Kamis, 11 September 2014

"Selintas Mulainya Gereja Kemah Injil"

Oleh: Darius Nawipa*)

VisiGereja Kemah Injil (Kingmi) berawal dari Visi Dr. Albert Benyamin Simpson,pendiri The Christian and Missionary Alliance (C&MA). Albert BenyaminSimpson seorang keturunan Skotlandia, lahir pada tahun 1843 di Kanada dandibaptis di Gereja Presbiterian Kanada ketika ia masih bayi. Pada tahun 1865,Benyamin ditahbiskan menjadi Pendeta Gereja Presbiterian tersebut.

PelayananAlbert Benyamin Simpson dan Rumah Ibadat ”KEMAH”

Di New York, para gelandangan, peminta-minta, pemabuk, pelacur, dan penganggur– sering tampak berkeliaran di sekitar gedung-gedung gereja yang mewah. Simpsonmerasa prihatin melihat mereka dan juga beberapa lingkungan di kota besar itu,yang penduduknya tidak pernah mengunjungi gereja mana pun. Simpson memberitakanInjil kepada mereka dan berhasil memenangkan beberapa orang di antaranya.Ketika ia mengusulkan kepada Badan Pengurus Jemaat, agar sekitar 100 orangkristen baru ini diterima sebagai anggota resmi, usulnya itu ditolak. Alasanyang diberikan adalah bahwa orang-orang kristen baru ini berasal dari golonganmasyarakat rendah. Simpson mulai menyadari betapa sulitnya mencapai orangbanyak kalau ia tetap berada di gerejanya. Setelah bergumul dalam doa selamasatu minggu, Simpson akhirnya memutuskan untuk meminta izin keluar darikeanggotaan gerejanya dan menjadi penginjil lepas. Simpson berpisah denganmereka dengan penuh pengertian. Kemudian Simpson memberitahukan maksudnya,bahwa ia ingin membuka pos penginjilan di antara orang-orang yang di luarjangkauan gereja itu. Ia menyewa sebuah ruangan di salah satu balai pertemuanyang letaknya mudah dijangkau oleh orang banyak.


AlbertBenyamin Simpson adalah seorang pelayan Tuhan yang dipakai Allah secara luarbiasa, sangat terbukti dari hasil pelayanannya di dalam jemaat-jemaat yangpernah digembalakannya. Namun hal itu tidak menjadikannya sombong. Simpson samasekali tidak ingin dikenal sebagai pendiri sebuah gereja baru. KeputusanSimpson untuk menjadi seorang penginjil lepas pun sungguh merupakan suatulangkah iman. Dalam waktu delapan (8) tahun, Simpson dan para pengikutnya dapatmembangun sebuah tempat permanen sebagai rumah ibadat mereka. Uniknya rumahibadat ini diberi nama TABERNACLE atau KEMAH.

Asal-UsulNama KEMAH INJIL : Albert Benyamin Simpson membangun gedung gereja, tempatberibadat dengan memakai pola pembangunan seperti Kemah Sembahyang yangdidirikan oleh Musa di padang gurun (Keluaran 25-27 dan 33:7 – Kemah Sembahyangdisebut juga ”Kemah Suci” dan ”Kemah Pertemuan”). Walaupun keadaannya serbasederhana, namun Simpson yakin bahwa Allah tetap hadir dan berkenan ditemui disana.

Simpsonpercaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali ke dunia ini setelah semuabangsa diinjili (Matius 24:14 – dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tibakesudahannya”). Sebab itu yang paling penting bagi Simpson ialah PENGINJILAN,bukan pembangunan. Ia berpendapat, lebih baik dana yang ada dipakai untukmengirim utusan-utusan Injil ke pelosok-pelosok bumi, ke tempat-tempat yangbelum mendengar tentang Yesus Kristus daripada membangun rumah ibadat yangmegah. Inilah dasar pemikiran Simpson mendirikan dua buah Rumah Ibadat yangdisebut KEMAH  dibangun pada tahun 1876 di Louisville, Amerika Serikat,dan the Gospel Tabernacle (Kemah Injil) dibangun pada tahun 1888 di New York).Dari sinilah asal-usul nama KEMAH INJIL atau THE GOSPEL TABERNACLE.


Penulis; Tokoh Agama di Papua

Senin, 01 September 2014

SUATU LEMBAH

Engkau berkelana dalam samudra nan membiru
Dimana dua dunia berjumpa antara samudra dan langit biru
Ku tak tapaki perjalanan ini tanpa untaian
Andaikan waktu ini menjadi manusia, pintaku pertemukan kami
Hasrat ini berkelana dalam pertemuan dunia itu.
ingin ku buka jiwaku yang masih terpenjara dengan alun-alun dunia, jejak-jejak penikaman
Aku menantimu di lembahku nan hijau, wanginya kuasai daratan. Disana semua orang hidup berwajah setia, murah senyum dan jiwa-jiwa dipenuhi dengan sentuhan kalik
Relakan kami bertemu dalam lembahku agar dikau diurapi kehidupan abadi. Aku tahu duniamu memang baik tapi kelak akan jadi api pemusna kehidupan para jiwa-jiwa
Selidiki diriku bila salah, tanyakan pada angin lembah
Hembusanya ku hirup setiap duka membawa senyum
Landasan penuh dengan wangian tumbuhan nan hijau
dalam jiwaku sudah tak berdaya untuk melupakamu berpalinglah
Masihkah kau ingat dunia dulu, kita bersama canda sampai riak-riakmu buat aku di kejar pusaka kerajaan ini
Ketika aku jatuh menghembus napas, engkau terjatuh dengan uraiaan air mata membasahi bumiku
Kesuburan lembah ini karena airmatamu
kini kami rindu engkau kembali dalam pelukanya
Semua makin sadar ada salah yang mereka perbuat
Samudra dan langit biru kini telah menyatu dalam satu suara
Mereka dalam perjalanan menuju lembah
Kini aku hendak perluas Kasih, setia, komitmen, keiklasan, kemurnian dan keaguangan
Semua ku perluas seperti luasnya samudra dan panjangnya lagit yan akan ku tanam di lembahku
Kami akan kuasai dunia tanpa zaman
Wajahnya rupa-rupa lembah hijau dipagari tiang2 emas
Wajah hunian itu bagai kerajaan yang memiliki menara2
Setiap bumbunganya berdiri malaikat2 selalu tiupkan serulingnya, melagukan kehidupan orang lembah...
Aku ingin jadi orang lembah itu....
‪#‎puncak‬ tuebaga#

By. Natan Tebai

APARAT TNI MENIKAM RIGO WENDA, SEDANG KRITIS DI RUMAH SAKIT


ANGGOTA KNPB PUSAT RIGO WENDA
(FOTO/NESTA)
Laporan: Ones Suhuniap
JAYAPURA 02 SEBTEMBER 2014. Anggota TNI yang bertugas di Pos penjagan di Perumnas III waena menikam  RIGO WENDA, dengan mengunakan pisau sangkur milik TNI. Namun, hingga kini korban masih kritis di rumah sakit Dian Harapan perumnas III waena, Kota Jayapura. Kejadian penikaman terjadi, pada selasa 02 Sebtember 2014. Pukul 04.00 WPB subuh tadi.

Rigo Wenda adalah Mahasiswa, juga bagian dari Anggota KNPB itu, hingga saat ini masih kritis di Rumah sakit, dan juga sedang dipasang Infus serta Oksigen. Lantaran Rigo, tidak bisa bernafas akibat penikaman yang dilakukan oleh militer Indonesia (TNI) .

Kejadian itu terjadi ketika saat, Rigo bersama adiknya menggunakan motor keluar. Saat hendak bertujuan untuk membeli rokok di sebuah warung kios di perumnas III waena, namun karena ditutup.  Akhirnya, mereka berdua lebih memilih untuk kembali menggunakan motor ke arah perumnas II. Kemudia setelah beli surya 16 satu bungkus. Ketika, tiba di somel Perumnas III , Rigo turun dari motor lalu naik ikut jalan Kaki, Pas tiba di depan Pos Penjagaan TNI itu, tiba –tiba anggota TNI keluar Koroyok Rigo Wenda dan adiknya.

Anggota TNI yang bertugas di perumnas tiga tersebut menghadag korban lalu melakukan penikaman tanpa alasan yang jelas, atas Penikaman oleh anggota TNI itu Rigo Wenda Megalami Luka di paha sebela kanan, di bawa Lutut, kemudian mereka juga menikam korban di perut hingga tali perut keluar. Selain di perut, korban ditikam juga di dada lurus degan jantung hingga kini tidak bisa bernafas. Bukan hanya itu, tetapi para Anggota TNI  juga menikam korban di teliga hingga teliga Sobek, kemudian memukul korban dengan pantat senjata di otak belakang.

Selain itu, adiknya Rigo Wenda juga ditikam aparat militer Indonesia, yang sebelumnya menggunakan motor sama-sama. Adiknya RIGO adalah  mahasiswa Uncen. Aparat Militer menikam di bagian kaki  kiri, dengan menggunakan sanggur oleh anggota TNI di pos penjagaan itu.

Guna menyikapi tindakan militer Indonesia. maka pada siang tadi, Ribuan  Mahasiswa penghuni asrama Uncen Unit satu sampai Unit Enam dan Penghuni Asrama rusenawa sekitar Pukul 05 memalang jalan Alternatif dari perumnas III menuju Entrop dan kampus Uncen dipalang sehingga aktivitas perkuliahan tidak berjalan evektif

Juga, hinggga saat ini semua mahasiswa uncen bersama Mayarakat yang berdomisili di perumnas III waena sedang melakukan Aksi demo di gapura uncen memita pangdan dan Polda Papua hadir untuk mempertanggung jawabkan Perbuatan anggota.

PENGARUH BUDAYA LUAR TERHADAP BUDAYA MEEWODIDEE DI PAPUA

Oleh: Simion Kotouki *)

Simion Kotouki. (Foto/Dok)
Dalam konteks kehidupan masyarakat di pegunungan Papua khususnya meuwo kita dapat melihat bahwa dengan hadirnya pemerintahan banyak orang yang ternama menginginkan akan kehidupan mewah (Hedonisme) dengan seiringnya berkembang pemerintahan yang egois sehingga tidak ada kepedulian terhadap masyarakatnya. Jika melihat kehidupan orang Mee dimasa tradisional yang telah berlangsung di jaman yang telan silang, nenek moyang kita, sebenarnya hanya memenuhi makanan,minuman dengan pakaian (koteka dan moge) yang mereka gunakan saja pun mereka mampu hidup .
Subtansi persoalan yang sangat tidak di inginkan oleh masyarakat di meuwo adalah budaya yang tidak mewujudkan kesejahteraan sosial secara horizontal maupun vertikal dan tidak memedulikan masyarakat. Kalau hal seperti ini berarti kebiasaan yang menjadi pertentangan dengan kebudayaan yang sebenarnya. Sebab latar belakang kehidupan di meuwo kalau kita pandang pada kebiasaan yang di lakukan oleh masyarakat pada dasarnya adalah saling menghargai,mengasihi,menghormati antara sesama,orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.
Ketika kita melihat dengan hal diatas ini ada beberapa budaya yang tidak sebenarnya menjadi kebiasaan kita di meuwo adalah:
1.      Bersifat Egoisme
      Adalah bahwa merasa semua tindakan perbuatan di sebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri tingka laku atau dorongan untuk kepentingan diri sendiri. Dalam kehidupan masyarakat kita di meuwo yang bermaksud seperti ini sebenarnya adalah buta bagi masyarakat dan tidak menjadi kebiasaan masyarakat kita, dan juga bukan keinginan masyarakat karena bukan bagian dari masyarakat kita.
2.      Meniru budaya daerah lain
      Adalah bahwa dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat banyak orang yang salah berpendapat bahwa budaya yang sudah tertanam dalam masyarakat kita sudah tidak penting lagi dan merasa tidak dapat menguntungkan bagi kehidupan masyarakat. Sehingga mereka mengadopsi atau membenarkan budaya daerah lain yang masuk di daerah kita di meuwo, itulah yang mereka merasa sangat penting dan menguntungkan. Akan tetepi yang sebenarnya budaya kita mempunyai nilai yang sangat tinggi dan manfaat yang sangat menguntungkan kita. sehingga banyak masyarakat merasa kecewa kalau melihat dengan apa yang di lakukan oleh beberapa pihak di mata masyarakat itu sendiri.
Dengan hadirnya pemerintahan ini pun, juga ikut hadir beberapa budaya yang dapat merusakkan kehidupan masyarakat di kalangan meuwodide. Yang sebenarnya sudah tertanam sejak nenek moyang kita.  Jika kita singkirkan budaya yang merusak kita dan kita angkat budaya kita dan menguasai apa yang menjadi budaya kita manfaatnya cukup memuaskan dan sangat menyenangkan bagi kehidupan kita.
Dalam pemerintahan kita yang ada di meeuwodide ini jika kita membangun daerah berdasarkan budaya kita yang ada di daerah kita sendiri maka, kesejahteraan sosial akan terjamin dan akan terwujud apa yang menjadi keinginan bersama dan dalam pembangunan akan maju dan pesat. Karena budaya kita adalah budaya yang tidak merusak,tidak egois dan nilainya sangat tinggi.
Jadi dalam menjalin hubungan dengan daerah-daerah lain kita harus menjaga apa menjadi milik kita yaitu budaya kita yang sebenarnya. dan kita harus mengambil yang mempunyai nilai yang sangat menguntungkan bagi kita, dari budaya orang lain, baik dalam pemerintahan dan juga dalam masyarakat, dan janganlah memutar balikan budaya kita dengan budaya orang lain.

DASAR YANG SEBENARNYA MENJADI LANDASAN BAGI MEUWO
Dalam kita menjalani kehidupan kita, tentu kita mempunyai suatu landasan yang menjadi dasar dari kehidupan kita, untuk menindak lanjuti kegiatan dalam beberapa aspek yang menjadi bagian untuk kita dapat melaksanakannya dalam kita di masyarakat. Dalam menjalankan kegiatan kita, yang harus kita menjadikan dasar yang sebenarnya adalah dalam dua aspek yaitu: aspek Rohania dan aspek jasmania
  1. Aspek Rohani
Secara Rohani adalah dalam kita menjalankan kegiatan kita, yang terpenting dan dasar utama adalah membangun hubungan yang sangat intim dengan Tuhan yang maha kuasa dan juga menjadikan ibadah adalah bagian yang penting bagi seseorang sesuai dengan  keyakinan kita masing-masing.
  1. Aspek jasmani(fisik)
Secara jasmani kita melihat bahwa kita sebagai manusia adalah mempunyai fisik, oleh karena itu kita dapat menjalankan kegiatan kita secara benar dan baik. Dengan dilihatnya aspek jasmani(fisik) ini, kita sebagai manusia mempunyai fisik yang berbeda dan juga yaitu fisik kuat dan juga mempunyai fisik lemah, juga selalu mengalami banyak sekali kendala-kendala yang menghambat kita dalam menjalankan kegiatan kita. untuk itu kita dapat mengukur dengan daya tahan kita mana yang menjadi kemampuan untuk kita dapat melangsungkannya.
Kita juga dapat melihat dengan apa yang sudah menjadi dasar dari kehidupan nenek moyang kita pada masa yang telah silam. Jadi yang memberikan kita berhasil dalam dalam suatu kegiatan itu adalah ketika kita mempunyai pandangan hidup kita yang baik dari masa purba. Dan juga dari pandangan itu dapat perhatikan dan dapat kita pikirkan bahwa di titik mana yang mempunyai nilai yang posotif yang dapat memberikan kita berhasil, dan mana yang mempunyai nilai negatif yang merusakkan kita. karena kita melakukan suatu kegiatan dan akhirnya gagal yang menyebabkannya adalah tidak ada sesuatu yang menjadi dasar dari diri kita dari kegiatan tersebut.
PENYEBAB-PENYEBAB KEGAGALAN DALAM MELAKUKAN SUATU KEGIATAN
Ketika kita mau mewujudkan suatu kegiatan kita harus mempunyai pertimbangan yang jelas dan baik. Ada beberapa hal yang sangat penting dalam mewujudkan sesuatu kegiatan  adalah sebagai berikut.
  1. Tidak  Mempunyai pengalaman
Berdasarkan pengalam yang ada, orang dalam melakukan sesuatu kegiatan akan terwujud dengan apa yang telah di inginkan bersama dalam suatu komunitas, karena apa yang menjadi ukuran, beban dalam melakukan hal tersebut karena sudah mempunyai dasar dan kemampuan yang sanggup dan dapat melakukan akan suatu pekerjaan atau kegiatan yang dimaksudkan     


Penulis Mahasiswa Papua, di Bandung.

WAKTU DEKAT, IMASEPA AKAN BENTUK DAPARTEMEN

Ketua IMASEPA Bandung
BANDUNG - Badan pengurus baru Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua (IMASEPA) periode 2014-2016, mengajak, “Diperlukan bantuan dari seluruh anggota Imasepa Bandung untuk meningkatkan kerja sama guna menjalankan program kerja yang akan dirancang bersama. Demikian kata Ketua, Jack Peyon,  Senin, (1/9).

Melalui tulis itu, Kata Ketua baru menginformasikan, Kami badan pengurus baru meminta nomor kontak dari masing-masing Ketua Paguyuban dari Raja Ampat-hingga Merauke atau masing-masing Ketua Paguyuban di Bandung.  

“Bisa menghubungi langsung ke Ketua Imasepa CP (81344552605), Sdr. Jakub.Y.Peyon dan Sekretaris Sdr. Leo Magai CP (082323373238) guna menyusun departemen-departemen dalam menjalankan Program kerja dimasa kepimimpinan selama  2 (dua) tahun.

Hal tersebut, disampaikan melalu akun sosial media (Facebook) kepada seluruh mahasiswa dan pelajar serta masyarakat Papua yang berdomisili serta menganyam pendidikan  di wilayah Kota Bandung, Cimahi, dan Sumedan Jawa Barat.




Simon Kotouki


Sabtu, 30 Agustus 2014

JACK PEYON PIMPIN IMASEPA BANDUNG

Saat sumpan janji Jabatan. (FOTO/JEKIKOM)
BANDUNG - Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua (IMASEPA) Bandung gelar Musyawara Besar, Sabtu, (30/8). Dihadiri ratusan mahasiswa dan pelajar yang sedang menganyam pendidikan di kota Bandung, Cimahi dan Sumudang, Jawa Barat.

Tema, dalam pelaksaan re-organisasi , “Papua Bersatu”.  

Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua. Bagi yang mencalonkan; Leo O Magai, Ferry Kogeya, dan Jack Peyon.  Namun, suara terunggul, Jack Peyon dengan perolehan 77 (Tujuh puluh tujuh),  Ferry Kogeya, 69 (Enam Puluh Sembilan), Leo O Magai (25)  suara. Dari jumlah pemilih 172. Satu suara dinyataan tidak sah. 

Suara terunggul ditetapkan sebagai, Ketua, berikut Wakil, sedangkan yang selanjutnya, Sekhertaris. 

Seusai pemilihan, dilanjutkan dengan serah terimah jabatan dari kepngurusan lama ke pengurus baru pada kesempatan itu. Pantauan, media suaraindependen disela-sela pelaksanaan pemilihan.

Ketika ditanya media ini, mengenai tema yang diangkat, Ketua Panitia, Simon Petrus Hombahomba, mengatakan, Kami panitia pelaksanaan angkat tema tersebut, sebab, “Sesungguhnya, tanah Papua itu satu. Namun, melalui wadah Imasepa, sangat penting untuk membangun kesatuan dan persatuan bagi mahasiswa Papua. 

Selain itu, Lanjutnya, Pentingnya bangun solidaritas dan siraturahmi, bahkan inkulturasi. Juga wadah ini, dijadikan tempat belajar bagi mahasiswa serta pelajar yang sedang berpendidikan di tanah Pasundan.

Mengapa tidak digelar Seminar ? ‘Kami terkendala, karena biaya sangat kurang, juga tak ada pihak-pihak yang bantu kami. Dana yang digunakan dalam pelaksaan ini, dihasilkan dari usaha-usaha melalui basar dan turnamen futsal. Demikian, kata Ketua Panitia panitia itu.

Sementara itu, Ketua terpilih Jack Peyon, menyatakan,  berdasarkan visi-misi telah dipaparkan tadi, tentu akan saya upayakan untuk benahi Imasepa yang lebih, “Untuk mewujudkan semuanya itu, penting berperang aktif dari seluruh mahasiswa dan pelajar di Bandung.

Dan yang terkahir, Kata Jack, “Terimakasih banyak ! sudah memberikan mandat kepada kami untuk memimpin Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua. Agar untuk kedepan, Imasepa menjadi organisasi unggul. Serta dapat mencetak sumber daya manusia yang handal dan profesional demi membangun Papua pada masa yang akan datang.


Jackson Ikomouw




Jumat, 29 Agustus 2014

Akar Masalah Papua: Tinjauan Historis

Oleh: Fransisikus IG Bobi*) 

Perlu Saudara-saudara ketahui bahwa Akar Pokok Permasalahan di Papua adalah Bukan Masalah Kesejahteraan tetapi Masalah Sabotase wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia terhadap Belanda.

Yang mana, Papua adalah salah satu wilayah Dekolonisasi yang telah dipersiapkan Belanda untuk Merdeka di kemudian hari seperti beberapa wilayah di daerah Pacific seperti Australia, Papua New Guinea, Fiji, Vanuatu, dll.

Faktor inilah yang menyebabkan sehingga Belanda harus kembali ke West Papua dan Inggris kembali ke Papua New Guinea setelah mengalahkan Jepang melalui Perang Dunia Ke-2 di Kawasan Pacific yang dibawah pimpinan Jenderal Mc. Arthur. Mengapa Belanda ingin kembali juga ke Indonesia?

Itu disebabkan karena Inggris juga telah kembali ke daerah jajahannya seperti Hongkong, Malasya, Australia, Papua New Guinea, Vanuatu, dll. Belanda tak dapat masuk pada waktu itu karena masih ada Penjajah Jepang. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, lalu Belanda berusaha mencoba kembali melalui Agresi Militer Belanda II tetapi gagal karena Indonesia telah dimemerdekakan oleh Jepang dan didaftarkan menjadi anggota PBB yang ke-60.
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut mengakibatkan adanya perlawan yang selalu berjatuhan korban di Papua
Alasan Mendasar adalah Aneksasi Politik
atas sejarah Pulau. ketidak jelasan tersebut
mengakibatkan adanya perlawan yang selalu
berjatuhan korban di Papua
Setelah Indonesia Merdeka, lalu Soekarno melihat bahwa Pulau Emas (Isla Del Oro) yang dikatakan oleh pelaut Spanyol Antonio Del Savera harus kita rebut dari Belanda dan sekalian kita jadikan sebagai Pertahanan NKRI dari arah Timur.

Pulau Emas inilah yang menyebabkan seluruh Bangsa-Bangsa di Dunia termasuk Indonesia ingin merebutnya. Dimanakah pulau emas itu? Pulau Emas itu adalah Papua (West Papua dan East Papua).

Oleh karena itu, Soekarno menggunakan alasan sama-sama daerah Jajahan Belanda jadi itu adalah wilayah Indonesia. Padahal waktu Proklamasi maupun Sumpah Pemuda hanya mencakup wilayah Aceh sampai Maluku.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, kemudian Soekarno melobi ke Perwakilan PBB tahun 1946 tetapi tidak mendapat dukungan karena wilayah Papua (Papua New Guinea dan Papua Barat) lagi dipersiapkan Belanda dan Inggris untuk berdiri sendiri (Merdeka penuh). Tetapi Soekarno tetap berjuang terus dalam Perjanjian Linggar Jati tahun 1946 pada waktu itu juga, dan juga pada Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 di Denhaag Belanda. Di KMB, Indonesia mendapat titik terang karena Belanda berjanji akan diselesaikan 1 tahun kemudia karena daerah Papua Barat (West Papua) masih dalam Status Quo (Daerah Yang Belum Jelas Pemerintahannya)Tetapi setelah satu tahun kemudian (Tahun 1950), justru Belanda tetap dengan Konsistennya untuk mempersiapkan Kemerdekaan Papua sehingga Soekarno tetap geram dan berjuang terus melalui Forum-Forum Internasional seperti Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1950. 

Dan bahkan ke Forum Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB). Tetapi sayang, Soekarno tetap tidak mendapat dukungan juga dari pihak Internasional.

Kemudian pada tanggal 1 Desember 1961, Perwakilan Rakyat Papua Barat yang duduk dalam Niuew Guinea Raad (Seperti MPR Indonesia) memproklamasikan Kemerdekaan Papua secara Defacto (Kenyataan) dan rencana secara Dejure (Hukum) nanti pada tahun 1970. Tetapi hal ini tidak diterima baik oleh Indonesia. Oleh karena itu, Soekarno didesak untuk mengumandangkan TRIKORA (Tri Komando Rakyat) 18 hari kemudian setelah Proklamasi Negara Papua Barat ini, yaitu pada tanggal 19 December 1961.

Kemudian dibentukla Komando Mandala yang dipimpin oleh Major Jenderal Soeharto, untuk melakukan Operasi Penyusupan dan Operasi Mandala ke Papua Barat. TRIKORA telah diumumkan tetapi senjata tak ada karena Australia, Amerika, Inggris, Perancis (Seluruh Sekutu Belanda) tak mau memberikan senjata kepada Indonesia. Akhirnya Soekarno lari ke Rusia dan membeli senjata di sana, tetapi tetap tak mampu melawan Belanda karena peralatan Belanda lebih canggih apalagi diturunkannya kapal Induk Karel Doorman yang telah menenggelamkan kapal Yosudarso.

Akhirnya, Soekarno mencari jalan lain untuk melumpuhkan Belanda di Tanah Papua yaitu melalui Pembentukkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Makanya Belanda terpaksa harus segera meninggalkan Papua karena mendapat tekanan dari rekan sekutunya yaitu Amerika melalui Presiden John. F. Kennedy. (Lihat Surat Presiden Amerika John. F. Kennedy di http://www.freewestpapua.org/docs/kennedyletter.htm).
Kennedy pun diberi jaminan oleh Indonesia untuk menanam Saham di Papua bila daerah tersebut dikuasai oleh Indonesia. Oleh sebab itu, diutuslah mantan DUBES AS di India sebagai penengah antara Indonesia & Belanda yaitu Mr. Elsworht Bunker.

Maka lahirlah usulan yang dikenal yaitu Usulan Bunker, antara lain : Belanda Menyerahkan Administrasi Negara Papua Barat kepada Indonesia melalui suatu badan PBB (Yaitu UNTEA – United Nation Temporary Authority), dan Administrasi Negara Papua akan diatur dan diurus oleh Indonesia hanya selama 25 tahun saja, setelah itu Indonesia akan memberikan Referendum kepada Rakyat Papua untuk Menentukan Nasibnya Sendiri (Apakah tetap dengan Indonesia atau lepas berdiri sendiri).

Dari usul inilah, sehingga melahirkan Perjanjian New York (New York Agreement) yang ditandatangani di Markas Besar PBB pada tanggal 14 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma (Rome Agreement) yang ditandatangani pada tanggal 30 September 1962 di Italia. Yang mana, Perjanjia New York mengurus tentang Proses Peralihan Administrasi Negara Papua dari Belanda ke UNTEA tahun 1962 kemudian diberikan lagi kepada Indonesia pada 1 Mei 1963.

Sedangkan Perjanjian Rome yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Referendum atau yang dikenal dengan PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) yang direncanakan pada tahun 1969, dibatalkan saja atau bula perlu dihapuskan.
  2. Indonesia mengatur dan mengurus Papua hanya selama 25 tahun saja, terhitung mulai tanggal 1 Mei 1963.
  3. Hasil PEPERA diterima di muka umum sidang PBB tanpda ada perdebatan.
  4. Amerika berkewajiban untuk menanam Sahan di Papua Barat demi kemajuan daerah tersebut.
  5. Indonesia akan mengirimkan Transmigrasi ke daerah Papua untuk Assimilasi dan Perkembangan Pembangunan.

**************
Oleh sebab itu, Belanda terpaksa meninggalkan Papua pada Oktober 1962 dan diganti oleh Pasukan UNTEA. Selama keberadaan UNTEA di sana (Papua) pun tetap diserang oleh rakyat Papua. Contohnya penyerangan Marka UNTEA di Manokwari pada bulan Februari 1963 yang dipimpin oleh Sergean PVK (Papoea Vrijwilleger Korps) Permenas Ferry Awom dan Papuan Police yang dipimpin oleh Yohanes Jambuani.

Ketika dikumandangkan TRIKORA juga banyak menyebabkan korban rakyat Pribumi Papua yang dibunuh oleh Militer Indonesia. Setelah dikuasai pun juga banyak terjadi Pembunuhan Masal Rakyat Pribumi Papua oleh Indonesia.

Setelah masuknya Indonesia tanggal 1 Mei 1963, Papua langsung diberi Otonomi Khusus oleh Soekarno tetapi dicabut lagi oleh Soeharto tahun 1966 melalui Ketetapan MPRS no.21. Tahun 1966. Pasal 6.

Apalagi menjelang tahun 1965 setelah terjadi penyerang Markas Arfai (Ex. Marka PVK) yang hingga menyebar ke seluruh daerah kepala Burung (Vogel Kop) yaitu Manokwari, Sorong, Ayamaru, Kebar, Saukorem, Sausapor, Makbon, Ransiki, Merdey, Anggi, Menyambou, dll.

Akibat inilah yang menyebabkan hingga penduduk Pribumi Papua telah menjadi berkurang hingga saat ini. Selain itu, masih banyak lagi Operasi-operasi Militer Indonesia lagi yang menewaskan ratusan ribu rakyat Pribumi Papua. Kemudian lebih parah lagi menjelang diadakannya PEPERA tahun 1969 – 1984. Akibatnya banyak Rakyat Papua yang mmemilih untuk melarikan diri ke Luar Negeri.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, turun temurun hingga anak cucu orang Papua pun bahkan menjadi lebih dendam. Apalagi ditambah dengan adanya penyebaran Virus HIV/AIDS di Papua. Itul merupakan salah satu bukti terjadinya Genocide di Papua.

PEPERA pun akhirnya tidak diijinkan oleh Indonesia dan Amerika untuk memilih sesuai mekanisme/prosedur Internasional yang seharusnya Satu Orang Satu Suara (One Man One Voute) tetapi diubah menjadi sistem perwakilan. Dimana dibentuknya Dewan Musyawarah PEPERA (DMP) yang mana pesertanya adalah Tokoh-tokoh Adat Papua yang dipilih dan ditunjuk dibawah penodongan senjata oleh Militer Indonesia melalui Organisasi Inteligen KOSTRAD yang diberi nama OPSUS (Pimpinannya adalah Ali Murtopo).

Makanya Kontrak Kerja PT. Freeport pun ditandatangani pada tahun 1967 ( sebelum Referendum tahun 1969).

Akhirnya Papua Barat berhasil dikuasai oleh Indonesia, dan Pembangunan pun diadakan dengan setengah hati oleh NKRI karena Daerah ini masih tetap berada dalam Status Quo di NKRI. Buktinya, setelah PEPERA pun belum ada Ketetapan MPR atau Undang-Undang yang Mensahkan masuknya Papua ke dalam NKRI. Sedangkan Timor Leste saja disahkan oleh Ketetapan MPR tetapi setelah Merdeka lalu dicabut Ketetapan tersebut.

***************
Demikian hingga saat ini, Papua tak akan pernah tinggal diam di atas Kekayaan Alamnya yang telah diberikan Tuhan Allah.

Penulis adalaha, Mantan Wartawan Pasifik Pos