Selasa, 25 Desember 2012

Natal IPMANAPANDODE Bogor berlangsung meriah selama dua Hari

Saat Ibadah Natal (Foto/Jeki)
Barapen (Foto/Jeki)
Bogor, Suaraindependen - Puluhan Mahasiswa Papua yang bergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiay, Deiyai  (IPMANAPANDODEI) menggelar Ibadah Perayaan Natal, tempat Puncak Bogor, Jawa Barat.  Pada, Sabtu (22/12) pukul 06.00 wib. Pantauan Media Suara Independen disela Acara Perayaan  Natal berlangsung.

Keesok harinya, Pada tanggal (23/12). Pukul 06.00 Wib. Diawali dengan Bakar Batu (Barapen), seusai barapen dilanjutkan dengan Ibadah Perayaan Natal bersama.

Dalam acara Perayaan Natal tersebut  Temanya  berjudul “Allah telah mengasihi Kita” Sub Tema berjudul, “ Dia datang untuk Mempersatuakn Kita. (Efesus 4:32). Khotbah di pimping oleh Yosep Minai.

Ibadah Natal (Foto/Jeki)
Ketua Panitia Perayaan Natal Samuel Nawipa, menuturkan, Melalui Natal ini kami dapat mempersatukan hubungan erat diantara kita, Karena Yesus lahir di Dunia dating untuk mempersatukan kita, agar dapat terwujud Impian-impian yang saat ini tekuni, “Tutur Samuel Nawipa disela-sela Jumpai Wartawan Media ini.

“Natal merupakan Hari besar bagi Umat Kristiani di Dunia, dan merayakan hari Kelahiran Yesus Kristus bagi Umat Manusia”

Lanjutnya, Awal pemcarian Dana kami melaksanakan Basar, dan beberapa kegiatan lainnya yang bisa mendatangkan Uang, demi menukseskan Acara Natal ini, “Pukasnya.

Tambahan Samuel Nawipa, Sehingga pada kesempakan ini kami dapat melaksanakn kegiatan ini, Agar melalui ini pun terbangun Iman dan kepercayaan Kepada Tuahn Yang Maha Esa. Kerena Iman merupakan kekuatan mendasar untuk melangka bagi Umat Kristiani. (CR/JI)

Hari ini PERMANAPANDODEI Bandung gelar Ibadah Natal, besok sore menuju Malang

Safer, Yanus, Anco, dan Mate saat Latihan Ugaa untuk persiapan Natal di Malang (Foto/Jeki)
Saat Makan bersama diasrama Ciloa Bandung. (Foto/Jeki)
Bandung, Suaraindependen-Puluhan Mahasiswa Paniai Nabire di Bandung, menggelar Ibadah pengucapan Syukur (Natal) tempat, Asrama Yamewa, di Jalan Ciloa 39 Bandung Jawa Barat, Pada, Selasa (25/12). Pukul 1.00 wib. dini hari .

Dalam acara tersebut diawali dengan Doa Oleh Jekson Ikomouw. Dan lanjutkan makan bersama. Namun sore harinya dilanjutkan dengan latihan Musik distudio Siliwangi untuk persiapan Natal se-Jawa & Bali yang akan digelar di Malang, Jawa Timur.

Kordinator Musik Jefri Bobi menuturkan, Kita perlu latihan 10 lagu (5 Lagu Rohani 5 lagi lainnya Jasmani) untuk membawahkan saat Natal dilaksanakan, Namun,Karena ini sesuai dengan apa yang diintruksi oleh Panitia Natal Se-Jawa & Bali dari Malang, “ Tutur Bobi disela-sela makan bersama.

“Lanjuntnya, dan beberapa lagu yang kami  sudah siapkan, oleh karena itu kami akan tampil saat malam Tahun Baru, tepanya disela pentas Band dilaksanakan.”

Saat Latihan Musik untuk persiapan Natal Se-Jawa & Bali di Malang (Foto/Jeki)
Ketua kordinator Natal Se-Jawa & Bali Calvin Magai menambakan, Bukan hanya musik saja, tetapi bebera Kegiatan yang kami tampil, diantar Pentas Budaya, Prakmen, Tournamen Sepak Bola, dan Bola Voly dan Lain-lain.

Oleh karena itu semua kegiatan yang akan ditampil perlu dipersiapkan dari sekarang karena Besok pagi  (26/12) pukul 06.00 wib, kami akan menggunakan Bus menuju Malang. (SI/JI)


Sabtu, 22 Desember 2012

NRFPB Mnukwar: Kami menolak tegas Pemberlakuan UU Teroris terhadap para Aktivis di Papua


Negara Repulik Federal Papua barat (NRFPB), (Foto/ILS)
Manokwari,Suaraindependen-Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Wilayah Mnukwar Markus Yenu mengatakan, Seperti yang dipaparkan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman  terkait Pemberlakuan UU Terorisme di Papua itu  tidak sesuai kondisi Rill di Papua. seperti dilansir dari Radarsorong.com. pada, Sabtu (22/12). Pukul 10.00 Wit. Dini hari.

Markus Yenu juga menilai pemberlakuan UU Terorisme, Tujuan Mabes Polri hanya mematikan Gerakan perjuangan Bangsa Papua, Maka itu kami menolak tegas perlakuan UU tersebut, Tegas Gubernur NRFPB Mnukwar Markus Yenu.

Salah satau Staf perdana menteri NRFPB Marthen Manggaprow Mnukwar menuturkan hal yang sama untuk menolak tegas terkait UU Terorisme, pemberlakukan UU teroris di Papua adalah bagian dari membuka lahan baru bagi Detasemen Khusus (Densus) 88 anti terror, Tutur Marthen Manggaprow.

“Namun karena Target Mabes  Polri ke arah itu untuk  menciptakan teror lewat kejadian penembakan misterius yang terus terjadi sampai sekarang ini di wilayah Papua, dan melalui ini,  yang jelas TNI/POLRI sengaja menciptakan Konflik untuk penambahan Militer ke Papua,”

Selama ini yang melakukan teror itu kan TNI/Polri, perjuangan Papua Merdeka itu perjuangan yang bermartabat, tandas Marthen lagi.
Terkait itu Perdana Menteri NRFPB Edison Waromi juga menambakan, yang saat ini masih berada dibalik jeruji besi  dalam sikap politiknya menyerukan sejumlah hal penting yang perlu disikapi pemerintah pusat.yakni, perjuangan kemerdekaan bangsa pribumi pemilik sah negeri Papua Barat bukan perjuangan teroris dan komunis atau sejenisnya.

Terus Edison, Pemerintah pusat diserukan segera menghentikan segala bentuk kekerasan khususnya di Wamena, Puncak Jaya, Yapen Waropen, Merauke dan wilayah lain di tanah air Papua Barat.
Juga menghentikan pengejaran, penangkapan, pemenjaraan dan pembunuhan terhadap aktivis pro demokrasi dan HAM lainnya atau kepada aktivis KNPB
.
Tambahannya, Sebab, KNPB bukanlah organisasi teroris seperti yang disinyalir aparat keamanan Indonesia.Edison Waromi juga menyerukan agar Jakarta membuka akses bagi lembaga kemanusiaan internasional, wartawan internasional dan peneliti asing ke Papua Barat agar bisa mengetahui dan memantau situasi di seluruh tanah air Papua Barat sebagai perwujudan dari penghormatan atas nilai-nilai demokrasi dan HAM.


Pemerintah Indonesia juga diminta menghormati prinsip-prinsip universal HAM yang telah diratifikasi oleh PBB serta segera menarik seluruh anggota personil organik maupun non organik TNI/Polri  keluar dari tanah air Papua Barat.

Perdana Menteri NRFPB yang sekarang berstatus Tahanan Politik ini juga menyerukan pembebasn Tapol/Napol di seluruh tanah Papua Barat dan penjara-penjara lain di seluruh Indonesia dengan tanpa syarat. Pemerintah Indonesia segera membuka diri untuk berunding dengan NRFPB yang dimediasi oleh pihak ketiga yang negara netral. (SU/JI) 

Minggu, 16 Desember 2012

Stop Mengatakan Ko Orang Pante Ko Orang Gunung Karena Kita Tetap Orang Papua

Kata Pante dan Gunung di Papua dimunculkan oleh Kaum Kolonialisme, Imprialisme. Untuk menghancurkan keutuhan Manusia Papua. maka, aku menyadari bawah hal ini merupakan suatu kata yang menghancurkan Perjuangan anak bangsa Papua Barat.

Karena Orang Papua awal, “satu tungku dan satu Honay” bahkan hal ini bagian dari Budaya Orang Papua. Namun sejak Bangsa asing menjajah Orang Kata itu munculkan untuk saling permusuhan diantara orang Papua.

Jika merenun politik Amerika, saat mereka menguasi suatu Bangsa atau Wilaya, langka awal yang mereka langka adalah Membunuh Budaya dan melalui Agama. Lalu sewenangnya Perusahan masuk untuk diekploitasi kekayaan Alam. Misalnya seperti PT FI masuk di Papua. Awalnya Missionaris Amerika datangi di Papua tepatnya Paniai.

Sesudah membunuh Budaya Orang Mee bahkan beberapa Suku lainnya Perusahan asing datang melalu Indonesia. Sehingga munculkan berbagai kata Propagandan untuk menghancurkan Eksitensi Orang papua.

Sepernya Kamu Orang Pante, Kamu Orang gunung. Sebenar tidak Kawan-kawan. Kita satu yaitu ORANG PAPUA. Maka itu mari kita kembali ke tungku kita, Honay Kita yang di hamcurkan itu. Untuk membenahi. Agar melalu itu kita bangun gerakan untuk menuju Pembebasan Bangsa Papua Barat.

Namun, karena yang mananya Kriting Rambut hitam kulit yang ada diatas tanah Papua kita sudah Masuk dalam data Pencarian Orang dari sejak Mama-mama Papua lahirkan kami hingga sekarang. Biarpun kami jadi kaki tangan NKRI pun kami sedang di cari untuk dimusnakan.

Saat ini banyak Publik Papua yang mengatakan, Pejabat Papua itu Kaki tangannya NKRI tetapi mereka juga sedang dicari untuk dimusnkan. Dan kami tidak bersuara Papua merdeka pun kami sedang dicari untuk dibunuh.

Kami bersuara Papua merdeka pun sama Nasib. Yang mananya Hitam kulit Kriting Rambut tetap kami di pantau untuk di Bunuh oleh Kolonialisme dan Imprialisme.Maka itu Jangan bedakan


Lestarikan Peradaban Melalui Bahasa

Bisakah kita tidak berbahasa sehari saja? Saya kira itu pasti tidak akan pernah terjadi dan tidak akan ada yang bisa hidup tanpa bahasa. Karena bahasa tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. karena bahasa menurut fungsinya, bahasa juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi.

Pada kenyataannya, bahasa tidak bisa dilepaskan dari budaya dan masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Dengan mempelajari bahasa, maka secara tidak langsung kita memelajari budaya dan masyarakat penggunanya baik dari dialek, tingkah laku, sampai pada gaya hidupnya agar menyelaraskan dengan penggunaan bahasanya.

Ada sebuah adagia yang menyatakan bahwa “jika kamu ingin membunuh suatu bangsa, maka bunuhlah dulu bahasanya. Dengan cara itulah maka bangsa tersebut kehilangan identitas aslinya”. Jika suatu bangsa tidak mempunyai identitas, maka bangsa tersebut sudah hilang eksistensinya sebagai bangsa yang mempunyai identitas tersendiri. Bagaimana tidak bahwa bahasa bukan identitas? Perhatikan ketika orang menggunakan bahasa tertentu. Mereka menggunakannya dengan berbagai macam dialek, penekanan, bahkan tata tingkah perilaku yang ada pada budaya bahasa tersebut sehingga menjelma menjadi sebuah kebudayaan yang benar-benar mendarah daging pada masyarakat budaya terntentu.

Pernahkah kita mengingat sejarah bahasa zaman dahulu yang sudah musnah? Berapa banyak bahasa yang dulu musnah? Banyak bahasa yang musnah karena sedikit penggunanya, sulit dipelajari, dan tidak dilestarikan karena generasi masyarakat pada zaman tersebut lebih memilih menggunakan bahasa yang lain dengan alasan (mungkin) kebanggaan. Namun apakah yang terjadi? Bahasa tersebut musnah dan terkubur bersama budaya-budaya yang melekat pada bahasa tersebut, tak pernah ditemukan kembali juga tak ada yang mengerti apa arti dari bahasa yang musnah tersebut.
Krisis bahasa juga sedang terjadi di negeri Indonesia ini. Khususnya pada bahasa daerah yang lama-lama jika dibiarkan tidak dilestarikan, tidak digunakan akan musnah juga beserta budayanya sehingga masing-masing daerah tidak mengetahui secara gamblang bagaimana latar belakang mereka dan identitas asli bangsa mereka. Menurut sebuah sumber, total bahasa daerah yang dimiliki Indonesia ada sekitar enam ratus lebih bahasa yang ada. Namun kini, tinggal berapa yang tersisa? Hanya berada di kisaran tiga ratus-an bahasa yang masih ada, sebagian sudah punah dan tidak dimengerti keberadaannya.

Lihatlah generasi muda zaman sekarang, yang lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia, bahasa kita sendiri. Mengapa bisa terjadi demikian? Tengoklah anak-anak kecil yang sekarang sedang berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Mereka lebih didahulukan untuk mempelajari bahasa Inggris ketimbang bahasa ibunya sendiri. Sehingga mereka kurang tertanam rasa bangga atas bahasa dari bangsa yang telah melahirkan dirinya. Pantaslah jika ketika mereka beranjak dewasa, mereka lebih suka kebudayaan barat daripada kebudayaan bangsanya sendiri. Mereka lebih berbangga dengan makanan luar negeri daripada makanan dari negerinya sendiri. Padahal sudah jelas, makanan mana yang lebih baik dan lebih menyehatkan untuk diri mereka sendiri.

Maka dari itu, marilah kita menjaga jati diri kita dengan menggunakan bahasa kita. Berbangga hatilah dengan bahasamu sendiri karena itulah jati diri kita yang sebenarnya kita miliki. Indonesia merupakan sebuah peradaban yang seharusnya kita pelihara. Karena ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa tak ada peradaban yang eksis di mata dunia, apabila telah hilang kekhasan dan kebanggaannya terhadap peradaban itu sendiri.

Akankah kita rela dimusnahkan oleh bangsa lain melewati bahasa yang kita gunakan? Saya kira itu merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Setelah tulisan melayu yang asalnya kita pergunakan telah terdegradasi oleh tulisan latin –karena ketika penyeragaman, hanya dua negara yang mengubah tulisan asalnya yaitu Indonesia dan Turki sedangkan negara lain masih bersikukuh dengan tulisan kebanggaannya sendiri.

Jika kondisi seperti ini terus berkelanjutan. Bisa-bisa bahasa dan eksistensi peradaban kita yang sebenarnya akan musanah ditelan zaman. Bukankah para pemuda zaman dahulu telah bersumpah dalam Kongres pemuda yang salah satu point nya “Kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia”?

Sumber:  http://sosbud.kompasiana.com/2012/09/18/lestarikan-peradaban-melalui-bahasa/

Senin, 03 Desember 2012

I Desember Bukan Hut OPM. Tetapi Hut Kemerdekaan Negara West Papua

Hut West Papua di Jogja (Foto/Ils)
Jakarta, Suara Independen- Banya Media Nasional di Indonesia bohongi Masyarakat Indonesia bahkan Masyarakat Dunia melalui Media. Salah satu kasusnya terkait Hari Ulang Tahun Negara West Papua, yang dapat diliput oleh beberapa Media Nasional  bawah  " 1 Desember Hut OPM". Tetapi kenyataan tidak demikian yang diliput Media Nasional Indonesia.

Menurut beberapa Rakyat Papua , 1 Desember 1961 adalah hari/tanggal Kemerdekaan Negara Papua Barat, dan hal itu sejarah terbukti. oleh sebab  itu Media-media di Indoensia perlu sadari dalam peliputan berita. Maiche mengatakan kepada Suara Independen pada Selasa (4/12),pukul 12.00 wib, di Palza ITC Jakarta Pusat .

"Namun, yang paling Intinya kepada Media Onlline  http://www.poskotanews.com/ perlu sadari dalam meliput berita, jangan asal meliput berita aja, karena Media tersebut meliput berita tidak sesuai dengan apa yang  mahasiswa Papua Bogor Gelar yaitu  Kegiatan hari hut Negara West Papua"  


Jika melihat hal ini, ada Oknom kepentingan yang bermian untuk menghancurkan kesatuan dan Persatuan Rakyat Papua Barat. Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus pahami bawah Papua itu bukan bagian dari Indoensia. tetapi Papua sudah merdeka Sejak 1 Desemeber 1961.

Dengan lambang Negara yang jelas (Burung Mambruk), Bendera (Bintang Kejora) dan atribut Negara West Papua yang jelas, Namun tetapi Negara Kesatuan Indonesia kelaim Papua bagian Indonesia secara paksa melalui operasi Militer atau yang disebut Trikomando Rakyat (TRIKOMANDO).


Kamis, 29 November 2012

Jimmi Adii melecehkan nama baik Mahasiswa Deiyai se-Jawa & Bali


Jiimy Adii (Foto/Faceboo)
Suara Independen -Jimmy Adii yang diri sebagai Staf Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P & P)  Kabupaten Deiyai menjatukan nama baik Mahasiswa Deiyai Se-Jawa dan Bali, melalui Komentar Website www.papuaposnabire.com. Pada hari Kamis (28/11) pukul 12.07 wib.
Jimy mengkomentar bawah,  Yang Kepala keras dan tidak menjalankan organisasi dengan baik adalah kota studi Surabaya, Jogyakarta dan Solo, serta Bandung. anda-anda ini merusak Deiyai masa mendatang adalah Petrus Takimai, Thomas Takimai, Donatus Mote surabaya, Sonny Dogopia, Deki Mote, Jekson Ikomou, Anastasia Doo, Jerimo Madai dan Elias Bidaugi Pigome itu.
 
Jimmy adii yang menggunakan akun Facebook “Putra Peteng Papua”  mengatakan, kalian belajar organisasi dengan baik dalam diri sebelum selesai kuliahnya.”
Jekson Ikomou mengatakan, atas dasar apa Seorang Staf Dinas Pendidikan dan pengajaran Kabupaten Deiyai komentar seperti itu? Dan ada apa dibalik itu? Jika belum ada satu kasus pun kami akan menindak lanjuti secara proses Hukum.
 
Karena Komentar Jimy ini kami sangat kesal, “ Tutur Jekson disela jumpai wartawan Kaum Independen di Plaza Dago. Bandung Jawa Barat. dini hari. (Ardi/SI)