Tampilkan postingan dengan label OLAH RAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAH RAGA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Sikat Kuwait 6-1, Persipura West Papua ke Semifinal AFC Cup

Persipura team asal Papua Barat, menuju ke Final
ketika mengalahkan team asal Kwait. (FOTO/Ils)
JAYAPURA - Persipura Papua Barat melaju ke semifinal AFC Cup 2014 setelah di leg kedua mencukur juara bertahan Kuwait SC 6-1. Hasil itu juga membuat Tim Mutiara Hitam ini mencatat sejarah setelah menjadi tim pertama di wilayah pasifik yang lolos ke babak tersebut.
Saat menjamu Kuwait SC di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (26/8), Persipura langsung menekan di awal pertandingan. Hasilnya tuan rumah sudah unggul 1-0 setelah Robertino Pugliara menyelesaikan dengan baik umpan dari Bio Paulin di menit ke-2.
Tertinggal 0-1 membuat Kuwait mencoba menekan namun para pemain tampil disiplin meredam serangan lawan. Persipura masih tetap mencoba membuka peluang dan akhirnya bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-43.
Gol tersebut memanfaatkan kecermatan Boaz Solossa setelah menerima umpan Ruben Boaz, Dia menusuk melewati dua pemain belakang lawan dan melepaskan tendangan jarak jauh ke gawang Kuwait setelah kiper Kuwait Musab Al Kandari maju ke depan.
Sebelum turun minum, tuan rumah semakin unggul setelah Pugliara berhasil memanfaatkan umpan Tobo sebelum menaklukkan kiper Al Kandari. Skor 3-0 bagi Persipura bertahan hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Persipura belum mengendurkan serangan. Pada menit ke-52, Titus Bonai memperbesar kemenangan Persipura menjadi 4-0 setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang. Kuwait sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 di menit ke-65.
Namun hanya satu menit berselang Robertino mencetak hat-trick di pertandingan ini dan membuat skor menjadi 5-1 lewat sepakan kaki kanannya. Serangan Persipura semakin menjadi-jadi menekan Kuwait yang bermain depan sepuluh pemain di menit ke-68.
Pemain Kuwait F.Al Alreshidi mendapatkan kartu merah setelah menendang perut kiper Persipura. Menjelang akhir laga sontekan kaki kiri Yohanes Ferinando Pahabol saat berhadapan dengan kiper Al kandari membuat Persipura unggul jauh 6-1.
Dengan demikian, Persipura membuat sejarah lolos ke semifinal dengan unggul agregat 8-4 dari Kuwait SC yang merupakan tiga kali juara Piala AFC. Pada leg pertama skuat besutan Jacksen F Tiago ini sempat kalah 2-3 di Kuwait.


Jackson Ikomouw

Selasa, 22 April 2014

JACKSON F TIAGO MENGHADIRI IBADAH PASKA ANAK DAN REMAJA KINGMI EKLESIA

Malam Paskah di gereja dikunjungi Coach Jacksen F Tiago Memberi Motivasi di Camp Paskah Sekolah Minggu Eklesia Angkasa.Setelah memberikan motivasi kepada anak dan remaja setelah itu kami lanjutkan dengan Doa bersama.


















Sabtu, 15 Februari 2014

DJOHAR ARIFIN: SUPPORTER INDONESIA BELUM DEWASA, HARUS BELAJAR DARI PAPUA

Ketua PSSI, Djohar Arifin
(FOTO/Google)
Aceh, SUARA INDEPENDEN - Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh IIndonesia (PSSI), Djohar Arifin, apresiasi kepada suporter asal Papua. Sebab supporter asal Papua sangat dewasa dalam menyaksikan pertandingan Sepak Bola, ketimpang supporter  lainnya di Indonesia  yang selalu membuat keributan di lapangan.

Hal itu sampaikan Djohar, seusai melantik Pengurus Asosiasi PSSI Aceh di GOR Komplek Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, seperti dilansir http://bola.okezone.com, Edisi;  Sabtu (15/2/2014).

Sepertinya, kata Dia, saat Laga uji coba PSIS Semarang versus Tim nasional U-19 yang berakhir 1-1 tadi malam, sempat dihentikan karena aksi pelemparan kembang api berasap. 

Pertandingan yang dihelat di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) malam tadi sempat dua kali dihentikan wasit, karena aksi ceroboh suporter yang membakar dan melempar flare dari atas tribun. 

Aksi ini bukan hanya mengganggu laga tapi juga cukup membahayakan pemain. Djohar menilai kalau insiden ini bukan hanya bisa mencoreng nama PSIS Semarang tapi juga sepakbola Indonesia.

“Kami menyesalkan masih ada penonton yang membawa, dan menyalakan kembang api saat pertandingan dilangsungkan. Kalau mau main kembang api, atau lempar botol, lebih baik cari tempat lain, jangan di stadion,” cetus Djohar.

Kita harus malu dengan Papua. Tidak ada penonton yang membakar kembang api, dan melempar botol minuman saat pertandingan berlangsung.

“Saya mengimbau agar pecandu sepakbola tidak lagi melakukan perbuatan yang bisa merusak citra Indonesia.”

Di Indonesia Super League (ISL) 2014, ada tiga tim asal Papua yang ambil bagian. Selain juara bertahan Persipura Jayapura, ada tim promosi Perseru Serui yang bermarkas di Stadion Mandala, serta Persiram Raja Ampat dengan home-base di Sleman.

Maka, perlu mencontohi yang terjadi di Papua. Sebab di Papua, jika ada yang mengeluarkan cara-cara buruk, “Orang yang di sampingnya akan marah kalau ada yang mengeluarkan macam-macam gangguan, “Ujarnya.

Jadi, Kata Djohar, mereka itu ingin sekali lapangan mereka itu berjalan aman, kemudian pertandingannya itu bersih, lancar. 

Gaya Papua ini perlu ditiru. Kadang-kadang kalah timnya pun mereka tidak mengacaukan pertandingan," sebutnya. (BO/JI)

Rabu, 15 Januari 2014

PENDATANG DI PAPUA, IBARAT TUMBUHAN BENALU

“Katika melihat eksitensi Orang  Asli Papua (OAP) terancam namun saya terinspirasi untuk menulis Artikel ini. Sebeb, menurut saya ini sebuah faktar yang sedang terjadi di Tanah Papua”


Oleh: Jackson Ikomou*)

Benalu adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Biji tumbuhan ini pada buahnya menghasilkan getah seperti lem berbentuk jeli yang lengket.

Penyebaran tumbuhan ini terjadi dibantu oleh burung, apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon, bijinya yang lengket akan menempel pada dahan pohon selanjutnya akan berkecambah dan benalu muda mulai tumbuh.

Benalu sering dikaitkan dengan orang yang senang menumpang diatas Tanah leluhur orang lain. Hal ini mirip dengan ungkapan parasite atau hive di dalam bahasa Inggris. Bahkan kondisi di Tanah Papua Barat.

Namun ilustrasi Pohon benalu saya kaitkan dengan kontes Papua Barat saat ini. Pendatang di Tanah Papua adalah ibarat Pohon benalu. Sebab kedatang mereka telah menghancurkan eksitensi orang Papua.

Pohon yang tumbuh dari tanah ibaratnya orang asli Papua.  Hal ini terungkap dalam diskusi telah digelar oleh Mahasiswa Papua yang sedang mengayam pendidikan di Kota Bogor dan Bandung. Pada  tahun lalu di asrama Paniai Bogor.

Orang Papua yang sebelumnya budaya bercocok Tanam, menjalah Ikan, berternak namun itu mulai terkikis akibat kedatangan transmigrasi di Papua. Tanah-tanah adat di Tanah Papau diduduki kaum pendatang. Tempat yang dulunya rakyat Papua berkebun diambil alih oleh pendatang.

Kemudian. tempat yang dulunya orang Papua mencari kayu dibabat habis oleh perusahan kayu. Selain itu, pohon-pohon sagu dibabat habis oleh perusahan-perusahan asing. Upaya untuk merubah padigma orang Papua berkebun di rubah dengan beras melalu program Pemerintah selain itu toto gelap dibebasakan. Ini merujuk pada terancamnya kehidupan rakyat papua yang sebelumnya.

Contoh kasus; di Danau Paniai dulunya ada empat belas macam udang tetapi sekarang tinggal dua macam, akibat kaum pendatang membangun rumah dipinggiran Danau Paniai dan bahkan orang pendatang membuang sampa sembarang, sehinggah bermunculan tumbuhan aceng gandong maka habitat di Danau Paniai mulai hilang.

Kemudian, Banyak lahan yang dulunya orang berkebun hanya tinggal cerita. Pengaruh paradigm berpikir dirubah dengan kebijakan pemerintah terstuktural melalu beras JPS.Namun semua lini dikuasi kaum pendatang di Tanah Papua, karena semua bidang dimatikan melalu cara kaum colonial. Sehinggal orang Papua menjadi tumbal diatas Tanah asalnya sendiri. 

Jika melihat kondisi Papua, “ini Nyata” sebab semua sector dikuasi oleh kaum pendatang, sehinggah orang Papua jadi minoritas di tananya sendiri. Semua sector yang dimasudkan adalah Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Birokrasi dan bahkan tanah adat dirampas oleh Negara Kolonial Indonesia.

Persoalan ini, Indonesia telah  menunjukan moncongnya kepada orang Papua bawah, “saya tidak suka Orang Papua, tetapi saya suka Sumber Daya Alam (SDA) Papua sebab pada malam tadi Prabowo sumbianto telah menunjukan taringnya untuk menguras kekayaan Papua,” melalui Twiiter pribadinya. Seperti yang dilansir kaumindependen.

Jika dalam pesta Demokrasi pada bulan depan Prabowo Subianto dinyatakan sebagai Presiden Indonesia. Pasti akan mengekploitasi sumber daya alam kepada para kapitalis asing tanpa mementingkan kesejahteran Rakyat pribumi. Kemudian,  akan mengadakan riset dimana tempat sumber daya alam yang masih dinilai berpotensi. 

Dalam kondisi itu, Operasi Militer terus menerus diguncangkan, seperti kondisi sekarang dimasa kepemimpinan Susilo Bambang Yodhoyona (SBY) sebagai Presiden Kolonial Indonesia. Namun, perlu mempertimbankan siapa figure yang layak untuk merubah nasib Rakyat Papua di masa mendatang nanti.

Pendatangan sedang bertumbu dengan segar, sedangkan Rakyat Papua menjerit penderitaan. Jika persoalan ini terus bertumbuh, “akan kemana kah? Nasib anak cucu kita kedepan ? mari tanyakan diri kita masing-masing sebagai anak bangsa Papua Barat.

Perlu ketauhi bersama, kaum penjajah datang untuk menjajah. Sebab Kolonial Indonesia klaim Papua masih bermasala. Namun, mari kita merenung sejanak tentang status tanah air kita pada saat ini.


Tanah Papua Dalam Rebutan Asing

             Dalam persoalan Papua, pihak asing pun tak berdiam diri, namun kaum Kapitalisme telah menunjukan taringnya kepada Indonesia untuk menanam investasi. Hal ini telah terbukti, Tanah Papua sudah di Ekploitasi habis oleh Kapitalisme dan Impirialisme. Dalam kondisi tersebut Indonesia telah memainkan komunikasi Politik untuk meredamkan diplomasi yang sedang di bangun oleh para diplomat Papua Barat yang ada  di luar negeri bahkan di dalam negeri.

SBY sudah memberikan sumber Daya Alam Papua seenaknya kepada pihak asing untuk mematikan perjuangan Rakyat Bangsa Papua. bahkan banyak persoalan di Tanah Papua tak bisa dijelaskan kata perkata.

Disaat Rakyat menolak mengekploitasi Sumber Daya Alam di Papua, rakyat jadi korban akibat kekerasan Militer Kolonial Indonesia. Militer Indonesia berperan untuk melindungi kepentingan kaum kapitalisme dan Imprialisme di Tanah Papua ini sudah terbukti.

Maka, Kekerasan Militer Indonesia di Tanah Papua telah membangkitkan semangat perlawanan Rakyat Papua. Namun disampaikan kepada Militer Kolonial Indonesia jangan menjadi kaki tangan kapitalisme dan impirialisme.

Sebab, Militer Indonesia sudah membunuh Jutaan Rakyat Bangsa Papua dari sejak awal Papua dikelaim sebagai bagian dari Indonesia melalu PEPERA yang telah dimanipulasi oleh Kolonial; Indonesia.

Di poin terakhir, inilah awal bertumbunya tumbuhan benalu parasit di tanah Papua, sedangkan pohon yang tumbuh dari Tanah mulai kering. Sungguh sangat nyata ilustrasi, “Tumbuhan Benalu”  dengan kondisi di Tanah Papua. Sebab, kedatangan colonial Indonesia dan Kapitalisme Asing telah membawah nasib buruk bagi Rakyat Bangsa Papua. kemudian eksitensi orang asli Papua pun terancam  punah.

Kembalikan Eksitensi OAP, Tanggung Jawab Generasi Bangsa Papua
Kitong semua su tahu dengan kondisi kitong punya Tanah yang penuh dengan susu dan madu. Mari kitong tanyakan pada diri kita masing-masing.  Apa yang selama ni sa lakuakn untuk tanah air ? Buanglah gensi dan Egois. Sebab, ini menjadi persoalan yang buruk dikalangan Rakyat Bangsa Papua. Namun perlu kita saling mendukung guna mengembalaikan eksitensi Rakyat Papua yang matikan oleh Kolonial Indonesia dan Impirialisme asing.







 

Jumat, 15 Maret 2013

DICORETNYA PEMAIN PERSIPURA DIBANTAH

Ketua Harian Persipura, La Sya. (Jubi/Arjuna)
Jayapura,15/3 (Jubi)- Adanya rumor pencoretan tujuh pemain Persipura dari TC Timnas Indonesia dibantah Sekretaris Umum Persipura, La Siya.

Menurutnya rumor pencoretan tujuh pemain Persipura, yakni Boas Salossa, Patrich Wanggai, Emanuel Wanggai, Ferinando Pahabol, Ricardo Salampesi, Ruben Sanadi, Ian Luis Kabes oleh Pelatih Tim Nasional (Timnas), Luis Blanco dari training centre (TC) Timnas Indonesia adalah tidak benar.

“Permasalahan ini telah selesai, dan ketujuh pemain Persipura ini akan tetap akan ikut dalam TC Timnas. Tidak hanya pemain Persipura yang kabarnya dicoret akan tetapi juga pemain Mitra Kukar, Persisam, dan Sriwijaya FC, ” ungkap La Siya melalui telepon selularnya, Jumat (15/3)

Namun menurut La Siya para pemain ini juga ada benarnya, mereka tidak mengikuti TC pagi dikarenakan kondisi fisiknya masih bermasalah, kelelahan akibat perjalanan dan belum ada waktu untuk memulihkan fisik setelah mengikuti kompetisi. “Harusnya tidak dipaksakan untuk  berlatih fisik yang berat, ini tentu saja akan berdampak kepada cidera pemain nantinya, kan?” ujarnya.

Ia juga sangat menyayangkan adanya pemberitaan, yang seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu, “Menurut informasi dari Waket BTN dan Tim Manager Timnas, bukan hanya  ketujuh pemain Persipura saja yang rencananya dipulangkan tapi tidak jadi setelah melakukan latihan bersama anggota timnas yang lain pada sore hari tadi,” tegas La Siya (Jubi/sindung)

Sumber: Tabloidjubi.com

Rabu, 16 Januari 2013

Militer Indonesia Mengkap 7 Rakyat Papua di wilaya Sairery

Foto (Karobanews). Militer Indonesia menangkapa Rakyat Papua
Serui, SUARAINDEPENDEN- Pada hari ini.Rabu (16/1.)terjadi penangkapan terhadap 7 rakyat sipil oleh Militer Indonesia. Hal ini disampaiakn oleh Biily Auparau kepada Suaraindependen melalui Via-Handphone dari Serui Papua. pukul 08.00 WIT .

Satuan Kostra dan Tentara Nasional Indnesia (TNI) yang dipimping oleh Gidion Karubaba. Mereka menggunakan sebuah Truk dan sebuah Motor. Posisinya dengan memegang senjata lengkap melakukan penangkapan terhadap Rakyat sipil.

Namun.Lanjutnya, mereka yang ditangkap diantaranya Yohan Ayum, Lamkiur Ayum, Penina Pangkurei, Oki Warkawani, Mambiwa Wandamani, Simeon Ayum, dan Isak Warkawani. Hinnggi kini mereka masih dalam tahanan. Karena  Mereka diduga "mendukung kemerdekaan Papua.

Tambahan, Hingga kini mereka masih dalam tahanan oleh satuan Kostra dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dan tidak tahu kapan baru dikeluarkan. (SI/JI)