27 dan 33:7 – Kemah Sembahyangdisebut juga ”Kemah Suci” dan ”Kemah Pertemuan”). Walaupun keadaannya serbasederhana, namun Simpson yakin bahwa Allah tetap hadir dan berkenan ditemui disana.

Simpsonpercaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali ke dunia ini setelah semuabangsa diinjili (Matius 24:14 – dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tibakesudahannya”). Sebab itu yang paling penting bagi Simpson ialah PENGINJILAN,bukan pembangunan. Ia berpendapat, lebih baik dana yang ada dipakai untukmengirim utusan-utusan Injil ke pelosok-pelosok bumi, ke tempat-tempat yangbelum mendengar tentang Yesus Kristus daripada membangun rumah ibadat yangmegah. Inilah dasar pemikiran Simpson mendirikan dua buah Rumah Ibadat yangdisebut KEMAH  dibangun pada tahun 1876 di Louisville, Amerika Serikat,dan the Gospel Tabernacle (Kemah Injil) dibangun pada tahun 1888 di New York).Dari sinilah asal-usul nama KEMAH INJIL atau THE GOSPEL TABERNACLE.


Penulis; Tokoh Agama di Papua

Senin, 01 September 2014

PENGARUH BUDAYA LUAR TERHADAP BUDAYA MEEWODIDEE DI PAPUA

Oleh: Simion Kotouki *)

Simion Kotouki. (Foto/Dok)
Dalam konteks kehidupan masyarakat di pegunungan Papua khususnya meuwo kita dapat melihat bahwa dengan hadirnya pemerintahan banyak orang yang ternama menginginkan akan kehidupan mewah (Hedonisme) dengan seiringnya berkembang pemerintahan yang egois sehingga tidak ada kepedulian terhadap masyarakatnya. Jika melihat kehidupan orang Mee dimasa tradisional yang telah berlangsung di jaman yang telan silang, nenek moyang kita, sebenarnya hanya memenuhi makanan,minuman dengan pakaian (koteka dan moge) yang mereka gunakan saja pun mereka mampu hidup .
Subtansi persoalan yang sangat tidak di inginkan oleh masyarakat di meuwo adalah budaya yang tidak mewujudkan kesejahteraan sosial secara horizontal maupun vertikal dan tidak memedulikan masyarakat. Kalau hal seperti ini berarti kebiasaan yang menjadi pertentangan dengan kebudayaan yang sebenarnya. Sebab latar belakang kehidupan di meuwo kalau kita pandang pada kebiasaan yang di lakukan oleh masyarakat pada dasarnya adalah saling menghargai,mengasihi,menghormati antara sesama,orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.
Ketika kita melihat dengan hal diatas ini ada beberapa budaya yang tidak sebenarnya menjadi kebiasaan kita di meuwo adalah:
1.      Bersifat Egoisme
      Adalah bahwa merasa semua tindakan perbuatan di sebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri tingka laku atau dorongan untuk kepentingan diri sendiri. Dalam kehidupan masyarakat kita di meuwo yang bermaksud seperti ini sebenarnya adalah buta bagi masyarakat dan tidak menjadi kebiasaan masyarakat kita, dan juga bukan keinginan masyarakat karena bukan bagian dari masyarakat kita.
2.      Meniru budaya daerah lain
      Adalah bahwa dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat banyak orang yang salah berpendapat bahwa budaya yang sudah tertanam dalam masyarakat kita sudah tidak penting lagi dan merasa tidak dapat menguntungkan bagi kehidupan masyarakat. Sehingga mereka mengadopsi atau membenarkan budaya daerah lain yang masuk di daerah kita di meuwo, itulah yang mereka merasa sangat penting dan menguntungkan. Akan tetepi yang sebenarnya budaya kita mempunyai nilai yang sangat tinggi dan manfaat yang sangat menguntungkan kita. sehingga banyak masyarakat merasa kecewa kalau melihat dengan apa yang di lakukan oleh beberapa pihak di mata masyarakat itu sendiri.
Dengan hadirnya pemerintahan ini pun, juga ikut hadir beberapa budaya yang dapat merusakkan kehidupan masyarakat di kalangan meuwodide. Yang sebenarnya sudah tertanam sejak nenek moyang kita.  Jika kita singkirkan budaya yang merusak kita dan kita angkat budaya kita dan menguasai apa yang menjadi budaya kita manfaatnya cukup memuaskan dan sangat menyenangkan bagi kehidupan kita.
Dalam pemerintahan kita yang ada di meeuwodide ini jika kita membangun daerah berdasarkan budaya kita yang ada di daerah kita sendiri maka, kesejahteraan sosial akan terjamin dan akan terwujud apa yang menjadi keinginan bersama dan dalam pembangunan akan maju dan pesat. Karena budaya kita adalah budaya yang tidak merusak,tidak egois dan nilainya sangat tinggi.
Jadi dalam menjalin hubungan dengan daerah-daerah lain kita harus menjaga apa menjadi milik kita yaitu budaya kita yang sebenarnya. dan kita harus mengambil yang mempunyai nilai yang sangat menguntungkan bagi kita, dari budaya orang lain, baik dalam pemerintahan dan juga dalam masyarakat, dan janganlah memutar balikan budaya kita dengan budaya orang lain.

DASAR YANG SEBENARNYA MENJADI LANDASAN BAGI MEUWO
Dalam kita menjalani kehidupan kita, tentu kita mempunyai suatu landasan yang menjadi dasar dari kehidupan kita, untuk menindak lanjuti kegiatan dalam beberapa aspek yang menjadi bagian untuk kita dapat melaksanakannya dalam kita di masyarakat. Dalam menjalankan kegiatan kita, yang harus kita menjadikan dasar yang sebenarnya adalah dalam dua aspek yaitu: aspek Rohania dan aspek jasmania
  1. Aspek Rohani
Secara Rohani adalah dalam kita menjalankan kegiatan kita, yang terpenting dan dasar utama adalah membangun hubungan yang sangat intim dengan Tuhan yang maha kuasa dan juga menjadikan ibadah adalah bagian yang penting bagi seseorang sesuai dengan  keyakinan kita masing-masing.
  1. Aspek jasmani(fisik)
Secara jasmani kita melihat bahwa kita sebagai manusia adalah mempunyai fisik, oleh karena itu kita dapat menjalankan kegiatan kita secara benar dan baik. Dengan dilihatnya aspek jasmani(fisik) ini, kita sebagai manusia mempunyai fisik yang berbeda dan juga yaitu fisik kuat dan juga mempunyai fisik lemah, juga selalu mengalami banyak sekali kendala-kendala yang menghambat kita dalam menjalankan kegiatan kita. untuk itu kita dapat mengukur dengan daya tahan kita mana yang menjadi kemampuan untuk kita dapat melangsungkannya.
Kita juga dapat melihat dengan apa yang sudah menjadi dasar dari kehidupan nenek moyang kita pada masa yang telah silam. Jadi yang memberikan kita berhasil dalam dalam suatu kegiatan itu adalah ketika kita mempunyai pandangan hidup kita yang baik dari masa purba. Dan juga dari pandangan itu dapat perhatikan dan dapat kita pikirkan bahwa di titik mana yang mempunyai nilai yang posotif yang dapat memberikan kita berhasil, dan mana yang mempunyai nilai negatif yang merusakkan kita. karena kita melakukan suatu kegiatan dan akhirnya gagal yang menyebabkannya adalah tidak ada sesuatu yang menjadi dasar dari diri kita dari kegiatan tersebut.
PENYEBAB-PENYEBAB KEGAGALAN DALAM MELAKUKAN SUATU KEGIATAN
Ketika kita mau mewujudkan suatu kegiatan kita harus mempunyai pertimbangan yang jelas dan baik. Ada beberapa hal yang sangat penting dalam mewujudkan sesuatu kegiatan  adalah sebagai berikut.
  1. Tidak  Mempunyai pengalaman
Berdasarkan pengalam yang ada, orang dalam melakukan sesuatu kegiatan akan terwujud dengan apa yang telah di inginkan bersama dalam suatu komunitas, karena apa yang menjadi ukuran, beban dalam melakukan hal tersebut karena sudah mempunyai dasar dan kemampuan yang sanggup dan dapat melakukan akan suatu pekerjaan atau kegiatan yang dimaksudkan     


Penulis Mahasiswa Papua, di Bandung.

Jumat, 29 Agustus 2014

Akar Masalah Papua: Tinjauan Historis

Oleh: Fransisikus IG Bobi*) 

Perlu Saudara-saudara ketahui bahwa Akar Pokok Permasalahan di Papua adalah Bukan Masalah Kesejahteraan tetapi Masalah Sabotase wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia terhadap Belanda.

Yang mana, Papua adalah salah satu wilayah Dekolonisasi yang telah dipersiapkan Belanda untuk Merdeka di kemudian hari seperti beberapa wilayah di daerah Pacific seperti Australia, Papua New Guinea, Fiji, Vanuatu, dll.

Faktor inilah yang menyebabkan sehingga Belanda harus kembali ke West Papua dan Inggris kembali ke Papua New Guinea setelah mengalahkan Jepang melalui Perang Dunia Ke-2 di Kawasan Pacific yang dibawah pimpinan Jenderal Mc. Arthur. Mengapa Belanda ingin kembali juga ke Indonesia?

Itu disebabkan karena Inggris juga telah kembali ke daerah jajahannya seperti Hongkong, Malasya, Australia, Papua New Guinea, Vanuatu, dll. Belanda tak dapat masuk pada waktu itu karena masih ada Penjajah Jepang. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, lalu Belanda berusaha mencoba kembali melalui Agresi Militer Belanda II tetapi gagal karena Indonesia telah dimemerdekakan oleh Jepang dan didaftarkan menjadi anggota PBB yang ke-60.
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut mengakibatkan adanya perlawan yang selalu berjatuhan korban di Papua
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik
atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut
mengakibatkan adanya perlawan yang selalu
berjatuhan korban di Papua
Setelah Indonesia Merdeka, lalu Soekarno melihat bahwa Pulau Emas (Isla Del Oro) yang dikatakan oleh pelaut Spanyol Antonio Del Savera harus kita rebut dari Belanda dan sekalian kita jadikan sebagai Pertahanan NKRI dari arah Timur.

Pulau Emas inilah yang menyebabkan seluruh Bangsa-Bangsa di Dunia termasuk Indonesia ingin merebutnya. Dimanakah pulau emas itu? Pulau Emas itu adalah Papua (West Papua dan East Papua).

Oleh karena itu, Soekarno menggunakan alasan sama-sama daerah Jajahan Belanda jadi itu adalah wilayah Indonesia. Padahal waktu Proklamasi maupun Sumpah Pemuda hanya mencakup wilayah Aceh sampai Maluku.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, kemudian Soekarno melobi ke Perwakilan PBB tahun 1946 tetapi tidak mendapat dukungan karena wilayah Papua (Papua New Guinea dan Papua Barat) lagi dipersiapkan Belanda dan Inggris untuk berdiri sendiri (Merdeka penuh). Tetapi Soekarno tetap berjuang terus dalam Perjanjian Linggar Jati tahun 1946 pada waktu itu juga, dan juga pada Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 di Denhaag Belanda. Di KMB, Indonesia mendapat titik terang karena Belanda berjanji akan diselesaikan 1 tahun kemudia karena daerah Papua Barat (West Papua) masih dalam Status Quo (Daerah Yang Belum Jelas Pemerintahannya)Tetapi setelah satu tahun kemudian (Tahun 1950), justru Belanda tetap dengan Konsistennya untuk mempersiapkan Kemerdekaan Papua sehingga Soekarno tetap geram dan berjuang terus melalui Forum-Forum Internasional seperti Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1950. 

Dan bahkan ke Forum Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB). Tetapi sayang, Soekarno tetap tidak mendapat dukungan juga dari pihak Internasional.

Kemudian pada tanggal 1 Desember 1961, Perwakilan Rakyat Papua Barat yang duduk dalam Niuew Guinea Raad (Seperti MPR Indonesia) memproklamasikan Kemerdekaan Papua secara Defacto (Kenyataan) dan rencana secara Dejure (Hukum) nanti pada tahun 1970. Tetapi hal ini tidak diterima baik oleh Indonesia. Oleh karena itu, Soekarno didesak untuk mengumandangkan TRIKORA (Tri Komando Rakyat) 18 hari kemudian setelah Proklamasi Negara Papua Barat ini, yaitu pada tanggal 19 December 1961.

Kemudian dibentukla Komando Mandala yang dipimpin oleh Major Jenderal Soeharto, untuk melakukan Operasi Penyusupan dan Operasi Mandala ke Papua Barat. TRIKORA telah diumumkan tetapi senjata tak ada karena Australia, Amerika, Inggris, Perancis (Seluruh Sekutu Belanda) tak mau memberikan senjata kepada Indonesia. Akhirnya Soekarno lari ke Rusia dan membeli senjata di sana, tetapi tetap tak mampu melawan Belanda karena peralatan Belanda lebih canggih apalagi diturunkannya kapal Induk Karel Doorman yang telah menenggelamkan kapal Yosudarso.

Akhirnya, Soekarno mencari jalan lain untuk melumpuhkan Belanda di Tanah Papua yaitu melalui Pembentukkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Makanya Belanda terpaksa harus segera meninggalkan Papua karena mendapat tekanan dari rekan sekutunya yaitu Amerika melalui Presiden John. F. Kennedy. (Lihat Surat Presiden Amerika John. F. Kennedy di http://www.freewestpapua.org/docs/kennedyletter.htm).
Kennedy pun diberi jaminan oleh Indonesia untuk menanam Saham di Papua bila daerah tersebut dikuasai oleh Indonesia. Oleh sebab itu, diutuslah mantan DUBES AS di India sebagai penengah antara Indonesia & Belanda yaitu Mr. Elsworht Bunker.

Maka lahirlah usulan yang dikenal yaitu Usulan Bunker, antara lain : Belanda Menyerahkan Administrasi Negara Papua Barat kepada Indonesia melalui suatu badan PBB (Yaitu UNTEA – United Nation Temporary Authority), dan Administrasi Negara Papua akan diatur dan diurus oleh Indonesia hanya selama 25 tahun saja, setelah itu Indonesia akan memberikan Referendum kepada Rakyat Papua untuk Menentukan Nasibnya Sendiri (Apakah tetap dengan Indonesia atau lepas berdiri sendiri).

Dari usul inilah, sehingga melahirkan Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani di Markas Besar PBB pada tanggal 14 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma (Rome Agreement) yang ditandatangani pada tanggal 30 September 1962 di Italia. Yang mana, Perjanjia New York mengurus tentang Proses Peralihan Administrasi Negara Papua dari Belanda ke UNTEA tahun 1962 kemudian diberikan lagi kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Sedangkan Perjanjian Rome yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Referendum atau yang dikenal dengan PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) yang direncanakan pada tahun 1969, dibatalkan saja atau bula perlu dihapuskan.
  2. Indonesia mengatur dan mengurus Papua hanya selama 25 tahun saja, terhitung mulai tanggal 1 Mei 1963.
  3. Hasil PEPERA diterima di muka umum sidang PBB tanpda ada perdebatan.
  4. Amerika berkewajiban untuk menanam Sahan di Papua Barat demi kemajuan daerah tersebut.
  5. Indonesia akan mengirimkan Transmigrasi ke daerah Papua untuk Assimilasi dan Perkembangan Pembangunan.

**************
Oleh sebab itu, Belanda terpaksa meninggalkan Papua pada Oktober 1962 dan diganti oleh Pasukan UNTEA. Selama keberadaan UNTEA di sana (Papua) pun tetap diserang oleh rakyat Papua. Contohnya penyerangan Marka UNTEA di Manokwari pada bulan Februari 1963 yang dipimpin oleh Sergean PVK (Papoea Vrijwilleger Korps) Permenas Ferry Awom dan Papuan Police yang dipimpin oleh Yohanes Jambuani.

Ketika dikumandangkan TRIKORA juga banyak menyebabkan korban rakyat Pribumi Papua yang dibunuh oleh Militer Indonesia. Setelah dikuasai pun juga banyak terjadi Pembunuhan Masal Rakyat Pribumi Papua oleh Indonesia.

Setelah masuknya Indonesia tanggal 1 Mei 1963, Papua langsung diberi Otonomi Khusus oleh Soekarno tetapi dicabut lagi oleh Soeharto tahun 1966 melalui Ketetapan MPRS no.21. Tahun 1966. Pasal 6.

Apalagi menjelang tahun 1965 setelah terjadi penyerang Markas Arfai (Ex. Marka PVK) yang hingga menyebar ke seluruh daerah kepala Burung (Vogel Kop) yaitu Manokwari, Sorong, Ayamaru, Kebar, Saukorem, Sausapor, Makbon, Ransiki, Merdey, Anggi, Menyambou, dll.

Akibat inilah yang menyebabkan hingga penduduk Pribumi Papua telah menjadi berkurang hingga saat ini. Selain itu, masih banyak lagi Operasi-operasi Militer Indonesia lagi yang menewaskan ratusan ribu rakyat Pribumi Papua. Kemudian lebih parah lagi menjelang diadakannya PEPERA tahun 1969 – 1984. Akibatnya banyak Rakyat Papua yang mmemilih untuk melarikan diri ke Luar Negeri.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, turun temurun hingga anak cucu orang Papua pun bahkan menjadi lebih dendam. Apalagi ditambah dengan adanya penyebaran Virus HIV/AIDS di Papua. Itul merupakan salah satu bukti terjadinya Genocide di Papua.

PEPERA pun akhirnya tidak diijinkan oleh Indonesia dan Amerika untuk memilih sesuai mekanisme/prosedur Internasional yang seharusnya Satu Orang Satu Suara (One Man One Voute) tetapi diubah menjadi sistem perwakilan. Dimana dibentuknya Dewan Musyawarah PEPERA (DMP) yang mana pesertanya adalah Tokoh-tokoh Adat Papua yang dipilih dan ditunjuk dibawah penodongan senjata oleh Militer Indonesia melalui Organisasi Inteligen KOSTRAD yang diberi nama OPSUS (Pimpinannya adalah Ali Murtopo).

Makanya Kontrak Kerja PT. Freeport pun ditandatangani pada tahun 1967 ( sebelum Referendum tahun 1969).

Akhirnya Papua Barat berhasil dikuasai oleh Indonesia, dan Pembangunan pun diadakan dengan setengah hati oleh NKRI karena Daerah ini masih tetap berada dalam Status Quo di NKRI. Buktinya, setelah PEPERA pun belum ada Ketetapan MPR atau Undang-Undang yang Mensahkan masuknya Papua ke dalam NKRI. Sedangkan Timor Leste saja disahkan oleh Ketetapan MPR tetapi setelah Merdeka lalu dicabut Ketetapan tersebut.

***************
Demikian hingga saat ini, Papua tak akan pernah tinggal diam di atas Kekayaan Alamnya yang telah diberikan Tuhan Allah.

Penulis adalaha, Mantan Wartawan Pasifik Pos

Kamis, 07 Agustus 2014

Duamo island has its own uniqueness

Pulau Duamo Memiliki Keunikan Tersendiri

By. Jackson Ikomouw*)

Duamo Island. There is a lake amid TIGI, Deiyai ​​District, Papua Province. There are many fish fishing community. There is also a picnic in December. There was even a cave, and the cave bird nest in the wallet. The potential in this island very attractive to visitors. The visitors usually use boats to reach even seedbok to the island. The island is not Jahu mother Deiyai ​​District Municipality, Waghete. 

Of the many unique stored on the island, one of the most unique on this island is the rhyme of the Lord Jesus and Mary. "Trick to see: Just taru coin one hundred dollars in front of the statue, will itself will appear as statues of Jesus and Mary. 

Statue of Jesus and Mary on the island it is not made ​​by man but has existed since time immemorial, and it is natural. As well, the front of this island, there is a similar stone human face. 

Then, when the season Gurami, the Society held a place of game fishing. They often use baits that are lumit life. Not only that, there is also a picnic even in December, they took B2, noodles, and other daily necessities, and this time I was eleven years old we ever get there. 

It's the story: 
Story Experience Into Duamo Island, "Yeii..Yeii Anukai Adii Maga yee, Ani Uwoo Teuwinoo / Teninenoo! 

At that time, Mando Mote, Fredi Pekei, Ales Mote, Jekson Tekege, Jekson Ikomou Jairus Mote, Orgenes Pekei, Hosea Gobai and Melianus Pekei. We had headed Duamo, in December. We aim for a picnic. Initially we prepare, Rice, Noodles, B2. Etc.. But we headed off the end of a long field Waghete about seven o'clock in the morning. Using a mama-owned parahu Jekson Tekege 

When the circumstances of Lake Tigi, no shady water waves. I shared Orgenes dimintah to row a boat, then I am willing. Arriving mid, because I asked you for Jekson tired Tekege to replace me eventually jekson Tekege willing. Then about eight o'clock we reached the island safely Duamo state. 

We started the movement cook, we eat together after cooking. Shortly we eat, Orgenes Pekei, say, Kowakeii kou biyopa kouya Eniya tougaikai, he said it was to frighten frighten us, because he has experience mennjangkau to Duamo island. 

Orgenes said, "Ikiyaekina kouko Biyopa kouya yamakiyake taiI, eniya nidoteka! When he said that, my heart began to thud-thud-bath tub. But with my fear B2 menaru piece in the corner stone beside me. Orgenes said again, "Keito keike eniyakoo mobu tekai pigaika, Yamaki inoma okeiko ebee ibokaa! the mando beads and other kawan2 also manaru B2 in the corner stone. 

After we ate, Orgenes said, "now we all showered, I want a shower so tra! Then as soon as we opened pakean for bathing, swimming our competing. When our current preoccupation bath, B2 which had us fighting the corner of the stone, he went to take the meal in front of us. It was my emotions ... ..saya skalii said, "Ehh Akii dimibeu Kete, ko kou eniya yamakegai noooo! "Nooo kowakeii Kigadoo heart," he says. 

Mando began to say, "Be..be..be Kowakeii, Mee gadoo ko, ko koudani beu noo !! ..teman-friend lainpun very emotional with Orgenes attitude at that time. 

After that we invite Orgenes streets in the cave, we started early entry, Orgenes said, "Kowakeii Tuba / meenoo Meee gopai kaa noo noo Yamouwiipage ... Owapa Uwii. 

Jairus Mote said, "Beuu..beuu makooo kowakeii, puyapuga noo, noo kou Auwaa domii yenoo koo / MeeBadoo komo kou !! I started very scared, because it was dark in the cave. 

Then we went back to where we cook before, but we prepare all of our stuff down before, when the waves hit the rocks Area Duamo island, and we were swung parahu .. 

Fredi Pekei said, "Kowakeii Ukiya Iboo koo, inikee uwoo uwinakaa! 
Mando: "Bee akiwedagatee, wedaki peukiii heheheheheheeh! 
Fredi: "Beukipakoo, ikiyaa coma koo neukita !! 
Melianus: "akiwedagate, aniyaa keikipigaa 
Jekson Ikomou: "enakaa neukii! 
Jairus, Ales, Orgenes, and Jekson Tekege, we laugh ... 

Later, Alex and Orgenes started rowing boat, but the boat we were riding started mengombang around by the waves. 

My heart started bukbak, "Sunggu, I was so scared, tra say anything at that time. Our Parahu almost tergelam, Mando, Melianus, Jekson Tekege, Fredi, hosea, and I started to cry 
Jekson tekge: Yeii..Yeii Anukai Adii Maga yee, "Ani Uwoo Teuwinoo / Teninenoo !!!!!!!! 
Hosea Gobai: "Yii ... yi ... .Anukaii waeee magiyokaa Duamo megaiii, Aniya kouko paniyai peku noo ko beu !!!! 
Mando: KOwakeii, waiko Okomo yatougaa woniyaiikeii teneukiyaa ... Koukoo iniikee uwoo uwipage nooo !! 
Melianus Pekei, said, "Kowakii gitaa teneukeii ko, wo yatoo okomo tawani noo? 

At that time, Fredi Pekei, subject to Pray, to ask for help to God. If I, just waita course, Yuu Yuuuu..Yuuu ..! In fact, in my heart very frightened by the magnitude of the waves. 

Jairus, Orgenes, and Ales, just laugh, "peu wedako hehehhehehe yokaidoo keee, tikimeitoo enaaaheheheheheh !!! 

Furthermore, Alex and Orgenes not medayung parahu, then we were stranded at the mouth of the times Okomokebo. After arriving at times Okomo, we calmed down and there is no fear anymore. Fredi Pekei, claiming under, I was praying so we survived. 

Jairus said, "Makii second Klasis hehehehehheheheheheh, Akiya tebayam tegee kouya heheheheini crate tegee !!! we all participate ketawan with Jairus words. 

Sunggu Waves on Lake Tigi, severe very severe skali..sunggu skali ... now I can pour with ketawan, then I lost my mind. 

From this story, unfortunately there is a dead world, some of which are still living / breathing. 

You are already dead, as long as the road on the side of God Almighty

Senin, 09 Juni 2014

MENGENAL DAN MENCINTAI PAPUA LEWAT AKSI DIRI.

Peta Papua. Foto/ILS
*Oleh: Mando Mote*)
 
Papua merupakan sebuah pulau yang memiliki berbhineka macam  sumber daya yang meliputi kebhinekaan sumberdaya alam, sumber daya manusia bahkan dalam konteks kebnikekaan manusia memiliki beragam kultur, tradisi dan cara pandang juga. Keberaneka ragaman itu hanya ada di Papua. berbagai macam  sumber daya alam dan sumber multi tata susila adalah kekuatan bagi papua bahkan dengan melihat dari keragaman itu orang luar Papua mengaku dan menyatakan Papua adalah jaminan segalanya, juga sulit melepaskan Papua.Papua harus dijungjung tinggi meskipun kecilkan oleh beragam actor juga di selah dikecilkan orang aslinya dengan melandaskan perlakuan yang tidak logis.

Mengenal Papua juga merupakan suatu keharusan dengan beragam aski yang multak. Papua secara historis belakangan, Papua kini secara situasi kondisi yang diperhadapkan, bahkan papua pada hari esok. Mengenal Papua bukan hanya dari sisi power dari kepemilikan sumber-sumber yang ada . Mengenal secara historis juga merupakan mengaca setiap pijakan Papua dari masa dahulu yang mana dalamnya ada nilai-nilai positif dalam kehidupan manusia Papuani secara kolektif bahkan secara sub wilayah adalah kultur dasar hidup. Masih banyak hal yang kita mesti jangkau dan gali kebelakang untuk menunjang tata laku dan tata kehidupan manusia asli papuani di atas tanah leluhurnya.


Historis mengajak juga kaum  yang menganut paham niscaya mengenal dan mendalami sejarah bangsa Papua secara mendalam. tak kenal sejarah maka lupa akan jatidiri, identitas bahkan harkat. Papua sementara dengan bingkai belanda sudah bagimana dalam kontek peradaban bangsa Papua dan setelah bergabung dengan negara kesatuan repiblik Indonesia serta kenapa berintegrasinya.

Hal lain juga dari konteks historis terus mengajak kita orang papua untuk mengenal papua datang dari mana, sedang dimana dan akan kemana perubahan dan peradaban negeri dan orang asli papua di atas bumi cendrawasih.

kesadaran papuani sebagai Melanesia yang memiliki satu etnis dan dari sisi juga Methu Badii menekankan bahwa perlu kita mesti sadar bahwa,saya adalah orang papua,akui apa yg ada pada kita masing2,saya kiriting itulah saya,saya hitam itulah saya,meskipun dijelekin,meskipun dicaci maki,saya tetap saya,bukan anda, peganglah idelogi papuani yg Tuhan sudah tanamkan dalam peribadi kita. kita jgn terjebak dlm budaya- budaya  baru-baru  yg dapat mengancam eksistensi kehidupan orang papua dan milikilah serta tanamkan sikap itu.

 Paham Methu Badii juga selaku wartwan Muda yang memiliki multitalenta adalah lebih menekankan eksistensi kita tetap eksis dan berpegang teguh, juga  tidak perlu kita terbawa arus dengan arus jaman globalisasi yang modern ini. Merasa diri aku adalah Papua sehingga kapanpun, dimanapun, dengan siapapun aku tetap Papua. Prinsip pijakan hidup untuk mempertahankan jatidiri kepapuaan termasuk wujud pengenalan dan pendalaman terhadap Papua.


Mencintai Papua

Aksi yang merupakan gerak itu penting. Suatu peradaban akan ternampak dan terwujud andaikata aksi senatiasa bertahap dan sistematis. Beranjak dari topic di atas makan mengenal dan mencintai papua tanpa aksi maka rekasi hanya ada harapan. Aksi diri dalam rangka mengenal dan mencintai merupakan wujud proses kemajuan demi memburu peradaban negeri dan akar rumput sesama.

 Aksi diri dalam kontek cintai Papua adalah suatu yang hal multak dinampakkan oleh manusia asli papua demi sesama manusia. Cintai papua berdasarkan eksistensi dan kedudukan tugas adalah penting. Kutipan dari catatan Marko Pekei pada beberapa minggu lalu di media Facebook bahwa “”Papua menunggu anak muda yang siap kerja’’ itu juga bagian dari aksi.untuk mencintai Papua.

 Konteks aksi dalamnya ada gerakan dari diri kita yang bisah mewarnai dan/atau mempengaruhi sesame manusia Papuani. Aksi diri bisah membawa perubahan bagi sesame manusia Papua melalui banyak jalur dan hal itu dilihatberdasarkan keberadaan dan kedudukannya. Sebagai mahasiswa tentu aksinya adalah mendalami, menekuni, menimbah pendidikan entah itu melalui formal atau nonformal dalam rangka memburu perubahan dan kemajuan Papua. lalu untuk para kaum intelek memberikan kontribusi persepsi atau wujudnyata sesuai apa yang didapatkan kepada publik. Sedangkan para publik figure pun maju membangun dengan melandaskan nilai-nilai ideology agama dan budaya kehidupan Papuani.

 Mengenal dan Mencintai itu hal yang penting dibangun melalui diri kita, sebab dampaknya oleh kita dan untuk kita. Tidak akan ada reaksi andaikan cinta kasih sayang papua sudah ada lalu aksi  dimulai dari diri kita, dari hal kecil dan dimulai dari sekarang tidak ada. Maka pentingnya kita wujudkan kontek mengenal dan mencintai Papua lewat aksi diri ( dari kita, oleh kita dan untuk kita___ dari kita dari kecil dari sekarang).



Penulis adalah Purna  IPDN, kini sekarang berdomisi di Papua

Kamis, 15 Mei 2014

Tikus Almamater


(Sekarang Tikus Almamater, Besok Tikus Kantor)


Oleh: Jackson Ikomou*)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqkuXPgPYoj7L52ZWDb4BaAjcGrZPwgsC3mM7NSudVHQm_80nKdhAMsWkffc5h3pPh1IKMNi4fVCXMBeiF9tQcJ32AOxFiFhx_0rC1Bd5XzeVsZt4GDzLyfBYYknj8qM3zf-7zvFNkloY/s1600/korupsi-ilustrasi+22.jpg
Tikus-Tikus Almamater. FOTO:Ils
Mahasiswa adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dimnamis, insan sosial, dan insan mandiri. 



Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.

Rupanya dalam golongan generasi ini, sudah dan/atau sedang memperaktekan Korupsi. Sering-sering dana organisasi kemahasiswaan yang semestinya digunakan untuk kepentingan bersama di korupsi. 

Dalam hal ini ada dua (2) motif pengelapan yang sering terjadi, diantarnya; Korupsi secara bersamaan, serta induvidu. Kelompok–kelompok mahasiswa yang terinveksi virus tikus ialah , “Tikus Almamater”. Jika virus tersebut  merajalela, tentu akan berpengaruh pada eksitensi organisasi mahasiswa. 

Faktor yang menghancurkan kesatuan dan persatuan sebuah organisasi mahasiswa ialah, “Di Godai Si Cantik Berlistip Merah”. Artinya; salah menggunakan dana organisasi yang sementinya digunakan untuk kepentingan organisasi. Soal ini benar-benar nyata dikalangan mahasiswa di masa kini. 

Jika persoalan ini terus akan terjadi; belum tentu akan memimpin daerah dikemudain hari. Sebab, untuk merubah sebuah tatanan kehidupan bangsa perlu diawali  dari sejak mengayam pendidikan, dan saat memimpin sebuah organisasin mahasiswa.

Apabilah tidak terbentuk dari saat mahasiswa, “Jangan bermimpi untuk merubah bangsa dari keterpurukan. Walaupun memunyai konsep kedepan yang baik, belum tentu akan merubah.


Perang Utama bagi Mahasiswa

Ada tiga (3) hal yang menjadi dasar utamayang perlu dimiliki oleh mahasiswa, diantaranya, Sikap Kritis, Kreatif, dan Konstruktif

Pertama;  Sikap Kritis “ banyak orang bilang bahwa sikap kritis itu merupakan sikap egois semata dari sebentuk oknum/beberapa individu. Tetapi, justru sebenarnya itu semua salah. Kalau menurut saya seorang yang telah dinobatkan menjadi Mahasiswa justu sangat penting untuk memiliki poin ini, definisi dari kritis itu sendiri adalah sikap spontan seseorang terhadap sesuatu yang terjadi secara tidak terduga, mungkin lewat perkataan, atau perbuatan. Supaya terjadi komunikasi secara 2 arah dan tidak adanya Doktrin. Sikap kritis itu mempunyai 3 arti yaitu pertama sikap tidak mudah percaya, besusaha selalu menemukan kesalahan, dan rasa ingin tahu yang tajam, yang berarti seseorang bersikap ingin tau terhadap suatu hal, dan bersikap ingin mengkritiknya.

Kedua;  "Kreatif" – nah, sebagai seorang mahasiswa yang mampu bersikap kritis, hendaknya mahasiswa tersebut juga harus menerapkan sikap kreatif, yang artinya seseorang itu mampu memunculkan sebentuk ide-ide baru, dengan catatan ide itu belum pernah dimunculkan oleh orang lain (murni hasil buah pikiran sendiri) dan ini berkaitan dengan sikap kritis yang diterapkan sebelumnya.

Dan yang Ketiga; "Konstruktif" – Sudah jelas bahwa seorang Mahasiswa itu juga harus bersikap Konstruktif, sikap ini akan mendukung dari 2 sikap yang sebelumnya harus diterapkan, kenapa? karna selain bersikap kritis dan kreatif tentunya kita juga harus memiliki sikap yang membangun, membina dari ide-ide yang kita munculkan.

Nah, dari ketiga hal diatas bukankah jelas sekali bahwa sikap kritis, kreatif, dan konstruktif agar dimiliki oleh tiap Mahasiswa, tujuannya adalah agar generasi muda bangsa indonesia ini mampu menciptakan perubahan/tolakkan agar Bangsa ini bisa lebih baik kedepannya ditangan generasi muda

Jika tidak mempelajari, meradikalisasi dan memiliki, ketiga prinsi seorang mahasiswa diatas; tentu akan ingin “korupsi”, yang sebelum Tikus Almamater, akan menjadi “Tikus Kantor”. Yang sebelumnya, menindas Mahasiswa, tentu dikemudian hari akan menindas rakyat.


"Korupsi adalah Penindas Rakyat " By. Jekikom


 

Selasa, 06 Mei 2014

MUSTAHIL PENCURI DI TANAH PAPUA MELINDUNGI PEMILIKNYA (Bagian II)

Oleh: Pengamat Soal Papua di Rusia*)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmQO1ZHM5iojE1Pogvgvlc4g4piP5DYC9fhM9I1odIwGGjkIvX_bJHUh4GK8uGZqem1m4UxVV4Q49cKLVvIcsurQSCO2lHCc76YbNz3WVHIc0dxOl08kiEeCkKPR0oa5g-e8drM9pPb6g/s1600/Mako_Tabuni.png
Alm. Tuan Mako.
Tanggapan-tanggapan pada posting tulisan ini Bagian Pertama menyatakan kesepahaman ide. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa kita perlu meminta tuntunan Tuhan untuk membimbing kelanjutan perjuangan Bangsa Papua. Terima kasih atas semua tanggapan

Pertanyaannya : apa kata Firman TUHAN tentang para pencuri tanah? “Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesama manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata amin”. (Ulangan 27 : 17).

Jika kita mempercayai Alkitab sebagai Firman TUHAN, maka kita percaya pula bahwa para pengambil kebijakan Belanda, Indonesia dan Amerika telah terkutuk karena telah menggeser batas tanah Republik Indonesia (RI) sampai mencaplok Tanah Papua tanpa ijin dan persetujuan Bangsa Papua.

Pertanyaan berikut : jika Indonesia, Belanda dan Amerika telah terkutuk karena “menggeser batas Indonesia sampai mencaplok Tanah Papua”, apakah perjuangan Bangsa Papua akan diberkati jika upaya perjuangan difokuskan untuk mendapatkan pembelaan dari para pencuri terkutuk itu? Kisah Nabi Musa yang dipakai Allah membebaskan Bangsa Israel menunjukkan bahwa dia tidak bisa membebaskan bangsanya selama dia masih bekerja sama dengan Firaun yang menindas bangsa Israel. Dia harus keluar dari istana Firaun. Istana Firaun hanyalah tempat dia belajar.

 Tempat Musa mendapatkan top quality information dan mengembangkan akses untuk melakukan komunikasi ke decision maker. Bukan pusat perjuangan pembebasan bangsanya dari perbudakan. Pembebasan bangsanya baru bisa dilakukan ketika dia keluar dari istana, tidak lagi bekerja sama dengan Firaun dan kemudian menyampaikan perintah dan kutukan TUHAN atas Mesir, sampai kutukan ke-10 yakni kematian anak sulung.

Masalah pokok Bangsa Papua adalah menuntut keadilan akan pengembalian Tanah Papua yang sudah dicaplok dengan menggeser batas tanah Repoblik Indonesia sampai masuk mengambil Tanah Bangsa Papua. Tanah dan bangsa adalah ciptaan dan milik TUHAN yang hubungannya diatur di dalam adat negeri bangsa-bangsa pewaris. Manusia diberikan hak untuk mewarisi dan memelihara tanah dengan baik tanpa menggeser batas tanah dengan caplok mencaplok. Sekali lagi, TUHAN berfirman, “Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesama manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata amin”. (Alkitab, Kitab Ulangan 27 : 17).

Sampai menjelang tahun 1960-an, Tanah Papua dicaplok menjadi koloni Kerajaan Belanda. Aneh bin ajaib, Kerajaan Belanda yg terletak di sepenggal tanah di Eropa sana bisa mengklaim menguasai Tanah Papua. Namun pada 1 Mei 1963, Tanah Papua direbut oleh pencaplok baru bernama Indonesia melalui konfrontasi militer (Trikora) plus diplomasi antara Indonesia dan Belanda. Lagi-lagi aneh bin ajaib, suatu pencaplokan tanpa persetujuan pemiliknya.

Sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera/Act of Free Choice) dilakukan di Tanah Papua pada tahun 1969, sejarah mencatat adanya pertemuan rahasia antara Menlu Belanda dan Menlu Indonesia di Roma di mana antara lain Menlu Belanda memberi jaminan kepada Menlu Indonesia bahwa Belanda tidak akan mengamati pelaksanaan Act of Free Choice.

Amerika Serikat ikut berkonspirasi dengan para pencuri dengan melegalkan pencurian ini. Diplomat US Ellswoth Bunker (bagaimana nasib Ellswoth Bunker, mudah-mudahan tidak bernasib tragis) pada 1962 merumuskan “The New York Agreement” yang disepakati dan ditanda-tangani Indonesia dan Belanda; perumusan maupun penanda-tanganannya tidak melibatkan orang Papua.

Perjanjian tersebut merupakan dasar hukum bagi para pencuri untuk melakukan permainan kotor mereka. Pertama, mereka menghilangkan Hak Bangsa Papua dalam hukum internasional sebagai bakal negara yang sedang dalam proses dekolonisasi. Kedua, perjanjian itu mengakhiri kekuasaan pencuri sebelumnya (yang bernama Kerajaan Belanda) dan menyerahkan Tanah Papua ke pemerintahan peralihan PBB (UNTEA) sebelum beralih ke pencuri baru bernama Republik Indonesia. Ketiga, perjanjian ini juga memaksa PBB mengakhiri masa tugas UNTEA di Papua pada tahun 1963 pada hal seharusnya tugas UNTEA berakhir pada tahun 1969 setelah terlaksana dan disahkannya Act of Free Choice. 

Situasi lowong ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Indonesia untuk membunuh dan membungkam suara-suara rakyat Bangsa Papua dalam menuntut haknya. Keempat, perjanjian tersebut berhubungan erat dengan politik luar negeri Amerika untuk meruntuhkan kekuasaan rezim Orde Lama yang sulit dikendalikan Amerika dan mendukung berdirinya rezim Orde Baru pro Barat (anti komunis) dengan imbalan konsesi pertambangan tembaga dan emas di Freeport Timika. (Bagaimana nasib Muffet, apakah dia bahagia di masa tuanya untuk menikmati emas dan tembaga yag dia rampok dari Tanah Papua di atas pengorbanan darah dan nyawa Bangsa Papua?). 

Konsesi ditanda-tangani pada tahun 1967 antara Indonesia dan Amerika pada hal secara internasional Papua baru menjadi “bagian legal” dari wilayah Indonesia pada pasca pengesahan Act opf Free Choice tahun 1969. Kelima, perjanjian tersebut telah memfasilitasi berbagai tindakan pelanggaran HAM dan pembantaian di Tanah Papua terkait dengan penolakan Bangsa Papua akan Act of Free Choice 1969 dan menyebabkan Majelis Umum PBB menyangkali semua Keputusan Hukum Internasional yang dibuat dalam rangka proses dekolonisasi Tanah Papua (Sekjen PBB masa itu mati tragis dalam kecelakaan pesawat). Keenam, perjanjian yang disponsori Amerika Serikat dan sekutunya itu mendorong resistensi Bangsa Papua sepanjang sejarah Indonesia di tanah ini dan mengakibatkan pelanggaran HAM berkepanjangan yang membasahi Tanah Papua dengan jiwa, darah, air mata dan doa Bangsa Papua.

Nasib akhir para decision makers yang menggeser batas tanah Indonesia hingga mencaplok Tanah Papua tragis. Soekarno, Presiden RI yang memerintahkan Tri Komando Rakyat untuk invasi Indonesia ke Tanah Papua selambat-lambatnya pada 1 Mei 1963 tidak bisa menikmati hasil “perjuangannya”. Dia dibunuh secara politik dengan dipaksa mengakhiri hidupnya secara tragis sebagai tahanan rumah hanya 2 (dua) tahun setelah dia mencaplok Tanah Papua. Subandrio, sang penanda-tangan New York Agreement 1962 pun dibunuh secara politik dengan dijebloskan ke penjara oleh Rezim Orde Baru.

Presiden Amerika John F. Kennedy yang berperan sentral dalam proses politik untuk melegalkan pencaplokan Tanah Papua ditembak mati di Dallas pada 2 November 1963 hanya beberapa bulan sesudah penyerahan Tanah Papua kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Robert F. Kennedy, Jaksa Agung Amerika pada jaman pemerintahan Presiden John F. Kennedy -- kakaknya, mengalami nasib tragis yang tiada berbeda dengan sang kakak. Ia mati dibunuh pada 6 Juni 1968 dengan sebutir peluru yang ditembakkan dari telinga kanan menembus kepalanya tepat pada saat Indonesia melakukan persiapan Dewan Pepera untuk memenangkan proses pergeseran batas tanah Republik Indonesia untuk mencaplok Tanah Papua.

Presiden Soeharto, yang brilian sebagai ahli strategi militer, yang memimpin invansi Indonesia (Trikora) untuk mencaplok Tanah Papua, dipaksa turun dari jabatan Presiden RI yang diemban selama 30 tahun. Dia turun dari kemuliaan singgasana Presiden dalam kehinaan tepat pada saat umat Kristen merayakan kenaikan Tuhan Yesus ke surga (dalam kemuliaan). Mirip nasib Raja Nebukanezar dari Kerajaan Babilon Pencaplok Tanah Kanaan milik Israel yang dihina TUHAN dengan melengserkannya dari singgsana raja hingga menjalani kehidupan hina seperti seekor kambing yang makan rumput.

Beberapa pesan iman bisa ditarik dari catatan sejarah ini. Pesan pertama, seperti yang dilakukan Musa terhadap Firaun, lobby Papua perlu menyadarkan para pencuri itu bahwa proses menggeser batas tanah RI sampai mencaplok Tanah Papua yang dilakukan pemerintah mereka pada waktu lalu dalam Firman Tuhan dinyatakan sebagai tindakan terkutuk. Tuhan Yesus pada saat di kayu salib berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. “ Tindakan para pencuri untuk menggeser Tanah Papua telah mengakibatkan Bangsa Papua “disalib” dan menderita di bawah pemerintahan Indonesia . Selama para pelakunya tidak tahu apa yang mereka perbuat bagi Papua, mereka diampuni. Namun setelah mereka diberi tahu bahwa tindakan mereka adalah tindakan terkutuk menurut Firman TUHAN, maka sebaiknya mereka bertobat dan mengembalikan barang curian itu kepada pemilik sah. 

Jika mereka tidak bertobat maka mereka akan menanggung kutukan TUHAN. Mereka dan seluruh keturunan mereka. Ini bukanlah hal yang mustahil seperti seluruh Mesir menanggung kutukan TUHAN sebelum Israel dibebaskan.
Kita baru saja merayakan Paskah, sama seperti Yesus bangkit pada hari ketiga demikianlah Bangsa Papua akan dibebaskan pada Generasi Perjuangan Ketiga. Jika kita membandingkan penyaliban Tuhan Yesus Kristus dan sejarah Indonesia di Papua, kita akan menemukan beberapa persamaan. 

Persamaan Pertama, penyaliban Yesus dilakukan pada jaman pemerintahan Kekaisaran Romawi. Penyaliban Bangsa Papua dirancang di kota Roma melalui Roma Agreement – apakah bangsa dan negara di mana Kota Roma berada saat ini sedang bahagia? Yesus dikhianati Yudas Iskariot, Bangsa Papua dikhianati pemerintah Belanda yang melalui peran Menlu Luns. (Apakah Luns tidak mengalami nasib tragis?) Imam Besar Kayafas yang menuntut hukuman mati atas Yesus pada kasus Papua diperankan oleh Presiden Soekarno dengan Trikora-nya. Menurut teolog dan sejarawan Yahudi – Esebius dari Kaesarea – setelah menyalibkan Yesus maka Pontius Pilatus mati bunuh diri. Pontius Pilatus dalam penyaliban bangsa Papua diperankan oleh Presiden John F. Kennedy yang sesudahnya telah mati ditembak. Herodes diperankan oleh Robert F. Kennedy (Jaksa Agung, adik JFK). 

Robert mengalami nasib seperti kakaknya JFK – mati ditembak. Ada seorang penjahat Amerika bernama Allan Pupe yang dibebaskan Soekarno dan dia menyalibkan Bangsa Papua sama seperti Barabas si Penjahat dibebaskan dan Yesus disalibkan. Kemudian hari nasib Presiden Soekarno, Menlu Subandrio, dan Presiden Soeharto berujung tragis dalam kehinaan – dibunuh secara politik. Persamaan Kedua, Pada Hari Pertama, Yesus Sang Individu Ilahi disiksa dan disalib untuk menyelamatkan dosa dunia. Bangsa Papua (kolektif) disalibkan pada masa Generasi Perjuangan Pertama untuk menyelamatkan dunia dari Perang Dunia III antara blok Barat melawan komunis (Blok pimpinan Uni Sovyet). 

Yesus disiksa, mati pada hari I dan dikuburkan sampai hari II. Bangsa Papua disiksa pada sejak Generasi Perjuangan I dan sampai Generasi Perjuangan II mengalami berbagai bentuk pelanggaran HAM berat dan genosida. Generasi Pejuang Papua II mengungkap berbagai pelanggaran HAM di mana Bangsa Papua berjuang melawan genosida dan berbagai pelanggaran HAM berat . Yesus bangkit pada hari ketiga. Tanda-tanda kebangkitan Bangsa Papua mulai tampak pada Generasi Perjuangan III ketika nama Papua dikembalikan dan ketika Bendera Papua boleh dikibarkan. Namun Kebangkitan Bangsa Papua belum mencapai kesempurnaan. 

Kesempurnaan kebangkitan Bangsa Papua akan terjadi jika “Seluruh bangsa mengatakan amin.” (Ulangan 27 : 17 b). Generasi Perjuangan Papua III adalah Generasi Papua Bangkit untuk Mandiri (seperti visi Gubernur Lukas Enembe dari Provinsi Papua saat ini). Generasi yang harus menyampaikan kutukan Allah kepada para pencuri Tanah Papua sampai mereka bertobat dan mengembalikan Tanah Papua kepada pemiliknya agar Bangsa Pemilik Tanah Papua dipulihkan dan bangkit untuk memuliakan TUHAN di tanah yang diberikan TUHAN kepada mereka.

Apakah gereja-gereja di Roma (tempat Roma Agreement dibuat), Amerika, Belanda dan Indonesia bisa di-Injili untuk meng-Injili pemerintah dan bangsa mereka bahwa tindakan yang sudah mereka lakukan untuk menggeser batas tanah Republik Indonesia sampai mencaplok Tanah Papua adalah tindakan yang terkutuk? Apakah Gereja-Gereja di Papua, Vanuatu, PNG, Australia, Selandia Baru dll bisa membantu Bangsa Papua menyampaikan berita mengenai kutukan TUHAN ini kepada Belanda, Indonesia dan Amerika? Apakah gereja-gereja dari bangsa-bangsa yang pernah abstain dalam penetapan nasib Bangsa Papua di PBB Tahun 1969 bisa di-Injili untuk memberi kesaksian bahwa “perbuatan orang yang menggeser batas tanah sesama manusia adalah terkutuk”? Apakah pemerintah dari bangsa-bangsa yang tidak ikut merampok kekayaan alam Tanah Papua di atas penderitaan Bangsa Papua bisa diinjili untuk mendorong pengembalian batas Tanah Papua ke titik yang adil bagi Bangsa Papua?

Kedua, “Seluruh bangsa Itu harus berkata amin”. Seluruh Bangsa Papua sebagai pewaris Tanah Papua haruslah berkata “amin”. Artinya Papua harus tampil sebagai satu bangsa. Hal-hal mengenai sukuisme, perpecahan politik, paham gunung vs pantai dan sebagainya harus diatasi agar Papua mampu berkata amin sebagai satu bangsa. Kedua, berkata amin artinya mengakui bahwa perwujudan kutuk kepada para pencaplok tanah itu adalah hak Tuhan. Tuhan akan mengatur segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Tugas bangsa Papua adalah mengimani dan melakukan Firman TUHAN. 

Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Ketiga, berkata amin berarti menyungguhkan bahwa tindakan menggeser batas tanah adalah tindakan terkutuk artinya bangsa Papua harus satu hati dan iman pada pokok persoalan Bangsa Papua saja. Bangsa Papua tidak usah melakukan dosa yang sama untuk menggeser batas Tanah Papua sampai hendak menguasai seluruh Melanesia (apakah ini missi faksi Bendera Bintang 14?). 

Bangsa Papua harus fokus untuk mendapatkan keadilan atas haknya saja (Bendera Bintang I). Pertanyaannya : apakah gereja-gereja di Papua bisa mendorong Bangsa Papua ini untuk berkata amin bahwa tindakan menggeser batas tanah Republik Indonesia sehingga mencaplok Tanah Papua adalah tindakan yang menurut Firman Allah “terkutuk”? Apakah para pemimpin faksi-faksi dalam perjuangan Bangsa Papua (faksi Bendera Bintang 14 dan faksi Bendera Bintang I) bisa bersatu dalam berkata amin bahwa persoalan Bangsa Papua adalah persoalan dicaploknya Tanah Papua saja dan bukan Tanah Bangsa Melanesia? Apakah suku-suku di Papua dan para tokoh perjuangan Papua bisa bersatu sebagai satu bangsa untuk mengatakan amin?

“Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesama manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata amin”. (Ulangan 27 : 17). Imani dan lakukanlah Firman TUHAN, Dia akan mengatur segalanya indah pada waktunya, pun bagi Bangsa Papua. [HABIS]